Melihat Keindahan Akuarium Berisikan Ikan Hias Air Tawar

Meita Fajriana05 Agu 2020, 18:30 WIB
Ikan hias air tawar

Fimela.com, Jakarta Ikan betta yang dikenal oleh masyarakat sebagai nama ikan cupang adalah salah satu ikan hias asli Indonesia yang sudah sangat familiar sebagai ikan hias favorit masyarakat Indonesia. Pada awalnya masyarakat mengenal jenis ikan cupang dengan jenis ikan cupang liar dan ikan cupang aduan yang di periode tahun 90an hingga hari ini masih diminati untuk mengukur ketahanan ikan cupang dibandingkan ikan cupang lain.

Namun seiring waktu dan kebutuhan akan ikan hias yang sangat tinggi, ikan cupang kemudian bermutasi dengan menjadi ikan cupang hias yang saat ini ketika masa pandemi covid 19 banyak diminati oleh masyarakat Indonesia untuk menghilangkan kejenuhan ketika lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja.

”Memelihara ikan cupang hias saat ini seperti mengingatkan saya saat kecil, ketika itu saya memiliki ikan cupang jenis aduan untuk di adu dengan teman-teman,” kata Erwin Burhanuddin penghobi dan penjual ikan cupang di daerah Pamulang, Tangerang Selatan.

Berbeda dengan ikan cupang, ikan guppy merupakan ikan hias asli dari amerika tengah dan amerika selatan. Ikan guppy masuk ke Indonesia pada awal 1920, saat itu ikan guppy tidak langsung menjadi ikan hias, namun digunakan untuk memakan jentik/larva nyamuk malaria. Seiring berkembangnya jumlah peminat ikan guppy, jenis ikan guppy berkembang sangat banyak, bahkan bisa dikatakan jumlah jenis yang dimiliki oleh ikan guppy saat ini yang paling banyak dibandingkan ikan hias yang lain.

“Jenis ikan guppy yang saat ini tercatat di seluruh dunia ada ratusan jenis dan akan terus bertambah dengan proses penyilangan dari breeder seluruh dunia yang tidak pernah berhenti, bahkan di Indonesia ada satu farm ikan guppy yang memiliki koleksi jenis ikan guppy lebih dari 150 jenis ikan guppy,” kata Sahlan Rosyadi President Indonesia Guppy Popularize Association (IGPA) yang menaungi ribuan penghobi ikan guppy di seluruh Indonesia.

Sebagai dua jenis ikan hias ikan tawar berukuran kecil yang paling populer saat ini, ikan cupang dan ikan guppy tercatat sebagai jenis ikan hias yang paling relevan dengan frase “ikan hias” dalam mesin pencarian google dalam periode 3 bulan terakhir. Tingkat popularitas Ikan cupang dan ikan guppy tidak lepas dari keindahan dari kedua ikan hias tersebut. Selain itu metode perawatan dari ikan cupang dan ikan guppy yang sangat mudah.

“Yang membuat ikan cupang sangat populer di tengah masyarakat, pertama karena faktor keunikan dan keindahan sirip dan ekor yang besar seperti ikan yang sedang menggunakan gaun. Berikutnya adalah ikan cupang hampir sama dengan ikan guppy dalam perawatan, kedua ikan hias ini cenderung sangat mudah dalam hal perawatan,” kata Erwin Burhanuddin yang sudah menggeluti memelihara dan jual beli ikan cupang dari tahun 2017.

 

Perbedaan karakter ikan guppy dan cupang

Ikan hias
Melihat keindahan ikan hias air tawar paling populer di Indonesia yaitu guppy dan cupang/ Photo by Claudio Guglieri on Unsplash

Perbedaan utama antara ikan guppy dan ikan cupang dalam hal pemeliharaan adalah karakter kedua ikan hias ini yang sangat berbeda. Ikan cupang mempunyai karakter soliter atau penyendiri dan cenderung agresif. Dalam satu akuarium, ikan cupang tidak bisa disatukan dengan ikan cupang yang lain, sehingga jika ingin memiliki beberapa ekor ikan cupang, kita harus menyediakan jumlah aquarium yang sama dengan jumlah ikan cupang yang kita miliki.

Sangat berbeda dengan Ikan guppy yang mempunyai karakter berkoloni dan tidak agresif dengan ikan guppy yang lain. Jadi ketika kita ingin memelihara beberapa ekor ikan guppy, kita hanya perlu menyiapkan satu akuarium untuk berapapun jumlah ikan guppy yang kita miliki.

 

Melihat ikan di aquarium memberikan efek relaksasi

Ikan hias
Melihat keindahan ikan hias air tawar paling populer di Indonesia yaitu guppy dan cupang./ Photo by zhengtao tang on Unsplash

Meningkatnya jumlah peminat ikan hias terutama ikan cupang dan ikan guppy yang tercatat oleh beberapa laporan media di masa pandemi covid-19 harusnya menjadi berita baik. Karena menurut riset Plymouth University and University of Exeter pada 2015, memandang akuarium punya efek positif secara fisik dan psikologis, serta melihat ikan berenang dalam akuarium dapat menurunkan tekanan darah dan denyut jantung.

“Meningkatnya jumlah peminat dan pembelian ikan cupang dan ikan guppy pada masa pandemi covid19 ini sangat dirasakan manfaatnya oleh banyak sekali breeder di seluruh Indonesia, mudah-mudahan hal tersebut dapat memacu seluruh breeder ikan cupang dan ikan guppy untuk mempertahankan kualitas ikan dan tidak lupa terus berinovasi untuk melahirkan jenis-jenis baru yang sebenarnya hal tersebut sangat dinantikan oleh penggemar ikan cupang dan ikan guppy,” tutup Ahmad Taufik Managing Director Swasti Farm yang dikenal sebagai farm ikan guppy paling besar dan modern di Indonesia.

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓