Rentan Terinfeksi, Layanan Kesehatan bagi Penyintas Kanker Harus Jadi Prioritas di Masa Pandemi

Vinsensia Dianawanti06 Agu 2020, 18:30 WIB
Kanker

Fimela.com, Jakarta Di masa pandemi, layanan kesehatan menjadi tempat yang sebisa mungkin dihindari oleh masyarakat. Paparan virus corona berpotensi tinggi terjadi di layanan kesehatan. Namun hal ini tidak berlaku bagi penyintas kanker.

Mereka yang menjadi penyintas kanker masih harus mengunjungi layanan kesehatan untuk mendapatkan perawatan, seperti kemoterapi maupun konsultasi dengan dokter. Di sisi lain, banyak laporan menyebut salah satu yang dapat menyebabkan terinfeksi virus corona adalah rendahnya imunitas tubuh. Sehingga penyintas kanker menjadi pihak yang memiliki risiko tinggi terpapar virus corona.

Dari survei yang dilakukan CISC dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia menunjukkan bahwa pasien onkologi memiliki tingkat infeksi sebesar 0,79%. Dibanding pasien pada umumnya dengan angka 0,39%. Pasien kanker paru-paru pun lebih rentan terinfeksi denan angka 25-38% dibanding pasien kanker lainnya.

Meski demikian, dari survei yang sama menunjukkan bahwa pasien kanker memiliki literasi protokol kesehatan yang baik untuk mencegah penularan infeksi virus corona. Yang paling penting adalah pasien kanker sebisa mungkin tidak mengalami kecemasan yang memengaruhi tingkat imunitas tubuhnya.

 

Layanan kesehatan prioritas

ilustrasi biji nangka bisa membantu mencegah kanker/unsplash
ilustrasi biji nangka bisa membantu mencegah kanker/unsplash

Masalah penyintas kanker pun tidak berhenti pada imunitas tubuh. Melainkan juga akses layanan kesehatan yang mereka butuhkan sebagai bagian dari proses penyembuhan.

"Kami sungguh berharap agar penyedia layanan kesehatan tidak mengesampingkan akses pelayanan kanker. Oleh karena itu, perlu penguatan kolaborasi antar semua pemangku kepentingan terkait kanker dalam upaya promotif, preventif, diagnosis, kuratif, rehabilitatif dan paliatif untuk penanggulangan kanker nasional di masa pandemi COVID-19 menuju adaptasi kebiasaan baru," ungkap Megawati Tanto yang merupakan penyintas kanker paru.

Untuk membantu proses pengobatan dari para penyintas kanker, diharapkan akses layanan kesehatan menjadikan mereka sebagai prioritas di masa pandemi. Penyedia layanan kesehatan pun diimbau untuk menjadikan prosedur deteksi kanker sebagai prioritas layanan kanker dan pemberian terapi lini pertama. Terutama bagi pasien baru dan stadium lanjut yang perlu diterapkan tanpa membatasi akses layanan kanker selama pandemi.

Simak video berikut ini

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓