Kenali 10 Ciri-ciri Orang Munafik dalam Islam, Salah Satunya Tidak Menepati Janji

Imelda Rahma31 Okt 2020, 00:00 WIB
Diperbarui 31 Okt 2020, 00:00 WIB
Munafik

Fimela.com, Jakarta Salah satu sifat tercela dalam Islam dan harus dijauhi oleh umat yang bertakwa ialah munafik. Menurut Islam, munafik ialah salah satu kategori atau golongan manusia yang diletakkan tarafnya lebih rendah daripada muslim biasa. Seseorang yang senang mengatakan sesuatu yang berbeda dari seharusnya dengan tujuan tertentu ini juga bisa disebut sebagai orang munafik.

Sedangkan jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, munafik ialah berpura-pura percaya atau setia dan sebagainya kepada agama dan sebagainya. Tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak. Selalu mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya dan bermuka dua.

Melalui dua definisi tadi, kamu setidaknya bisa memahami konsep dari sifat munafik yakni seseorang yang hobi melakukan kebohongan dengan maksud tujuan tertentu yang menguntungkan dirinya. Dalam kehidupan sehari-hari, mudah menemui orang dengan sifat seperti ini, maka dari itu kamu perlu berhati-hati.

Nah, agar kamu lebih waspada, ada baiknya jika kamu mengetahui ciri-ciri orang munafik dalam Islam. Untuk itu, Fimela.com kali ini akan megulas 10 ciri-ciri orang munafik dalam Islam, salah satunya tidak menepati janji. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Suka Berdusta

Suka Berdusta
Ilustrasi Mengatakan Sesuatu yang Dusta Credit: pexels.com/pixabay

Ciri-ciri orang munafik yang pertama ialah suka berdusta atau hobi mengatakan kebohongan. Dalam sebuah kitab Sahih Bukhari dan Muslim, Rasulullah pun bersabda, sebagi berikut:

"Tanda orang munafik ada tiga, salah satunya adalah jika berbicara dia dusta." (HR. Sahih dan Muslim)

Melalui sabda Rasulullah, kita mengetahui bahwa orang yang suka berkata kebohongan dengan sengaja merupakan ciri-ciri orang munafik. Hal ini dikarena tindakan berdusta ataupun berbohong merupakan tindakan yang dibenci oleh agama serta merupakan tindakan yang tercela.

Sifat suka berdusta ini nantinya akan memberikan kerugian pada orang lain dan merupakan tindakan yang lebih banyak keburukannya dibanding kebaikannya. Jika kamu senang berkata dusta, maka kamu akan sulit mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Letak kepercayaan dalam kehidupan sangatlah penting, maka celakalah bagi mereka yang mencederai kepercayaan seseorang hanya karena suka berdusta.

Berkhianat

Berkhianat
Ilustrasi Ciri-ciri Orang Munafik Credit: pexels.com/pixabay

Selanjutnya, ciri-ciri orang munafik yang kedua dalam Islam ialah berkhianat. Khianat merupakan sifat seseorang yang tidak bisa menepati apa yang telah dijanjikan oleh dirinya tanpa sebab dan kejelasan. Bahkan bila tidak ada halangan yang benar-benar menghalangi, maka ia termasuk dalam ciri-ciri orang munafik.

Berkhianat sama saja dengan tidak bertanggungjawab atas janji yang telah ia berikan pada orang lain. Islam pun sangat membenci dan juga melarang umatnya untuk berkhianat. Hal ini karena akan ada seseorang yang tersakiti jika kepercayaannya dikhianati. Maka dari itu, hindarilah membuat janji yang sekiranya tidak bisa kamu tepati agar kamu tidak berkhianat dan menjadi bagian dari orang-orang munafik.

Fujur dalam Setiap Pertikaian

Fujur dalam Setiap Pertikaian
Ilustrasi Ciri-ciri Orang Munafik Credit: pexels.com/pixabay

Berikutnya, ciri-ciri orang munafik dalam Islam yang ketiga ialah fujur dalam setiap pertikaian. Maksud dari kata fujur ini adalah sebuah sikap yang keluar secara berlebihan dan melampaui batas saat berada dalam sebuah pertikaian secara sengaja.

Hal ini dilakukan agar orang yang melakukan fujur dapat memenangkan pertikaian. Ia sengaja bersikap fujur dengan memperbesarkan masalah atau suatu dampak agar orang yang bertikai dengannya terlihat sangat salah dan ia menjadi pihak yang paling dirugikan. Fujur juga bisa dikatakan sebagai sifat licik dalam sebuah pertikaian.

Tentu saja sikap fujur ini tidak baik kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari karena akan merugikan orang lain, apalagi jika pertikaianmu itu melibatkan banyak orang dengan suatu kepentingan yang amat besar. Dengan sengaja berbuat fujur, kamu tidak hanya menjadi bagian dari orang munafik tetapi juga sedang menindas saudaramu sendiri secara tidak langsung.

Bersikap Riya

Bersikap Riya
Ilustrasi Ciri-ciri Orang Munafik Credit: pexels.com/pixabay

Keempat, ciri-ciri orang munafik dalam Islam yang lainnya ialah bersikap riya. Bisa dikatakan bahwa riya adalah cara menunjukkan kesombongan secara tidak langsung atau secara halus. Bersikap riya adalah tindakan seseorang yang senang memamerkan sesuatu agar dilihat dan mendapatkan pujian dari orang lain ini tentu saja tidak baik.

Tentu saja seseorang yang memiliki sifat riya ini nantinya akan mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT. Hal ini pun dijelaskan dalam Al-Quran Surat Al-Maa’un ayat 4 sampai 7.

“4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. 5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. 6. orang-orang yang berbuat riya. 7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna, sedikit Berzikir.”

Senang Melebihkan-lebihkan Sesuatu

Senang Melebihkan-lebihkan Sesuatu
Ilustrasi Ciri-ciri Orang Munafik Credit: pexels.com/pixabay

Kelima, ciri-ciri orang munafik dalam Islam ialah senang melebih-lebihkan sesuatu. Melebih-lebihkan disini maksudnya adalah suka memberikan ‘bumbu’ tambahan dalam menyampaikan sesuatu. Misalnya, kamu sedang memberi tahu suatu kejadian, maka jika kamu menambahkan sesuatu selain dari apa yang terjadi, itu artinya kamu sudah melebih-lebihkan fakta yang ada.

Tentu saja tindakan ini dilakukan dengan motif, salah satunya memengaruhi orang jika kamu memiliki tujuan tertentu. Sebaiknya tindakan seperti ini dihindari karena akan merugikan orang lain. Hal ini juga bisa menimbulkan kesalahpahaman bahkan konflik baru dalam sebuah pertikaian.

Meragukan Agama Islam

Meragukan Agama Islam
Ilustrasi Belajar Agama Credit: unsplash.com/Lisda

Keenam, ciri-ciri orang munafik selanjutnya ialah mereka yang meragukan agama Islam dan mempertanyakannya. Seorang muslim yang masih memiliki keraguan dalam hatinya, artinya ia tidak beriman dan tidak pula mempercaya Allah SWT. Oleh karena itu, menjadi mudah untuk orang munafik berdusta dan melakukan kegiatan maksiat.

Jika kamu melihat seseorang mudah berkhianat, maka pastikan juga tingkat ketakwaannya kepada Allah SWT. Sebaiknya kamu perlu berhati-hati dan waspada karena orang yang munafik dan tidak memiliki iman mudah melakukan berbagai kesesatan.

Berbangga Diri atas Dosa yang Diperbuat

Berbangga Diri atas Dosa yang Diperbuat
Ilustrasi Muslimah Credit: unsplash.com/Aziz

Ciri-ciri orang munafik yang ketujuh ialah merasa bangga ketika telah membuat atau mengerjakan dosa. Tidak ada rasa bersalah ataupun menyesal saat melakukan maksiat adalah ciri bahwa orang tersebut adalah orang yang munafik. Orang yang beriman akan menyesal dan memohon ampun, sementara orang munafik justru merasa telah melakukan sesuatu yang hebat dengan dosa tersebut.

Maka, hendaknya kamu berhati-hati dengan apa yang kamu kerjakan, jika hal tersebut adalah termasuk perbuatan dosa, maka sebaiknya ditinggalkan. Tidak ada kebaikan dalam perbuatan dosa, yang ada hanya catatan amal buruk yang akan memberatkanmu di hari pembalasan nanti.

Memiliki Iri Hati dan Dengki

Memiliki Iri Hati dan Dengki
Ilustrasi Muslimah Credit: unsplash.com/Imat

Ciri-ciri orang munafik yang kedelapan ialah iri hati dan dengki. Orang munafik akan mudah merasa benci dan iri terhadap kebahagiaan dan rizki yang diterima oleh orang lain. Biasanya hatinya akan panas sembari mengucapkan doa-doa yang buruk agar orang yang dibenci segera mendapat musibah.

Orang munafik tidak senang melihat orang lain bahagia, maka dari itu hatinya akan selalu dipenuhi dengan dendam, kebencian, dan amarah. Rasa sabar pun jauh dari mereka yang hatinya penuh dengan iri dengki. Padahal sebagai munslim, kita dianjurkan untuk bisa bersabar dan bersyukur dengan keadaan sehingga tidak mudah dihinggapi rasa iri dan dengki.

Orientasinya Hanya Pada Duniawi

Orientasinya Hanya Pada Duniawi
Ilustrasi Menghambur-hamburkan Uang Credit: unsplash.com/freestocks

Ciri-ciri orang munafik yang kesembilan ialah berorientasi pada duniawi semata. Orang munafik yang lemah keimanannya tidak akan percaya dengan adanya hari akhir dan pembalasan sehingga yang dipikirkannya hanya masalah yang bersifat keduniawian, seperti mengumpulkan kekayaan dan lupa untuk beribadah kepada Allah SWT.

Orang munafik tidak peduli dengan bekalnya nanti di akhirat, yang dipikirkannya hanya bagaimana cara agar hidup senang di dunia. Bahkan, mereka rela mengorbankan apa saja demi kekayaan yang dimiliki. Oleh karena itu, jika kamu tidak ingin menjadi orang yang munafik, maka seimbangkan antara urusan dunia dan urusan akhirat.

Hobi Menyebar Fitnah

Hobi Menyebar Fitnah
Ilustrasi Menyebarkan Fitnah Credit: unsplash.com/Adam

Terakhir, ciri-ciri orang munafik dalam Islam yang perlu kamu tahu ialah mereka yang senang menyebar fitnah dan berita bohong kepada sesama. Biasanya orang yang hobi menyebar gosip adalah orang yang berpotensi memiliki sifat munafik karena mereka senang menceritakan hal-hal buruk tentang orang lain.

Perlu kamu ketahui bahwa perbuatan fitna jauh lebih kejam dibanding pembunuhan, itulah mengapa kita sering dianjurkan untuk menjaga lisan karena apa yang sudah kita bicarakan dan didengar oleh orang lain tidak bisa kita tarik kembali. Maka dari itu , Islam selalu mengajarkan umatnya tentang berbicara mengenai kebenaran dan menghindari dusta seperti menyebar fitnah yang penuh keburukan.

Lanjutkan Membaca ↓