Terlalu Mudah Rindu pada Pasangan, Ini yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuhmu

Endah Wijayanti08 Jul 2020, 10:15 WIB
mudah kangen

Fimela.com, Jakarta Biasanya perasaan rindu muncul saat berjauhan dengan pasangan. Ketika kita dan pasangan berjarak dan sulit bertemu setiap saat, akan muncul perasaan ingin bertemu. Tapi bagaimana jika terlalu mudah rindu? Baru saja ketemuan, eh sudah kangen lagi. Apakah hal itu normal?

Tenang saja. Para pakar menyebutkan kondisi tersebut merupakan hal normal. Terlalu mudah rindu pada pasangan termasuk sesuatu yang wajar. Hal ini karena ada perubahan pada tubuh, khususnya pada otak.

Cinta Memengaruhi Otak Kita

lovesickness
Ilustrasi./Copyright shutterstock

Melansir laman bustle.com, ahli psikoterapi Puja Parikh, LCSW mengungkapkan, "Emosi cinta mengubah neurobologi otak kita." Ia menjelaskan bahwa neurotransmiter yang menghadirkan perasaan senang dilepaskan saat kita berpelukan, berciuman, berhubungan seks, dan berbagi momen intim dengan pasangan. Ada ikatan sendiri yang terbentuk dengan pasangan yang diiringi perasaan bahagia atau senang.

Saat kita terikat dengan seseorang, otak kita melepas senyawa seperti dopamin, oksitosin, dan serotonin. Dr. Judy Ho, PhD co-host The Doctors menjelaskan bahwa senyawa-senyawa tersebut tak hanya membuat kita merasa senang melainkan untuk membantu mendapatkan kenyamanan diri. Kita pun akan kemudian terstimulasi untuk mencari sumber kebahagiaan tersebut setiap waktu untuk bisa menghadirkan kembali perasaan nyaman yang sama, dalam hal ini stimulisnya tak lain adalah pasangan kita.

Saat kita terpisah dari pasangan, maka otak kita akan langsung mencari kembali pasangan tersebut untuk bisa mendapatkan kembali perasaan senang dan bahagia. Rasa rindu dan kangen pun muncul. Baru terobati saat sudah kembali berjumpa.

Perasaan rindu atau kangen yang muncul bisa menjadi pertanda kadar oksitosin dan dopamin dalam tubuh menurun. Jika belum bisa berjumpa dengan pasangan untuk melampiaskan rindu dalam waktu dekat, ada sejumlah cara lain yang bisa dicoba. Seperti melakukan meditasi, yoga, atau latihan pernapasan untuk menstimulasi tubuh melepaskaan lebih banyak oksitosin dan dopamin dengan cara yang sehat.

Namun, perlu hati-hati jika perasaan rindu dan kangen yang kita alami mulai mengganggu rutinitas atau aktivitas kita sehari-hari. Terlalu posesif atau obsesif karena cinta bisa membuat hidup jadi malah tidak tenang.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓