Kenangan Upacara Bendera Merah Putih di Daerah Terpencil

Endah Wijayanti11 Agu 2020, 07:09 WIB
upacara bendera

Fimela.com, Jakarta Kita semua pasti punya pengalaman tak terlupakan terkait negeri kita tercinta Indonesia. Ada kebanggaan yang pernah kita rasakan sebagai bagian dari Indonesia. Kebanggaan terhadap keindahan alam Indonesia, kekayaan tradisi dan budaya, kecintaan terhadap masyarakat Indonesia, dan lain sebagainya. Kita pun punya cara tersendiri dalam mengartikan kebanggaan terhadap tanah air ini. Melalui Lomba Share Your Stories Bulan Agustus: Bangga Indonesia ini, Sahabat Fimela bisa berbagi cerita, pengalaman, dan sudut pandang tentang hal tersebut.

***

Oleh: Ranti Uli

Agustus tiba dengan sangat cepat. Di tengah rasa cemas dan was-was karena pandemi, tak terasa kita sudah memasuki bulan ke delapan di tahun 2020 ini. Agustus, bulan yang istimewa untuk semua rakyat Indonesia, baik yang sekarang tinggal di Tanah Air atau yang sedang mengadu nasib di perantauan.

Saluran televisi dan berbagai platform media lain mulai menampilkan cara-cara unik dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Saya ingat, tanggal 17 Agustus, selalu ada perayaan unik untuk menyatakan kegembiraan bahwa bangsa kita sudah merdeka.

Saya ingat pernah menyaksikan lomba panjat pinang yang dibuat sangat tidak biasa karena diadakan di dalam laut. Bayangkan saja, dengan peralatan menyelam, orang-orang tetap bersemangat untuk memanjat pohon pinang untuk mendapatkan hadiah khas Agustusan.

Upacara Bendera Merah Putih di Istana Negara menurutmu kurang istimewa? Oh, kamu harus tahu bahwa upacara yang sama pernah diselenggarakan di dalam sungai, laut, di atas gunung, dan di tengah-tengah pulau.

Perayaan upacara bendera punya tempat yang spesial di hati saya. Memang saat duduk di bangku sekolah, saya selalu merasa upacara membosankan. Namun, setelah mulai kuliah, saya baru menyadari bahwa kampus saya (dan hampir semua kampus lainnya) tidak lagi merayakan upacara bendera setiap Senin. Awalnya, saya merasa terbebas dari kewajiban memakai seragam lengkap dengan topi, lalu harus berdiri selama lebih dari satu jam untuk mengikuti rangkaian upacara.

 

bekerja dengan totalitas
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Kenangan yang Tak Terlupakan

Akan tetapi, setelah beberapa tahun, saya merasa rindu dengan rutinitas itu. Beruntunglah saya karena di tahun terakhir kuliah saya mendapat kesempatan kuliah kerja nyata (KKN) di desa kecil di Jawa Barat.

Kebetulan saat itu, saya menjalani KKN pada bulan Agustus. Dan pada tanggal 17, saya bersama teman-teman kuliah dengan khidmat mengikuti upacara bendera di pinggir pantai yang ada di desa itu. Kerinduan saya terhadap rangkaian upacara bendera terbayar dengan lunas. Apalagi ketika melihat anak-anak kecil juga antusias melihat pengibaran bendera merah putih, mendengarkan pembacaan teks UUD 1945 dan Pancasila, serta menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”.

Entah mengapa, kenangan akan upacara yang ramai tapi tetap khusyuk itu jadi memori indah di hidup saya. Betapa, daerah yang terpencil sekalipun merasa bangga jadi bagian dari Indonesia.

Seandainya saya bisa mengulang, saya ingin kembali mendapat kesempatan mengikuti upacara hari kemerdekaan di pelosok. Biarlah upacara bendera yang gegap gempita di ibukota saya saksikan lewat layar kaca saja.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓