Lebih Dekat dengan Inflasi, Salah Satu Faktor Penyebab Resesi Ekonomi

Imelda Rahma06 Agu 2020, 12:45 WIB
Inflasi

Fimela.com, Jakarta Jurang resesi kini menjadi isu hangat yang tengah ramai diperbincangkan, terutama prediksi bahwa Indonesia akan mengalaminya. Dilansir dari Liputan6.com, didapatkan informasi bahwa beberapa negara besar di dunia seperti, Amerika Serikat dan Singapura bahkan telah mengalami resesi akibat dampak wabah virus corona yang sampai saat ini masih terus berjaya menginfeksi ribuan orang.

Negara-negara besar yang mengalami resesi pada umunya memiliki kesamaan kasus yakni, lesunya aktivitas perekonomian sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi negara. Hal ini tentu tidak bisa dipungkiri karena semenjak wabah ini muncul, kebijakan lockdown dan social distancing membuat banyak sektor perekonomian melemah sampai gulung tikar.

Salah satu indikator maupun faktor yang berperan penting dalam menentukan kondisi apakah sebuah negara memasuki jurang resesi atau tidak ialah inflasi. Inflasi adalah kondisi dimana harga-harga produk atau komoditas dalam negeri mengalami peningkatan secara tajam yang dinilai akan mengakibatkan daya beli masyarakat menurun lalu berimbas pada turunnya keuntungan perusahaan.

Untuk lebih jelasnya, Fimela.com kali ini mengulas secara mendalam mengenai inflasi selaku faktor penyebab resesi ekonomi. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Mengenal Konsep Inflasi dalam Ekonomi

Mengenal Konsep Inflasi dalam Ekonomi
Ilustrasi Konsep Inflasi Credit: pexels.com/pixabay

Jika merujuk pada Bank Indonesia, secara sederhana inflasi diartikan sebagai kenaikan harga secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas atau mengakibatkan kenaikan harga pada barang lainnya.

Dalam dinamika perubahan ekonomi, inflasi akan selalu hadir dan menjadi konsep ekonomi alamiah yang timbul akibat gejala-gejala ekonomi dimasyarakat. Tidak mengherankan jika sampai saat ini, inflasi menjadi faktor yang berpengaruh dalam stabilitas pertumbuhan ekonomi suatu negara dan menjadi perhatian masyarakat umum, dunia usaha, bank sentral, dan pemerintah.

Penyebab Munculnya Inflas Pada Pertumbuhan Ekonomi Negara

Penyebab Munculnya Inflas Pada Pertumbuhan Ekonomi Negara
Ilustrasi Penyebab Inflasi Credit: pexels.com/pixabay

Sebagai gejala ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, inflasi bisa muncul karena disebabkan oleh beragam faktor. Faktor-faktor tersebutlah yang melatarbelakangi alasan kenaikan harga-harga produk dan komoditas dalam negeri menjadi meningkat. Adapun faktor-faktor tersebut yakni:

  • Inflasi Kenaikan Biaya Produksi (Cost Push Inflation)

Faktor pertama yang menyebabkan inflasi ialah kelangkaan produksi dan/atau juga termasuk adanya kelangkaan distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada perubahan yang meningkat secara signifikan.

Berkurangnya produksi bisa terjadi akibat berbagai hal seperti masalah pada sumber produksi bencana alam, cuaca atau kelangkaan bahan baku untuk menghasilkan produksi tersebut. Sehingga memicu kelangkaan produksi di pasaran.

Selain itu, meningkatnya biaya produksi juga bisa disebabkan oleh kenaikan harga misalnya kenaikan harga bahan baku. Kenaikan harga bahan baku juga tidak lepas dari kelangkaan produksinya itu sendiri.

  • Inflasi Permintaan (Demand Pull Inflation)

Faktor kedua yang menyebabkan munculnya inflasi ialah permintaan atau daya tarik masyarakat yang kuat terhadap suatu barang. Inflasi terjadi karena munculnya keinginan berlebihan dari suatu kelompok masyarakat yang ingin memanfaatkan lebih banyak barang dan jasa yang tersedia di pasaran.

Berdasarkan kondisi keinginan yang terlalu berlebihan itu, permintaan menjadi bertambah, sedangkan penawaran masih tetap yang akhirnya mengakibatkan harga menjadi naik.

  • Tingginya Peredaran Uang

Faktor ketiga yang menyebabkan munculnya inflasi ialah kondisi dimana uang yang beredar di masyarakat lebih banyak dibanding yang dibutuhkan. Ketika jumlah barang tetap sedangkan uang yang beredar meningkat dua kali lipat, maka bisa terjadi kenaikan harga-harga hingga 100%.

Hal ini bisa terjadi ketika pemerintah menerapkan sistem anggaran defisit, dimana kekurangan anggaran tersebut diatasi dengan mencetak uang baru. Namun hal ini malah membuat jumlah uang yang beredar di masyarakat semakin bertambah dan mengakibatkan inflasi.

Cara Menangani Inflasi

Cara Menangani Inflasi
Ilustrasi Penanganan Inflasi Credit: pexels.com/pixabay

Beradasarkan kondisi saat ini, nampaknya inflasi bukanlah fenomena yang baik bagi pertumbuhan ekonomi karena dapat mengakibatkan suatu negara memasuki jurang resesi. Oleh karena itu, ketia inflasi ini terjadi maka pemerintah harus tahu cara yang tepat untuk mengantisipasinya. Adapun cara yang biasa digunakan untuk menangani inflasi yakni:

Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran anggaran pemerintah. Kebijakan fiskal yang dilakukan pemerintah untuk mencegah inflasi adalah dengan mengurangi pengeluaran pemerintah, meningkatkan tarif pajak, serta melakukan pinjaman.

Kebijakan Nonmoneter dan Nonfiskal

Selain kebijakan fiskal dan moneter, cara mengatasi inflasi oleh pemerintah juga dapat dengan meningkatkan hasil produksi, mempermudah masuknya barang impor, menstabilkan pendapatan masyarakat (tingkat upah), menetapkan harga maksimum, serta melakukan pengawasan dan distribusi barang.

Lanjutkan Membaca ↓