Penyebab dan Ciri-ciri Psikopat yang Harus Diketahui

Kezia Prasetya Christvidya03 Agu 2020, 19:15 WIB
psikopat-kezo

Fimela.com, Jakarta Psikopat merupakan gejala kelainan mental yang sangat berbahaya. Menurut kedokteran jiwa, psikopat termasuk dalam klasifikasi gangguan kepribadian anti sosial. Ciri-ciri seorang psikopat atau psikopati harus disadari sedari sekarang, untuk menjaga diri dan lingkungan saat bersosialisasi.

Di dalam kasus kriminal, biasanya psikopat ditandai sebagai pembunuh, pemerkosa, pemabuk, penjudi, penipu, pelaku kekerasan dan pelaku bunuh diri. Namun seorang psikopat agak susah untuk ditandai, karena memiliki kepribadian yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, menyenangkan dan memiliki daya tarik tersendiri.

Berikut penyebab dan ciri-ciri psikopat yang harus disadari sejak sekarang, agar tidak membahayakan lingkungan sekitar, dilansir dari berbagai sumber:

Penyebab Psikopat

ilustrasi penyebab psikopat/unsplash
ilustrasi penyebab psikopat/unsplash

Penyebab seseorang menjadi psikopat, sebenarnya belum bisa dipastikan, karena banyak teori yang ditemukan oleh para peneliti. Ada teori kelainan struktural otak yang bisa menyebabkan seseorang menjadi psikopat, seperti penurunan intesitas otak dan penurunan volume otak. Ada juga teori gangguan metabolisme serotonin, gangguan fungsi otak dan genetik, yang bisa menyebabkan seseorang menjadi psikopat.

Penyebab psikopat juga bisa karena adanya faktor genetik dan lingkungan, seperti stres atau tekanan hidup yang bisa mempengaruhi perilaku seseorang. Psikopat juga bisa disebabkan karena faktor trauma, misalnya seorang anak terlalu sering mendapatkan perilaku kekerasan, kemudian ia memendam perasaan sakit itu, dan berbuat sesuatu yang diluar batas normal seperti pembunuhan.

Karena menurut sebuah penelitian, seorang psikopat memiliki latar belakang pada saat kecil, ia tidak bisa mengembangkan emosinya secara normal dan terlalu banyak tekanan sedari kecil.

Ciri-ciri Psikopat

ilustrasi ciri-ciri psikopat/unsplash
ilustrasi ciri-ciri psikopat/unsplash

Walaupun tidak bisa dilihat secara spesifik, seorang piskopat bisa ditandai dengan beberapa ciri-ciri yang terlihat seperti tidak mudah mengendalikan diri, tidak memiliki empati, tidak pernah merasa bersalah, suka berbohong dan terlalu cerdas.

Jika ada sesuatu yang menyinggung tentang dirinya dan membuatnya marah, seorang psikopat bisa membalsa dengan melukai lawannya tanpa merasa bersalah. Karena seorang psikopat memiliki emosi yang susah dikendalikan, dan ia akan mudah tersakiti walaupun hanya karena hal yang sepele.

Seorang psikopat juga memiliki ciri-ciri atau terkenal dengan perasaan yang dingin. Karena ia tidak pernah takut melakukan apapun. Bahkan pada saat melukai atau membunuh orang lain, ia tidak akan merasa gemetaran, berkeringat atau jantung yang berdebar. Perasaan dingin ini juga muncul, karena seorang psikopat lebih peduli dengan kepuasaannya sendiri, dibanding dengan mempedulikan nasib orang lain.

Jenis Psikopat

ilustrasi jenis psikopat/unsplash
ilustrasi jenis psikopat/unsplash

Menurut Hervey Checkley, dalam bukunya The Mask of Sanity (1941), ternyata seorang psikopat terbagi kedalam empat jenis yaitu primary psychopath, secondary psychopath, distempered psychopath dan charismatic psychopath.

Primary psychopath merupakan jenis psikopath yang bergeming pada hukuman, penahanan, tekanan atau celaan. Jenis psikopat yang satu ini masih bisa memahami setiap kata dan kehidupan yang ia alami.

Secondary Psychopath merupakan seseorang yang suka mengambil resiko. Psikopat yang satu ini sangat mudah tertekan, mudah cemas dan merasa bersalah.

Distempered Psychopath merupakan psikopat yang cenderung mudah marah. Ia memiliki ciri-ciri hampir seperti penderita epilepsi saat kambuh. Dan biasanya psikopat jenis ini memiliki ciri-ciri sebagai pecandu obat, kleptomania, pedofilia, pemerkosa dan pembunuh.

Charismatic Psychopath merupakan psikopat yang suka berbohong, dan memiliki penampilan yang menarik dan menawan. Ia memiliki bakat tertentu yang digunakan untuk memanipulasi lawan. Bahkan ia bisa membujuk oranglain untuk melakukan tindakan bunuh diri.

Lanjutkan Membaca ↓