Menilik Pahala Puasa Arafah di Bulan Dzulhijjah yang Bertabur Berkah

Imelda Rahma30 Jul 2020, 11:45 WIB
Pahala

Fimela.com, Jakarta Menjelang Hari Raya Idul Adha, seluruh umat muslim dianjurkan untuk mengerjakan puasa Arafah. Puasa Arafah dilaksanakan pada 9 dzulhijjah, artinya berdasarkan kalender masehi dilaksanakan pada Kamis 30 Juli 2020. Hukum dari puasa sunnah ini adalah sunnah muakad yang artinya sangat dianjurkan.

Menurut hadis, keutamaan berpuasa Arafah bagi umat Muslim yang tidak tengah berhaji adalah dihapuskannya dosa selama dua tahun, setahun lalu dan setahun yang akan datang. Tentunya keistimewaan ini jangan sampai dilewatkan oleh setiap umat muslim karena bisa dijadikan sebagai investasi untuk menguragi dosa-dosa yang pernah kita lakukan setahun lalu dan setahun yang akan datang.

Dalam suatu hadis juga disebutkan bahwa Allah SWT akan membanggakan hamba-Nya yang sedang berkumpul beribadah di Arafah, tempat di hadapan para malaikat. Oleh karena itu, kaum muslimin yang tidak sedang berwukuf di Arafah pun disyariatkan beribadah sebagai gantinya berpuasa satu hari saat kaum muslimin yang berhaji berwukuf di Arafah.

Keutamaan serta pahala yang dijanjikan Allah SWT bagi hamba-Nya yang melaksanakam puasa Arafah akhirnya memotivasi umat muslim di seluruh dunia untuk melaksanakannya. Nah, agar kamu semakin termotivasi juga untuk mengerjakannya, Fimela.com kali ini akan mengulas pahala puasa Arafah di bulan Dzulhijjah yang bertabur berkah. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Dihapuskannya Dosa Setahun yang Lalu dan Setahun yang Akan Datang

Dihapuskannya Dosa Setahun yang Lalu dan Setahun yang Akan Datang
Ilustrasi Melaksanakan Puasa Arafah Credit: pexels.com/pixabay

Pahala yang utama dan istimewa dari melaksanakan puasa Arafah ialah mendapat berkah pengampunan atas dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Tentu saja pahala ini adalah ganjaran yang luar biasa dan membuktikan bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Sesuai dengan hadits berikut ini:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim).

Dicukupkan Nikmat Oleh Allah SWT

Dicukupkan Nikmat Oleh Allah SWT
Ilustrasi Berdoa Credit: pexels.com/pixabay

Berikutnya pahala yang kedua dan tidak kalah penting bagi umat muslim ialah janji Allah SWT untuk mencukupkan nikmat bagi setiap umatnya yang berhasil melaksanakan ibadah puasa Arafah. Tentu saja ini merupakan pahala yang besar karena dengan dicukupkan nikmat maka hati kita senantiasa selalu diberi ketenangan oleh Allah SWT.

Adapun peristiwa yang melatarbelakangi pahala puasa Arafah yakni dilihat berdasarkan fakta sejarah. Dalam sejarah, hari Arafah sempat membuat iri hati orang Yahudi. Hal ini terungkap dari isi hati orang Yahudi kepada Umar bin Khattab. “Ada ayat dalam kitab kalian yang kalian membacanya dan seandainya ayat tersebut turun di tengah-tengah orang Yahudi, tentu kami akan menjadikannya sebagai hari raya.

Umar bertanya, “Ayat apakah itu?” Ia menjawab, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu”.  Umar berkata, “Kami tahu hal itu yaitu hari dan tempat dimana ayat itu  turun kepada Nabi SAW. Beliau berdiri di Arafah pada hari Jumat.” (HR. Bukhari).

Peristiwa tersebut juga terangkum pada Surat Al-Maidah ayat 3, dalam ayat tersebut diejlaskan bahwa begitu besarnya hikmah ayat tersebut yang turun di Arafah pada hari Jumat sehingga orang Yahudi berkeinginan untuk menjadikannya sebagai hari raya bagi agama mereka.

Menambah Ketakwaan Ibadah Kepada Allah SWT

Menambah Ketakwaan Ibadah Kepada Allah SWT
Ilustrasi Melaksanakan Sholat Credit: pexels.com/pixabay

Berikutnya, pahala yang akan diterima oleh umat muslim yang berhasil mengerjakan puasa Arafah di bulan Dzulhijjah ialah penigkatakan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan meningkatnya iman dan takwa maka, kita senantiasa menjadi hamba yang selalu berada dalam naungan Allah SWT.

Pahala ini berkait erat dengan peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim. Seperti yang telah diketahui bahwa pada 8 Zulhijjah, Nabi Ibrahim mendapat perintah dalam mimpi untuk menyembelih Nabi Ismail. Baru pada 9 Zulhijjah inilah Nabi Ibrahim mendapat pengetahuan untuk menginterpretasikan ihwal mimpi tersebut.

Peristiwa tersebut kemudian dikenal dengan hari Arafah. Maksudnya, hari dimana Nabi Ibrahim tahu (arafa) cara untuk menafsirkan mimpinya dan melaksanakannya sesuai perintah Allah SWT. Tentu hari Arafah ini bagi Nabi Ibrahim menjadi hari yang sangat menegangkan. Pada hari itu jugalah Nabi Ibrahim membuktikan keimanan dan ketakwaannya pada Allah SWT.

Dimudahkan Jalan Menuju Surga

Dimudahkan Jalan Menuju Surga
Ilustrasi Berdoa Credit: pexels.com/pixabay

Terakhir, pahala puasa Arafah ialah janji Allah SWT untuk memudahkan jalan umat-Nya menuju surga. Hal ini tentu masih berhubungan dengan pahal utama dari puasa Arafah yakni, dihapuskannya dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang sehingga timbangan amal shaloleh akan lebih berat dibanding timbangan dosa.

Selain itu, Allah SWT juga menjanjikan umur panjang kepada umat-Nya yang melaksanakan puasa Arafah. Tidak hanya sekedar umur panjang, tetapi umur yang penuh berkah sehingga dalam menjalaninya kamu tidak akan terbebani, justru akan penuh dengan nikmat dan kebahagiaan.

Lanjutkan Membaca ↓