5 Cara Melepaskan Diri dari Pasangan yang Posesif

Imelda Rahma08 Jul 2020, 12:35 WIB
Posesif

Fimela.com, Jakarta Lepas atau mengakhiri hubungan dengan pasangan yang posesif pasti bukan suatu hal yang mudah. Putus dari pasangan yang posesif jauh lebih sulit dibandingkan putus dengan pasangan yang biasa-biasa saja. Biasanya perempuan memerlukan usaha lebih karena sifat posesif tidak hanya membahayakan hubungan tetapi juga membahayakan keselamatan diri.

Pasangan yang posesif akan membuat lingkar hidupmu hanya diisi olehnya dan kamu bahkan bisa kehilangan kebebasan. Segala sesuatunya harus sesuai dengan persetujuan pasanganmu. Tentunya gaya berhubungan semacam ini bukanlah sesuatu yang sehat karena bisa membuatmu terkekang dan mengalami tekanan mental.

Oleh karena itu, jika pasanganmu adalah sosok yang posesif sebaiknya diputuskan saja hubungannya karena pasti akan berakhir tidak baik, kecuali dia memiliki niatan untuk berubah. Namun jika tidak, demi kebaikanmu, lebih baik tinggalkan dia karena kamu berhak bahagia dengan caramu sendiri bukan dengan perintahnya.

Nah, buat kamu yang saat ini sedang terjebak dengan hubungan posesif, tentunya perlu tahu cara-cara apa saja yang tepat untuk melepaskan diri. Fimela.com kali ini akan membagikan informasi 5 cara melepaskan diri dari pasangan yang posesif. Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Memutuskan Hubungan Via Online

Memutuskan Hubungan Via Online
Ilustrasi Memutuskan Hubungan Via Online Credit: pexels.com/pixabay

Pertama, cara mudah melepaskan diri dari pasangan yang posesif ialah dengan memutuskan hubungan via online, bisa via chat maupun telepon. Hindari memutuskan hubungan secara langsung dengan pasangan yang posesif karena hal tersebut terlalu berisiko. Hal terburuk yang bisa terjadi adalah dia melakukan kekerasan padamu karena pastinya tidak akan mudah terima begitu saja.

Dengan memutuskan visa online, kamu jadi terhindari dari kemungkinan buruk tersebut karena kamu bisa menjaga diri. Ingat, pasangan yang posesif bisa melakukan hal-hal nekat ketika mereka sedang emosi dan merasa direndahkan. Maka dari itu, cukup menelponnya saja dan mengetik pesan bahwa kamu ingin hubungan ini selesai.

Memblokir Kontak

Memblokir Kontak
Ilustrasi Penggunaan Ponsel Credit: pexels.com/pixabay

Kedua, setelah kamu memutuskan hubungan secara online, pasangan yang posesif pastinya tidak akan bisa terima begitu saja. Ia tidak akan tinggal diam. Walaupun tidak bisa bertemu, ia akan melakukan terror lewat media apa saja yang sekiranya bisa sampai padamu. Misalnya, media sosial atau lewat surat elektronik. Sebisa mungkin ia akan mengganggumu sampai kamu merasa takut dan membatalkan keputusanmu.

Untuk itu, yang perlu kamu lakukan ialah memblokir semua kontaknya, menutup semua kemungkinan adanya komunikasi yang bisa ia tembus untuk menghubungimu. Ini tidak akan terlihat berlebihan jika pasanganmu memang pribadi yang sangat posesif dan tentunya membahayakan. Memblokir kontaknya akan membuatmu merasa lebih tenang karena tidak menerima terornya.

Meminta Bantuan Orang Terdekat

Meminta Bantuan Orang Terdekat
Ilustrasi Meminta Bantuan Sahabat Credit: pexels.com/pixabay

Ketiga, cara melepaskan diri dari pasangan yang posesif tidak bisa kamu lakukan sendiri karena hal itu terlalu berisiko. Kamu harus melibatkan orang lain untuk menjaga dan melindungimu jika tiba-tiba ada hal buruk terjadi. Hubungi orang yang kamu percaya seperti orangtua dan sahabat agar mereka selalu siaga untuk menjagamu selama proses putus hubungan berlangsung.

Salah satu hal menyeramkan yang bisa terjadi ketika kamu memutuskan pasangan posesif secara online dan menutup semua komunikasinya ialah dia akan mendatangimu secara langsung. Jika hal itu benar terjadi, maka kamu harus siap dengan pertahanan diri yakni adanya orang-orang terpercaya yang siap mendampingimu sampai situasinya tenang.

Jangan Terpancing Umpan

Jangan Terpancing Umpan
Ilustrasi Meminta Bantuan Credit: pexels.com/pixabay

Keempat, cara melepaskan diri dari pasangan yang posesif berikutnya ialah dengan tidak terpancing oleh umpan apapun yang ia berikan. Pasangan posesif beda dengan pasangan normal lainnya yang bisa memahami bahwa pasangannya ingin mengakhiri hubungan. Mereka tidak akan mau mengerti dan menganggap bahwa kamu sedang menyakitinya.

Pasangan posesif akan melakukan apa saja untuk membuat hidupmu tidak tenang dengan cara memberikan berbagai macam umpan seperti menelponmu berkali-kali dengan nomor yang berbeda. Tidak hanya itu, dia juga tidak akan segan membuat banyak akun palsu hanya untuk menghubungimu dan kamu membaca pesannya. Segala usaha yang kamu lakukan akan gagal ketika kamu meladeninya. Maka dari itu, jangan mudah terpancing.

Mencari Bantuan Pengamanan

Mencari Bantuan Pengamanan
Ilustrasi Ekspresi Sedih Credit: pexels.com/pixabay

Terakhir, cara melepaskan diri dari pasangan yang posesif ialah dengan meminta bantuan pengamanan dari pihak yang berwajib jika itu memang diperlukan. Tentunya langkah ini bisa kamu ambil jika pasanganmu melakukan hal-hal kekerasan yang berbau kriminal. Tentunya ini sudah diluar kapasitasmu lagi, kamu harus menghubungi polisi karena itu berbahaya.

Sebagai perempuan kamu tidak perlu takut dengan ancaman yang diberikan oleh pasangan posesif. Memang seperti itu caranya yang dipakai untuk bertahan. Kamu tidak boleh tinggal diam karena ia sama sekali tidak berhak mengambil ketenangan dan kedamaian dalam hidupmu. Jangan pernah takut untuk speak up dalam membela diri agar tidak ada lagi korban kekerasan akibat pasangannya posesif.

Lanjutkan Membaca ↓