Sinusitis, Penyakit Pada Sistem Pernapasan yang Bisa Menimbulkan Komplikasi

Imelda Rahma06 Agu 2020, 14:35 WIB
Sinus

Fimela.com, Jakarta Salah satu penyakit yang menyerang dan mengganggu sistem pernapasan ialah sinusitis. Walaupun tidak termasuk penyakit akut yang amat berbahaya namun kamu tetap perlu waspada dan harus segera ditangani apabila terkena sinusitis karena yang diserang adalah bagian penting dari tubuh yakni, sistem pernapasan manusia.

Bisa dikatakan bahwa penyakit sinusitis merupakan penyakit yang gejalanya sulit dideteksi bahkan bisa tidak disadari karena mirip dengan flu biasa. Namun, kamu patut berhati-hati jika mengalami flu dan tidak kunjung sembuh dalam waktu yang lama, bisa jadi itu bukan flu biasa melainkan sinusitis.

Jika kamu sudah terdeteksi terkena sinusitis maka sebaiknya segera ditangani dengan penanganan yang tepat. Jika tidak, sinusitis dapat menyebabkan sejumlah komplikasi pada tubuh dan hal itu berbahaya. Komplikasi yang bisa disebabkan oleh sinusitis diantaranya ialah infeksi tulang dan infeksi pada organ vital lainnya seperti otak dan mata.

Nah, ada baiknya kamu mulai mengenali penyakit ini serta mempelajari gejala hingga cara penanganannya. Untuk itu, Fimela.com kali ini akan mengulas sinusitis sebagai penyakit pada sistem pernapasan yang bisa menimbulkan komplikasi. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Seputar Penyakit Sinusitis

Seputar Penyakit Sinusitis
Ilustrasi Penyakit Sinusitis Credit: pexels.com/pixabay

Sinusitis merupakan penyakit akibat inflamasi atau peradangan pada dinding sinus. Sinus sendiri adalah rongga kecil yang saling terhubung melalui saluran udara di dalam tulang tengkorak. Sinus terletak di bagian belakang tulang dahi, bagian dalam struktur tulang pipi, kedua sisi batang hidung, dan belakang mata.

Sinus menghasilkan lendir atau mukus yang berfungsi untuk menyaring dan membersihkan bakteri atau partikel lain dalam udara yang dihirup. Selain itu, sinus juga berfungsi untuk membantu mengendalikan suhu dan kelembapan udara yang masuk ke paru.

Namun, kondisi sinus menjadi rusak atau tidak bisa menjalankan fungsinya jika terjadi peradangan pada dindingnya akibat infeksi kuman. Infeksi ini akhirnya menyebabkan rongga sinus terisi cairan dan bakteri sehinggan terjadi penyumbatan.

Untuk kasus sinusitis yang lebih parah, yaitu peradangan sinus dalam waktu yang lama sekitar 3 bulan dan sering kambuh, ini disebut dengan sinus kronis.

Penyebab Penyakit Sinusitis

Penyebab Penyakit Sinusitis
Ilustrasi Penyakit Sinusitis Credit: pexels.com/pixabay

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa penyakit sinusitis sendiri ditimbulkan oleh peradangan yang menyebabkan infeksi. Infeksi ini bisa disebabkan oleh virus, alergi, atau faktor pemicu lainnya. Hal ini menyebabkan sinus tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

Bila pada kondisi normal, sel dinding sinus akan menghasilkan lendir atau mukus untuk membantu mengeluarkan alergen atau polutan dari rongga hidung. Namun, dalam kondisi terinfeksi maka lendir justru akan terperangkap, volumenya akan bertambah, dan berisi bakteri atau virus. Karena terinfeksi, sel-sel yang ada di dalamnya pun akan meradang.

Perlu diketahui ada beberapa faktor juga yang dapat memicu sinusitis, beberapa faktor diantaranya ialah seperti berikut ini:

Virus

Virus terutama flu dapat mempengaruhi sistem saluran hidung. Dekatnya hidung dengan salah satu rongga sinus dapat memicu virus berpindah dari hidung ke sinus dan menyebabkan peradangan.

Rhinitis Alergi

Rhinitis alergi merupakan jenis radang membran hidung ketika bersentuhan dengan allergen. Rhinitis alergi terjadi karena sistem imun melepaskan zat yang melindungi tubuh dari benda-benda asing yang dapat menyebabkan alergi. Gejala dari rhinitis sendiri mirip dengan sinusitis yaitu meler dan hidung tersumbat. Rhinitis alergi dapat menjadi salah satu faktor pemicu sinusitis.

Polip Hidung

Polip merupakan daging kecil yang tumbuh disekitar sinus dan hidung. salah satu penyebabnya adalah mukus yang sangat tebal hingga membetuk daging.polip dapat menghambat saluran sinus dan hidung hingga menyebabkan peradangan.

Gangguan Sistem Imun

Orang yang memiliki sistem imun lemah akan rentan terserang penyakit salah satunya adalah penyakit sinusitis. Salah satu contoh lemahnya sistem imun adalah penderita HIV/AIDS.

Infeksi Gigi

Kesehatan gigi juga menjadi salah satu faktor yang dapat memicu penyakir sinusitis. Bakteri penyebab infeksi gigi yang bersarang di mulut dapan menyebar ke rongga sinus jika tak segera ditangani.

Kelainan Tulang

Sinusitis juga dapat disebabkan oleh kelainan tulang antara rongga hidung atau terjadinya pergeseran rongga hidung.

Gejala Penyakit Sinusitis

Gejala Penyakit Sinusitis
Ilustrasi Penyakit Sinusitis Credit: pexels.com/pixabay

Gejala sinusitis sangat mirip seperti gejala flu pada umumnya yaitu, hidung mampet atau berair, keluar lendir berwarna kuning kehijauan dari hidung dan demam ringan. Namun, pada sinusitis terdapat nyeri di wajah terutama sekitar pipi, mata, dan dahi, penurunan indra penciuman, sakit gigi, dan bau mulut.

Kamu bisa dengan mudah membedakan penyakit flu biasa atau sinusitis dengan memerhatikan alur penyakit selama beberapa hari. Umumnya sinusitis ditandai dengan pilek yang tidak kunjung sembuh bahkan hingga 10 hari. Gejala pilek yang sempat membaik, namun memburuk kembali juga dapat menunjukkan adanya sinusitis. Batuk dan pilek yang sangat berat juga dapat dicurigai telah dikomplikasi dengan sinusitis.

Cara Penanganan Penyakit Sinusitis

Cara Penanganan Penyakit Sinusitis
Ilustrasi Penanganan Sinusitis Credit: pexels.com/pixabay

Kasus sinusitis pada umunya dapat didiagnosa hanya berdasarkan gejala yang dirasakan serta pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan fisik, dokter akan melihat adanya kemerahan dan pembengkakan pada rongga hidung, ingus yang mirip nanah, serta pembengkakan disekitar mata dan dahi.

Diagnosa juga bisa dilakukan melalui pemeriksaan rhinoskopi untuk melihat langsung ke dalam rongga hidung. Tujuannya adalah untuk melihat lokasi sumbatan. Namun, untuk beberapa kasus tertentu diperlukan juga penyedotan cairan sinus dengan menggunakan jarum suntik untuk pemeriksaan kuman.

Pemeriksaan kuman berguna untuk menentukan jenis infeksi yang terjadi. Jika sinusitis tak junjung sembuh, dokter akan mengambil tindakan pemeriksaan menggunakan CT Scan dan MRI.

Sinusitis memang bukan penyakit yang kronis karena dapat sembuh dengan sendirinya meskipun membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan flu biasa, yaitu sekitar 7–10 hari atau bahkan hingga 2 minggu.

Pada kasus sinusitis akut dokter akan memberikan penanganan berupa obat-obatan seperti obat semprot dekongestan (tidak boleh digunakan lebih dari 1 minggu) , antibiotik jika sinusitis disebabkan bakteri, Antihistamin jika disebabkan alergi, larutan saline untuk menghilangkan mukus yang tebal, atau bahkan operasi apabila sinusitis disebabkan karena adanya kelainan bawaan.

Lanjutkan Membaca ↓