Jangan Manja, 5 Alasan Berhenti Menangisi Pria Pecundang yang Menduakanmu

Endah Wijayanti14 Jul 2020, 15:15 WIB
pengalaman cinta bertepuk sebelah tangan

Fimela.com, Jakarta Kita tak pernah tahu isi hati seseorang. Seseorang yang tadinya begitu dekat dengan kita bisa dengan mudahnya berpindah ke lain hati. Seseorang yang dulunya mengatakan kamu adalah satu-satunya orang yang istimewa di hatinya bisa tiba-tiba menghadirkan orang baru untuk menggantikan posisimu.

Seseorang yang sudah tak lagi peduli tak perlu terlalu diratapi. Bila ia memang pindah ke lain hati, tak usah terlalu lama menahannya lagi. Kita bukan perempuan manja yang bergantung pada satu orang untuk membuat kita bahagia. Kita bukan perempuan manja yang tak bisa menemukan kebahagiaan kita sendiri. Bila seseorang memutuskan untuk pergi dengan alasan yang dibuat-buat, relakan saja ia pergi.

1. Selalu Ada Cinta yang Lebih Tepat Untukmu

Jangan buang-buang waktu untuk seseorang yang sudah tidak lagi peduli padamu. Ya, mungkin memang tidak mudah untuk melupakannya begitu saja. Namun, kamu perlu mengingatkan dirimu bahwa selalu ada cinta yang lebih tepat untukmu. Saat seseorang pergi darimu, bukan berarti itu adalah salahmu. Bisa saja karena memang dia belum pantas untukmu.

2. Hatimu Bisa Lebih Kuat dari yang Kamu Kira

Kadang kita tak sadar bahwa kita sebenarnya lebih kuat dari yang kita kira. Hati kita bisa lebih tegar daripada yang pernah kita duga. Daripada capek-capek meratapi seseorang yang sudah memutuskan untuk pergi, lebih baik kamu menata kembali hatimu. Perlahan-lahan menyatukan lagi kepingan-kepingan hati menjadi lebih utuh dari sebelumnya.

3. Kebahagiaanmu Tidak Bergantung pada Satu Orang

Masing-masing orang bertanggung jawab atas kebahagiaanya sendiri. Kehadiran seseorang dalam hidup mungkin memberi warna baru dalam diri kita. Namun, yang paling bertanggung jawab untuk membuatmu bahagia adalah dirimu sendiri. Mungkin dunia akan terasa runtuh saat orang yang kamu cintai memutuskan untuk meninggalkanmu. Akan tetapi, kamu masih punya banyak kesempatan untuk menemukan kebahagiaan-kebahagiaan baru.

A broken heart does not mean you are broken. The crack is there to let the light in. -EverydayPower

upaya untuk move on
Selalu ada cara untuk move on./Copyright shutterstock.com/g/artfotodima

4. Hidupmu Terlalu Berharga untuk Diisi dengan Terlalu Banyak Kesedihan

Sedih itu wajar. Menyesal karena merasa telah "salah memilih orang" itu juga hal yang wajar. Saat sedang patah hati, kita merasa segalanya hancur. Seakan sudah tidak ada lagi harapan dalam hidup. Hanya saja hidup ini cuma sekali. Sayang sekali bila dihabiskan untuk meratapi terlalu banyak kesedihan. 

5. Yang Membuatmu Menangis Bisa Saja Sedang Bahagia 

Dia yang sudah membuat hatimu patah bisa saja saat ini sedang tersenyum atau tertawa. Dia yang sudah meninggalkanmu bisa saja sudah melupakanmu. Jadi, untuk apa terlalu menahan kesedihan seorang diri. Kamu pun punya kehidupanmu sendiri. Saatnya untuk menata kembali hatimu dan perlahan-lahan perkuat dirimu dengan hati yang baru.

Tak perlu terlalu manja hanya mengandalkan kebahagiaan pada satu orang saja. Jangan merasa berlebihan akan kehilangan pada seseorang yang ternyata tidak benar-benar tulus mencintaimu. Justru ini saatnya untuk bersyukur akhirnya kamu bisa bebas dan terlepas dari orang yang salah.

 

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓