4 Tradisi yang Masih Tetap Dilestarikan Masyarakat Jawa

Gayuh Tri Pinjungwati05 Agu 2020, 16:15 WIB
tradisi jawa

Fimela.com, Jakarta Suku Jawa dikenal sebagai suku dengan jumlah penduduk terbesar di seluruh Indonesia. Selain dikenal memiliki kepribadian yang ramah, lemah lembut, masyarakat Jawa memiliki tradisi dan budaya yang beraneka ragam. Seperti beberapa tradisi yang sering dilakukan oleh masyarakat Jawa.

Sekaten

Sekaten adalah upacara tradisional Jawa yang diadakan dalam 7 hari sebagai peringatan Maulid Nabi Muhammad. Upacara ini berasal dari kota Surakarta dan Yogyakarta. Berdasarkan asalnya, istilah Sekaten adalah upacara yang berasal dari istilah Syahadatain yang dalam Islam dikenal sebagai frasa tauhid. Upacara Sekaten dilakukan dengan melepas dua alat gamelan dari Keraton yaitu gamelan Kyai Gunturmadu dan gamelan Kyai Guntursari untuk ditematkan di Masjid Agung Surakarta.

Pernikahan

Dalam pernikahan tradisional Jawa juga dikenal dengan upacara pernikahannya yang sangat unik dan sakral. Tradisi pernikahan ini memiliki beberapa tahapan yang harus dilalaui loleh pengantin perempuan dan pria. Banyak tahapan yang harus dilalui mulai dari upacara siraman, upacara ngerik, midodareni, peningsetan, temu pengantin, ritual kacar-kucur, dhahar kembul, sungkeman dan sebagainya.

Dalam pernikahan tradisional Jawa juga dikenal dengan upacara pernikahannya yang sangat unik dan sakral. Tradisi pernikahan ini memiliki beberapa tahapan yang harus dilalaui loleh pengantin perempuan dan pria. Banyak tahapan yang harus dilalui mulai dari upacara siraman, upacara ngerik, midodareni, peningsetan, temu pengantin, ritual kacar-kucur, dhahar kembul, sungkeman dan sebagainya.

Tedak Siten

tedak siten
Ilustrasi/copyrighthsutterstock/SyirulBaryFirmansyah

Upacara tedak siten adalah upacara tradisional Jawa yang diadakan untuk bayi berusia 8 bulan ketika mereka mulai belajar berjalan. Tujuan dari upacara ini adalah sebagai ungkapan terima kasih atas kesehatan anak yang sudah mulai menapaki alam sekitarnya.

Tingkeban

Upacara tingkeban atau mitoni dilakukan ketika seorang perempuan hamil denga kandungan berusia 7 bulan. Rangkaian upacara yang harus dijalankan dalam upacara mitoni meliputi siraman dengan air bunga. Setelah itu ibu didoakan oleh para penatua agar bayi yang dikandung selamat sampai proses persalinan selesai.

Berikut tadi beberapa tradisi yang masih berjalan di masyarakat Jawa. Bahkan tradisi ini tetap dilestarikan hingga saat ini.

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓