Kehangatan dari Ketidaksempurnaan dengan 4 Saudara Tiri dari 2 Istri Papa yang Berbeda

Endah Wijayanti09 Jul 2020, 10:28 WIB
sahabat makin dewasa

Fimela.com, Jakarta Setiap keluarga memiliki banyak kisah dan makna tersendiri. Baik kisah bahagia maupun kisah yang berurai air mata. Kisah tentang orangtua, saudara, atau kerabat dalam keluarga. Ada makna dan pelajaran yang bisa dipetik dari setiap kisah yang kita miliki dalam keluarga. Melalui Lomba My Family Story ini Sahabat Fimela bisa berbagai kisah tentang keluarga.

***

Oleh: Anita Juwita

Siapa yang tidak ingin dilahirkan pada sebuah keluarga sempurna? Keluarga utuh yang mencintai satu sama lain apa pun kondisinya. Saya salah satu wanita yang tidak beruntung sepertinya, tapi saya merasa bahwa dunia menjanjikan sesuatu yang indah dari sebuah ketidaksempurnaan.

Mungkin apa yang akan saya tulis terkesan mengada-ada, jikalau saya telah menjadi anak broken home dua kali dalam hidup saya, dan bisa dikata, tiga kali "kerusakan batin" terjadi pada masa kecil saya. Bagaimana tidak, papa dan mama saya bercerai dan bertengkar hebat ketika saya berumur 5 tahun, sehingga saya harus berpisah dari mama, dan hidup dengan papa saja.

Dan ketika saya berumur 7 tahun, saya baru mengetahui jika saya memiliki kakak tiri di kota lain yang tidak pernah saya ketahui sebelumnya, dan pada akhirnya kami harus hidup bersama dan diharuskan mengerti satu sama lain dalam waktu singkat. Dan ketika kami saya berumur 8 tahun, papa saya menikah dengan seorang wanita yang pada akhirnya saya memiliki dua adik tiri. Dan pada akhirnya, papa saya pun bercerai dari pernikahan beliau terakhirnya.

Bisa dikatakan, dalam waktu 8 tahun, saya mengalami tiga momen yang tidak pernah saya lupakan. Kesempurnaan? Jauh dari keadaan keluarga saya. Hancur? Tentu saja. Singkat kata, saya memiliki empat kakak dan adik tiri dari dua istri papa yang berbeda.

Masalah Datang Silih Berganti

Kala itu, hubungan saya dan kakak beserta adik tiri saya sempat bersitegang karena keegoisan kami masing-masing. Kami sama sama berlomba untuk mencari perhatian orang tua tunggal kami yaitu papa kami, karena kami semua telah berpisah dari mama mama kandung kami.

Kami selalu merasa ada ketidakadilan dalam hubungan persaudaraan kami, dan tidak jarang kami berselisih dan berargumen satu sama lain. Seperti kertas yang telah diremukkan, ketika kertas itu dibuka kembali, ia tidak akan sempurna seperti sedia kala. Namun ada suatu hal yang papa kami lakukan pada saat kami kecil hingga beliau meninggalkan kami selamanya, beliau selalu memakai logika dan mendidik kami keras agar kami menjadi anak-anak yang kuat. Tepat ketika saya berusia 19 tahun, papa kami meninggalkan kami selama lamanya.

Kehangatan dari Keluarga yang Tidak Sempurna

teman curhat
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Ketika papa kami meninggal, kami bercerai berai. Kakak tiri saya kembali kepada mama kandungnya di kota A. Kedua adik tiri saya kembali kepada mama kandungnya di kota B, dan saya berkelana seorang diri untuk melanjutkan hidup di kota S.

Satu hal yang terjadi ketika itu, ketika kami semua dalam kesusahan hidup dan ekonomi yang hebat, kami mengingat dan menguatkan satu sama lain, yang tidak pernah kami lakukan sebelumnya. Saya yang bekerja di kota S, seringkali mengunjungi kedua adik tiri saya dan mengirimkan rejeki lebih buat mereka.

Kakak tiri saya pun seringkali menguatkan kami lewat wejangan-wejangan dan pesan-pesannya kepada kami. Sungguh, sesuatu yang tidak pernah terlintas sebelumnya. Tahun demi tahun berlalu, kami semua sudah beranjak dewasa, bekerja, dan menemukan keluarga masing-masing.

Saat ini, hubungan persaudaraan kami terpisah miles away. Tapi kami tidak henti-hentinya merindukan dan menguatkan satu sama lain, bahkan kami berkumpul pada saat-saat tertentu dan menghabiskan waktu indah bersama. Ya, keluarga kami jauh dari kata sempurna. Ibarat sebuah pohon yang rapuh dan memiliki cabang yang tumbuh ke segala arah, tapi pohon itu memiliki akar yang kuat yang selalu menopang satu sama lain.

Kami, memang bukan dari darah daging yang sama sempurna, tapi kami telah menciptakan kehangatan dari sebuah ketidaksempurnaan. Dunia, terima kasih telah mengajarkan kami arti kehangatan sebuah keluarga broken home.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓