6 Arti Mimpi yang Dijelaskan Orang Yunani Hingga Peneliti

Vinsensia Dianawanti03 Agu 2020, 14:00 WIB
Menarik Napas dan Berusaha Tenang

Fimela.com, Jakarta Kata orang, mimpi adalah kembang tidur yang tidak perlu dipikirkan. Sementara, banyak orang yang menganggap arti mimpi sebagai tanda dari sebuah peristiwa kehidupan di masa yang akan datang.

Lantas, apa sebenarnya arti yang ingin disampaikan oleh mimpi? Apakah benar arti mimpi hanya sebatas dari kembang tidur?

1. Merencanakan perang dan pengambil keputusan

Orang Mesir kuno menganggap arti mimpi sebagai bentuk penglihatan yang berbeda. Dengan pemimpi yang terlatih bisa berperan sebagai peramal yang membantu merencanaan pertempuran hingga membuat keputusan negara. Sementara orang Yunani dan Romawi menganggap arti mimpi sebagai prediksi dari peristiwa masa depan dan kunjungan dari mereka yang telah meninggal.

2. Ekspresi emosi dan konflik

Dilansir dari Time, sejumlah ilmuwan pun menjelaskan bagaimana arti mimpi secara ilmiah. Seperti Sigmund Freud yang mempertimbangkan mimpi sebagai ekspresi konflik dan keinginan yang ditekan. Sementara Carl Jung berpendapat, mimpi merupakan energi dari emosi atau pikiran yang dilepaskan dari alam bawah sadar.

 

3. Membuang memori yang tidak perlu

mimpi lagi 2
Ilustrasi./Copyright unsplash.com

Penjelasan yang menarik justru datang dari psikolog yang menilai bahwa bermimpi menjadi cara orang membuat data berlebih, menkonsolidasi informasi penting, dan menjaga kita untuk tetap waspada akan berbagai macam bahaya.

Sebuah studi pada 2007 menunjukkan bahw ketika neocortex terbakar saat tidur. Ia memberi sinyal berbagai daerah di hippocampus untuk mengunggah informasi apapun dalam penyimpanan jangka pendek. Hippocampus kemudian dibersihkan untuk mengumpulkan data lebih baik di hari berikutnya.

Sementara neocortex akan memutuskan apa yang akan ditransfer ke memori jangka panjang dan apa yang harus dibuang. Ketika data mengalir dari pikiran yang tertidur, beberapa di antaranya akan dijahit menjadi sebuah mimpi. Seringkali menyerupai konten yang samar-samar dari sebuah informasi.

 

4. Respons potensi bahaya

mimpi kompleks
Ilustrasi./Copyright unsplash.com

Ahli ilmu saraf kognitif Antti Revonsuo dari Swedia menjelaskan arti mimpi dalam teori Simulasi Ancaman. Otak merespons potensi bahaya di masa depan. Ini mungkin menjadi sumber dari mimpi yang terus menerus tentang kegagalan. Bermimpi tentang kehilangan juga direspons melalui mimpi.

5. Sebagai pemecahan masalah

Fungsi mimpi yang jauh lebih produktif adalah pemecahan masalah. Otak yang tertidur terus bekerja pada pekerjaan yang ditangani oleh pikiran sadar pada siang hari. Dalam sebuah penelitian pada 2010 menunjukkan bahwa otak seseorang akan cenderung memikirkan apa yang terjadi di siang hari dan mencoba menemukan solusinya. Citra solusi dari masalah tersebut tercermin dalam mimpi yang mereka temui saat tidur.

6. Pemenuhan harapan

Ada kalanya seseorang menaruh harapan yang tidak tersampaikan. Mimpi tentang terbang dapat mewakili keinginan untuk kebebasan. Mimpi tentang menemukan kamar baru di rumah dapat mengungkapkan keinginan untuk peluang atau hal baru.

Simak video berikut ini

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓