Meringankan Beban Keluarga Memberi Kepuasan Batin Tersendiri

Endah Wijayanti07 Jul 2020, 15:55 WIB
meringankan beban keluarga

Fimela.com, Jakarta Setiap keluarga memiliki banyak kisah dan makna tersendiri. Baik kisah bahagia maupun kisah yang berurai air mata. Kisah tentang orangtua, saudara, atau kerabat dalam keluarga. Ada makna dan pelajaran yang bisa dipetik dari setiap kisah yang kita miliki dalam keluarga. Melalui Lomba My Family Story ini Sahabat Fimela bisa berbagai kisah tentang keluarga.

***

Oleh: Indah Amelia Pansa

Hai Fimela, saya anak pertama dari tiga bersaudara dan kini status saya sudah menikah. Tepat umur 25 tahun, saya masih memiliki keluarga yang alhamdulilah masih lengkap semuanya. Keluarga saya masih terbilang cukup walau kadang pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan. Itu menjadi salah satu faktor utama saya sudah kerja part time dari kuliah sampai sekarang sudah mendapatkan pekerjaan tetap. Awalnya saya merasa saatnya saya buat meringankan beban dan kebutuhan orangtua dan lain-lain, berhubung juga saudara-saudara saya masih kerja sampingan yang upahnya masih minim.

Saya senang bisa meringankan kebutuhan keluarga untuk orangtua saya malahan bisa membantu buat kebutuhan pasangan. Saat itu saat dia sedang kuliah saya bantu juga, sempat terbesit saya harus mendapatkan pekerjaan yang penghasilannya lebih dari sekarang dan buat menabung menikah pada saat itu.

 

Bersyukur Bisa Bekerja

glass ceiling
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Alhamdulilah saya mendapatkan pekerjaan yang baik dan mencukupi untuk keluarga di mana orangtua saya bisa bekerja santai dirumah dan saya bisa membantu secukupnya. Yang saya rasakan saat itu adalah saya merasa menjadi orang yang punya tanggung jawab pada keluarga padahal masih ada orangtua saya yang bekerja. Beliau ada pemasukan juga cukup buat sehari-hari kebutuhan, cuma entah kenapa dalam benak saya tetap saya merasa ini jadi tanggung jawab saya karena saya sudah bekerja. Terlepas dari itu semua, setelah saya menikah dan berhasil menabung secukupnya saya mampu menikah dengan membiayai pernikahan saya pribadi tanpa uang dari orangtua. Menjadi kebanggan tersendiri di mana saya bisa punya tanggung jawab akan hal tersebut dalam artian saya mampu sudah bisa bekerja dan bisa menyokong diri saya dan keluarga saya.

Sekarang saya sudah memasuki tahun ke-3 dalam pernikahan saya. Namun sampai saat ini saya masih harus memberikan tanggung jawab saya terhadap keluarga saya walaupun saya sudah menikah dan tinggal dengan suami saya. Bagaimana ya, saya tidak merasa kecewa atau sedih cuma dengan keadaan saya seperti ini saya memiliki pekerjaan yang insyaallah penghasilannya sangat cukup.

Sampai saat ini saya masih rutin memenuhi kebutuhan keluarga bahkan saya pun juga harus memenuhi keluarga dari pihak suami saya. Terbesit ada rasa capek, kenapa sampai hari ini saya masih harus memenuhi kebutuhan keluarga. Namun saya sadar bahwa saya diberikan kemudahan dalam pekerjaan saya harus tahu saya masih ada tanggung jawab kepada orangtua saya walau saya sudah menikah. Karena keluarga tidak bisa ditinggalkan begitu saja walau sudah menjadi milik orang.

Saya bersyukur saya masih diberikan rasa sadar dan tanggung jawab, membahagiakan keluarga dengan cara membantu kebutuhan saya rasa adalah hal yang sangat baik dan lumrah dan bagaimana kita bisa menyikapinya.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓