Tanpa Disadari, Sobekan Diskus Tulang Belakang Menyebabkan Nyeri Punggung

Anisha Saktian Putri08 Jul 2020, 09:00 WIB
Nyeri tulang belakang/dok. Dr. Kevin Pauza

ringkasan

  • Nyeri punggung pun menjadi salah satu yang umum terjadi, diakibatkan sobekan pada salah satu diskus tulangkan belakang
  • Diskus tulang belakang memainkan peran penting dalam tubuh, tetapi mereka dapat menjadi rapuh seiring waktu
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Banyak orang tidak menyadari jika tulang belakang merupakan organ terpenting dalam tubuh karena memungkinkanmu untuk menekuk, memelintir, hingga merenganga. Banyaknya fungsi tulang tersebut, membuatnya mudah cedera.

Nyeri punggung pun menjadi salah satu yang umum terjadi, diakibatkan sobekan pada salah satu diskus tulangkan belakang. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari mengalami sobekan tersebut, alhasil tidak dirawat yang menyebabkan berbagai masalah tulang belakang lainnya.

Dalam banyak kasus, sobekan diskus tulang belakang mungkin tanpa gejala. Di sisi lain, mungkin menyadari rasa sakit di leher atau punggung, tergantung pada lokasi tepat sobekan. Jika sobekan di punggung bagian bawah, akan merasakan bahwa rasa sakit menjalar ke bokong atau ke bawah kaki. Terasa lebih sakit ketika melakukan gerakan atau aktivitas.

Sobekan diskus dapat menyebabkan saraf terjepit, menyebabkan nyeri pada punggung bagian bawah, otot bokong, dan kaki.Ada beberapa tes berbeda yang dapat digunakan untuk menentukan apakah sobek atau herniasi diskus telah terjadi.

Pengobatan mencari sobekan tulang belakang

Nyeri tulang belakang/dok. Dr. Kevin Pauza
Nyeri tulang belakang/dok. Dr. Kevin Pauza

Spesialis tulang belakang asal Texas, Amerika Serikat, Dr. Kevin Pauza, dalam siaran persnya mengenai pengobatan sobekan tulang belakang, menjelaskan yang paling umum dari tes untuk mengetahui parah tidaknya sobekan di tulang belakang adalah dengan MRI, yang merupakan singkatan dari Magnetic Resonance Imaging.

MRI sering digunakan untuk mendiagnosis apakah saraf terjepit oleh herniasi diskus. Test umum lainnya adalah CT myelogram. Tes ini dilakukan dengan menyuntikkan pewarna ke dalam cairan tulang belakang. Kemudian, x-ray atau computed tomography digunakan untuk menganalisis kanal tulang belakang dan mengidentifikasi potensi masalah di sekitar tulang belakang.

“Discogram, juga dikenal sebagai annulogram, adalah tes umum lainnya untuk mencari sobekan diskus. Tes ini dilakukan dengan menyuntikkan pewarna langsung ke diskus intervertebralis yang diyakini sobek. Jika ada sobekan, pewarna akan mulai mengisi retakan di diskus atau bocor keluar. CT scan atau x-ray dapat digunakan untuk mengungkapkan kerusakan yang telah terjadi,” katanya.

Diskus tulang belakang dapat rapuh

Nyeri tulang belakang/dok. Dr. Kevin Pauza
Nyeri tulang belakang/dok. Dr. Kevin Pauza

Diskus tulang belakang memainkan peran penting dalam tubuh, tetapi mereka dapat menjadi rapuh seiring waktu. Jika diskus intervertebralis mulai rusak dan berdegenerasi, diskus-diskus tersebut menjadi kurang tangguh dan menimbulkan retakan atau sobekan pada lapisan luar.

Menyebabkan diskus bocor, tulang belakang bergesekan, dan saraf terjepit. Sementara gejala potensial dari sobekan diskus dapat sangat bervariasi.

Untuk itu, Dr Kevin Pauza pun mengembangkan perawatan DST (Discseel ™️) dan telah melaksanakannya sejak 2010. Perawatan tersebut merupakan prosedur tulang belakang regeneratif.

“Discseel®️ Procedure (DST) membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk menyelesaikan dan hanya membutuhkan anestesi lokal. Tidak ada sayatan yang dibuat, karena ini adalah prosedur invasif minimal tanpa darah yang menggunakan jarum 0,8 mm,” kata Dr Kevin Pauza.

Perawatan ini dilakukan di bawah fluoroskopi yang memungkinkan pemantauan presisi tinggi secara real-time. Pasien dapat meninggalkan fasilitas setelah 30 ~ 60 menit istirahat dan mulai perlahan kembali ke kegiatan sehari-hari mulai hari berikutnya.

 

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓