Memahami Konsep Etika, Pedoman Penting dalam Berperilaku Secara Sosial

Imelda Rahma06 Agu 2020, 17:35 WIB
Etika

Fimela.com, Jakarta Etika merupakan seperangkat aturan yang biasanya tidak tertulis namun diyakini oleh masyarakat sebagai tata cara berperilaku dan bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari. Dimanapun kamu berada, penting untuk memerhatikan etika yang melekat pada tempat tersebut, misalnya di tempat kerja atau disuatu daerah yang baru buatmu.

Walaupun kelihatannya sepele, etika ini ternyata penting dan akan sangat berpengaruh dalam kehidupanmu dan menentukan juga sikap orang kepadamu. Seringkali masalah sosial muncul hanya karena kamu tidak mengerti dan menerapkan etika yang berlaku di masyarakat. Dampaknya, kamu akan menerima sanksi sosial yang pastinya sangat mengganggu dan merugikan.

Oleh karena itu, menjadi perlu bagi kamu untuk memahami konsep etika karena segala hal dan segala tempat memiliki etika yang berbeda-beda. Jika kamu ingin disukai oleh lingkungan dan tidak mendapatkan masalah serta membangun citra diri sebaik mungkin maka, hal pertama yang perlu kamu pahami ialah etika.

Nah, untuk kamu yang ingin tahu informasi lebih banyak mengenai konsep etika, bisa melihat ulasannya berikut ini. Fimela.com akan mengulas konsep etika sebagai pedoman penting dalam berperilaku sosial. Simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Memahami Konsep Etika

Memahami Konsep Etika
Ilustrasi Hubungan Sosial Credit: pexels.com/Roberto

Secara etimologis, kata etika berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu 'Ethikos' yang artinya timbul dari suatu kebiasaan. Dalam hal ini etika memiliki sudut pandang normatif dimana objeknya adalah manusia dan perbuatannya.

Sedangkan menurut Ilmu Sosiologi berpendapat bahwa etika adalah  suatu norma atau aturan yang dipakai sebagai pedoman dalam berperilaku di masyarakat bagi seseorang terkait dengan sifat baik dan buruk.

Ada juga yang menyebutkan pengertian etika adalah suatu ilmu tentang kesusilaan dan perilaku manusia di dalam pergaulannya dengan sesama yang menyangkut prinsip dan aturan tentang tingkah laku yang benar. Dengan kata lain, etika adalah kewaijban dan tanggungjawab moral setiap orang dalam berperilaku di masyarakat.

Jadi, pada intinya, etika adalah sebuah aturan yang lahir dari kebiasaan dan dianggap sebagai ukuran nilai untuk menyebutkan sesuatu yang pantas atau tidak pantas, bisa juga untuk menilai apakah sesuatu tersebut baik atau tidak. Maka dari itu, kebaradaan etika sangat penting untuk dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ciri-Ciri Etika

Ciri-Ciri Etika
Ilustrasi Contoh Sikap Beretika dalam Sosial Credit: pexels.com/fauxels

Sebagai sebuah aturan yang diyakini memiliki nilai untuk menentukan sesuatu yang baik dan buruk, etika juga memiliki karakteristik atau ciri-cirinya yang khas. Ciri inilah yang membedakan antara etika, moral, dan norma sosial. Berikut adalah ciri-ciri etika, diantaranya adalah:

  1. Etika akan tetap berlaku meskipun tidak ada orang lain yang menyaksikannya.
  2. Etika memiliki sifat absolut atau mutlak.
  3. Dalam suatu etika memiliki cara pandang dari sisi batiniah manusia.
  4. Etika sangat erat berkaitan dengan perbuatan atau perilaku manusia.

Macam-Macam Etika

Macam-Macam Etika
Ilustrasi Pembelajaran Tentang Etika dari Orangtua Pada Anak Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Setelah memahami ciri-ciri dan karakteristiknya, kamu juga perlu tahu bahwa etika memiliki jenis atau bentuknya yang berbeda-beda dan terbagi menjadi dua bagian, yakni etika filosofis dan etika teologis. Untuk lebih jelasnya, berikut penjabarannya:

Etika Filosofis

Etika filosofis merupakan suatu etika yang berasal dari aktivitas berpikir yang dilakukan oleh manusia atau bisa juga dikatakan bahwa etika merupakan bagian dari ilmu filsafat. Etika filsafat memiliki sifat-sifat diantaranya:

  • Empiris, ialah etika yang membahas mengenai sesuatu yang ada atau konkret. Contohnya, filsafat hukum yang mempelajari mengenai hukum.
  • Non Empiris, ialah etika dari cabang filsafat yang berusaha melampaui hal konkrit dengan seolah-olah menjadikan sama sesuatu yang ada di balik semua gejala konkrit.

Etika teologis

Etika teologis merupakan etika yang erat kaitannya dengan agama dan berisikan tentang unsur etika umum dan dapat dimengerti ketika memahami etika secara umum. Contohnya ialah dalam agama Islam, umat muslim mengenal adanya tawadhu atau konsep agar menerapkan sifat rendah hati dan menghindari sikap sombong dalam bermasyarakat.

Manfaat Menerapkan Etika dalam Kehidupan

Manfaat Menerapkan Etika dalam Kehidupan
Ilustrasi Hubungan Sosial Credit: pexels.com/pixabay

Tidak mungkin suatu etika dihadirkan dalam kehidupan bermasyarakat jika tidak memiliki manfaat, tentu saja etika sangat bermanfaat sebagai pedoman penting dalam berperilaku secara sosial. Manfaatnya luas, tidak hanya untuk individu tetapi juga untuk orang lain dan masyarakat dalam skala besar. Adapun beberapa manfaat etika, yakni:

  • Mengetahui cara yang tepat untuk bersosialisasi dan mengambil peran di masyarakat tanpa takut melanggar aturan atau berbuat yang tidak pantas.
  • Menciptakan nilai pada diri sendiri agar disegani dan dihargai oleh masyarakat.
  • Cara yang tepat untuk menghargai orang lain dan masyarakat.
  • Menjaga ketentraman dan ketertiban karena bertindak sesuai dengan aturan yang disepakati di masyarakat.
  • Menghindari diri dari berperilaku menyimpang sekaligus melindungi diri dari sanksi sosial.
Lanjutkan Membaca ↓