Usaha Keluarga Terpaksa Tutup karena Pandemi

Endah Wijayanti16 Jul 2020, 07:44 WIB
Keutamaan 10 malam terakhir ramadan

Fimela.com, Jakarta Setiap keluarga memiliki banyak kisah dan makna tersendiri. Baik kisah bahagia maupun kisah yang berurai air mata. Kisah tentang orangtua, saudara, atau kerabat dalam keluarga. Ada makna dan pelajaran yang bisa dipetik dari setiap kisah yang kita miliki dalam keluarga. Melalui Lomba My Family Story ini Sahabat Fimela bisa berbagai kisah tentang keluarga.

***

Oleh: Aya Choiriyah

Bulan Februari 2020 adalah bulan terakhir usaha travel keluarga saya beroperasi. Karena pandemi Covid-19 yang menyebar ke seluruh dunia termasuk wilayah Arab Saudi, membuat pemerintah Arab Saudi membuat kebijakan untuk sementara menutup akses untuk melakukan ibadah umroh. Hal tersebut pastinya sangat berdampak pada usaha travel keluarga saya, terlebih travel keluarga kami hanya menjalankan pemberangkan umroh saja.

Usaha travel umroh keluarga saya telah berdiri sekitar tahun 2014 dan diberi nama Travel Umroh Musafir Lintas Sahara yang memiliki domisili di wilayah Jati Sampurna, Kabupaten Bekasi. Dan sejak pemerintah Arab Saudi menutup pemberangkatan Umroh dari seluruh dunia, travel kami pun tidak bisa berbuat apa-apa dan ikut tutup. 500 orang jamaah yang sudah terdaftar di travel kami untuk rencana pemberangkatan Umroh bulan April 2020 dalam rangka Milad Travel terpaksa harus diundur hingga batas waktu yang tidak bisa diprediksi.

 

Membangun Usaha Lain

Doa Ramadan
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Dalam menjalankan travel ini, saya dan bapak dibantu dengan 15 orang karyawan lainnya, terpaksa berhenti bekerja. Saya sangat tahu kalau bapak sangat terpukul dengan penutupan ini. Bapak saya selaku Direktur Utama akhirnya dengan berat hati merumahkan para karyawan. Travel Umroh kami tutup. Otomatis keuangan kami pun juga terganggu. Terlebih saya masih mempunyai 3 adik yang masih bersekolah.

Satu bulan pertama pasca penutupan, Bapak mulai curhat tentang kesulitan keuangan. Kami sekeluarga mencari cara untuk bisa usaha kecil-kecilan. Dan akhirnya, setelah rembukan bersama kami memutuskan untuk berjualan beras. Mama berjualan di rumah, dan saya bantu dengan berjualan secara online.

Memang tidak mudah bagi kami sekeluarga menghadapi dampak dari pandemi yang terjadi di dunia ini. Tapi kami yakin, Tuhan selalu punya rencana indah di balik setiap musibah. Dan walaupun sampai saat ini, lebih dari tiga bulan berlalu perusahaan kami tutup, tetap banyak hal yang bisa kami syukuri, termasuk makin kuatnya bonding kami sekelurga. 

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓