Mengenal Unsur Tarian dan Pengertian Tentang Tari di Indonesia

Kezia Prasetya Christvidya06 Agu 2020, 18:35 WIB
tari-kezo

Fimela.com, Jakarta Seni tari adalah kombinasi gerakan dan musik yang memiliki arti dan tujuan tertentu. Seni tari di Indonesia biasanya ditampilkan pada saat ada acara pagelaran adat, persembahan, peringatan dan penyambutan tamu penting di suatu daerah.

Seni tari di Indonesia merupakan warisan budaya dari leluhur yang harus dilestarikan, memiliki sifat yang sakral, dan tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Karena setiap gerakan dalam tarian memiliki arti yang khusus.

Indonesia adalah negara kepualauan yang tentunya memiliki beragam kebudayaan, termasuk kesenian tarian adat yang beragam dari semua daerah yang ada di Indonesia. Setiap gerakan tubuh pada saat menari, memiliki pesan, perasaan, pikiran dan suasana tertentu.

Yuk mengenal unsur-unsur tarian, dan pengertian tentang tari di Indonesia, dilansir dari berbagai sumber:

Pengertian Tari

ilustrasi pengertian tari/pixabay
ilustrasi pengertian tari/pixabay

Tari merupakan suatu bentuk ungkapan perasaan, yang dibawakan oleh penari dengan perpaduan gerak dan irama, yang dilakukan pada suatu momen tertentu. Seni tari dilakukan pada pagelaran adat, persembahan, peringatan dan penyambutan tamu penting di suatu daerah.

Menurut pandangan Aristoteles, seni tari merupakan satu kesatuan gerakan tari yang indah, yang memiliki tujuan untuk mempersembahkan sebuah konsep visualisasi, atau sebuah gambaran tentang semua karakter manusia di dalam tingkah laku disetiap gerakannya.

Seni tari dilakukan dengan ekspresi penjiwaan melalui gerakan secara ritmis yang estetis dan indah. Melalui ekspresi penjiwaan yang dibawakan oleh para penari, seni tari menjadi daya tarik tersendiri bagi penontonnya.

Wiraga

ilustrasi unsur tari/pixabay
ilustrasi unsur tari/pixabay

Unsur dalam seni tari yang pertama adalah raga atau disebut wiraga. Unsur yang pertama ini memiliki artian, bahwa penari wajib menampilkan gerakan badan pada posisi duduk maupun berdiri. Wiraga di ambil dari Bahasa Jawa yang artinya adalah raga, dan dikenal sebagai gerakan tari.

Pada saat menari, para penari harus menonjolkan seluruh gerakan tubuh yang ritmis, dinamis dan estetis. Seni tari memiliki gerak murni yang tariannya tidak memiliki maksud tertentu. Dan memiliki gerak maknawi yang gerakannya memiliki maksud dan tujuan tertentu.

Setiap gerakan yang dibawakan penari, memiliki makna tertentu dan bisa ditebak oleh penonton atau penikmat tari. Contohnya pada saat penari memutar pergelangan tangan, artinya penari tersebut menunjukkan keluwesan. Sedangkan gerakan berdecak pinggang yang dilakukan penari lelaki, memiliki arti wibawa atau kekuasaan.

 

Wirama

ilustrasi unsur tari/pixabay
ilustrasi unsur tari/pixabay

Seni tari juga memiliki unsur irama, yang artinya setiap gerakan tari harus bersifat ritmis sesuai dengan alunan musik yang mengiringinya. Irama atau musik yang digunakan dalam seni tari, biasanya berasal dari rekaman lagu atau langsung dari instrumen musik yang dibawakan oleh pemusik.

Namun di dalam beberapa tarian, gerakan tari bisa dilakukan dengan mengikuti irama dari tepukan tangan, hentakan kaki, hitungan maupun nyanyian yang dibawakan penari.

Musik atau irama yang ada dalam unsur seni tari, bisa membuat suasana menjadi lebih hidup, harmonis dan sesuai dengan makna tarian tersebut.

 

Wirasa

ilustrasi unsur tari/pixabay
ilustrasi unsur tari/pixabay

Unsur seni tari yang selanjutnya adalah wirasa atau rasa, yang memiliki arti bahwa tarian tersebut bisa menyampaikan sebuah pesan perasaan, dari setiap gerakan yang dibawakan oleh penari. Pesan perasaan ini akan tersampaikan dari ekspresi yang dibawakan oleh penari.

Bagi seorang penari, penjiwaan dan ekspresi wajah saat menari sangatlah penting. Jika seorang penari mendapatkan karakter sebagai perempuan, maka ia harus menari dengan gerakan lemah gemulai, dan mimik wajah yang ramah.

Unsur wirasa ini juga harus menyatu dengan irama yang dibawakan pada saat menari. Contohnya pada saat iramanya sedih, penari juga harus memasang wajah yang sedih, agar pesan dari tarian tersebut tersampaikan pada penikmat seni tari.

Unsur Tambahan Tata Rias, Kostum, Panggung dan Properti

ilustrasi unsur penari/pixabay
ilustrasi unsur penari/pixabay

Unsur tari yang terakhir adalah unsur tambahan seperti riasan, kostum, panggung dan properti. Unsur tambahan ini tidak boleh terlupakan, karena bisa mendukung maksud dari tarian tersebut.

Sebuah pertunjukan seni tari selalu menampilkan penari yang menggunakan kostum lengkap, beserta riasan yang sesuai dengan tarian tersebut. Riasan dan kostum ini sangat mendukung karakter penari tersebut, dan membuat munculnya unsur wirasa di setiap penarinya. 

Dalam sebuah pertunjukkan seni tari, pengaturan panggung dan properti juga harus diperhatikan, untuk mewujudkan visualisasi latar belakang dari tarian yang dibawakan oleh penari tersebut.

Lanjutkan Membaca ↓