Makna Kurungan dalam Prosesi Tedak Siten atau Turun Tanah

Endah Wijayanti08 Agu 2020, 07:45 WIB
tedak siten

Fimela.com, Jakarta Saat seorang anak pertama kali belajar berjalan atau menginjakkan kaki ke tanah, ada prosesi yang biasa diselenggarakan yang disebut tedak siten. Tedak berarti menginjak dan siten berarti tanah. Ada juga yang menyebutnya dengan tradisi turun tanah.

Mengutip laman Wikipedia, prosesi tedak siten biasanya dilakukan saat seorang anak menginjak umur tujuh atau delapan bulan. Prosesi ini diselenggarakan untuk mengajarkan anak tentang konsep kemandirian, tanggung jawab, tangguh dalam menghadapi persoalan, serta bersifat dermawan terhadap sesamanya. Ada tujuh rangkaian dalam prosesinya: membersihkan kaki, injak tanah, berjalan melewati tujuh wadah, tangga tebu wulung, kurungan, memberikan uang, dan melepas ayam.

Salah satu yang menarik dari prosesi ini adalah rangkaian saat anak dimasukkan ke dalam kurungan. Kurungan yang dipakai umumnya adalah kurungan ayam yang sudah dihias dan berisi aneka macam mainan. Kurungan di sini menyimbolkan sesuatu. Melansir laman malangvoice.com, kurunganayam diibaratkan sebagai simbol dunia. Saat anak berada dalam kurungan, ia diminta untuk memilih satu dari sejumlah mainan yang sudah diletakkan di dalamnya. Mainan yang dipilih menjadi simbol profesi atau pekerjaan yang kelak akan digeluti saat si anak sudah dewasa.

Dalam prosesi turun tanah, setiap benda dan rangkaian mengandung simbol-simbol yang menyiratkan harapan serta doa untuk anak. Seperti penggunaan tebu dalam salah satu rangkaian prosesinya. Tebu mengandung akronim anteping kalbu atau ketetapan hati. Diharapkan si anak memiliki ketetapan hati saat menjalani kehidupannya kelak. Ada juga tujuh wadah yang dengan gradasi warna gelap sampai warna terang. Gradasi ini menjadi simbol harapan hidup si anak kelak akan semakin terang. 

Prosesi dalam tradisi turun tanah mengandung harapan dan doa-doa terbaik untuk sang buah hati yang mulai belajar berjalan. Ada banyak sekali nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap rangkaiannya. Apakah Sahabat Fimela pernah mengadakan tradisi ini atau menjumpai prosesinya? 

#ChangeMaker