Sepakat dengan Cinta yang Tak Harus Memiliki, Hidup Bisa Lebih Bahagia

Endah Wijayanti06 Agu 2020, 12:35 WIB
menikah garden party

ringkasan

  • Tidak Semua Orang Layak untuk Dipertahankan atau Diperjuangkan
  • Cinta Tak Bisa Menyembuhkan Segalanya
  • Membuka Lembaran Baru Kadang Perlu Diawali dengan Merelakan
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Pernah dengar ungkapan tentang cinta yang tak harus memiliki? Ungkapan ini mungkin kesannya kita terlalu pasrah pada keadaan dan tidak mau memperjuangkan cinta. Namun, dalam beberapa kasus justru membebaskan, melepaskan, atau merelakan seseorang bisa jadi pilihan yang paling bijak.

Tidak semua orang sepakat dengan cinta yang tak harus memiliki. Ya, tentu saja tidak bisa menghakimi atau menyamaratakan mana yang benar dan mana yang salah. Kali ini yang akan coba kita bahas adalah sudut pandang tentang bagaimana hidup bisa lebih bahagia saat kita berani memilih untuk melepaskan atau merelakan seseorang.

1. Tidak Semua Orang Layak untuk Dipertahankan atau Diperjuangkan

Kamu berhak bahagia. Kamu berhak menjalani hidupmu dengan tenang. Ketika seseorang yang kamu cintai dengan sepenuh hati malah mengkhianati atau melukaimu, tak apa melepaskannya pergi. Saat seseorang yang kamu cintai ternyata malah menjauhimu dan ternyata tak punya perasaan khusus padamu, tak apa untuk berhenti mengharapkannya. Akan selalu ada fase-fase seseorang datang dan pergi, sehingga saat tak bisa memiliki seseorang maka kita perlu menerima realitanya.

2. Memaksakan Perasaan Hanya akan Menambah Luka

Kamu mencintainya tapi ternyata dia mencintai seseorang yang lain. Bila seperti ini, maka ada baiknya memang untuk melepaskannya. Tak perlu memaksakan perasaannya. Memaksa seseorang untuk menyukaimu dengan kadar yang sama besarnya dengan caramu menyukainya juga bukan hal yang bijak. Bila memang harus memilih jalan yang berbeda, tak apa untuk tak memilikinya.

3. Cinta Tak Bisa Menyembuhkan Segalanya

cara move on
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@d-ng-nhan-324384

Yang menyertai cinta bukan hanya kebahagiaan. Ada kesedihan, kekecewaan, dan air mata yang kadang menyertainya. Ada saatnya melepas seseorang adalah salah satu cara untuk menghapus kesedihan. Supaya kita bisa melanjutkan hidup dengan hati dan langkah yang lebih ringan. Dalam jatuh bangun menjalin hubungan misalnya, selain perlu belajar menerima seseorang kadang kita pun perlu belajar untuk merelkan seseorang demi kebaikan bersama.

4. Membuka Lembaran Baru Kadang Perlu Diawali dengan Merelakan

Supaya bisa move on, maka perlu ada yang ditinggalkan dan direlakan. Merelakan seseorang yang telah melukai dan menorehkan luka bisa sangat membantumu untuk melangkah ke depan dengan langkah yang lebih ringan. Cinta tak harus memiliki sebab kadang kenyataan hidup berjalan di luar perkiraan dan keinginan kita.

Kalau menurut Sahabat Fimela sendiri bagaimana? Sepakat tidak dengan cinta yang tak harus selalu memiliki?

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓