Ciri-Ciri Tumbuhan Paku Beserta Struktur Tubuh dan Klasifikasinya

Imelda Rahma10 Agu 2020, 17:35 WIB
Tumbuhan Paku

Fimela.com, Jakarta Tumbuhan paku merupakan sekelompok tumbuhan yang memiliki sistem pembuluh sejati (Tracheophyta), meskipun tumbuhan ini tidak pernah menghasilkan biji untuk berkembang biak. Tumbuhan paku disebut juga sebagai paku-pakuan atau pakis-pakisan. Dalam bahasa Inggris tumbuhan ini dikenal sebagai ‘fern’.

Perlu diketahui bahwa tumbuhan paku juga tidak bisa tumbuh didaerah bersalju, namun dapat tumbuh subur didaerah tropis. Di Indonesia dan Malaysia terdapat setidaknya 12.000 spesies tumbuhan paku. Pada jumlah yang tidak terlalu banyak, tumbuhan paku tidak bersifat parasit pada inangnya.

Hal ini karena reproduksi seksualnya tidak menggunakan biji, kelompok tumbuhan paku menggunakan spora untuk berkembang biak. Cara perkembangbiakannya ini lebih menyerupai kelompok organisme lumut dan fungi.

Nah, tumbuhan paku sendiri selalu menjadi contoh unik yang sering dibahas dalam biologi terutama ketika ulasannya mengenai tumbuh-tumbuhan. Untuk kamu yang ingin tahu lebih banyak mengenai tumbuhan paku, Fimela.com kali ini akan mengulas ciri-ciri tumbuhan paku beserta struktur tubuh dan klasifikasinya.

Ciri-Ciri Tumbuhan Paku

Ciri-Ciri Tumbuhan Paku
Ilustrasi Tumbuhan Paku Credit: unsplash.com/FlorisJansen

Sebagai informasi, tumbuhan paku juga disebut sebagai kormofita berspora. Hal ini disebabkan karena cara reproduksinya aseksualnya dengan spora. Tumbuhan ini juga disebut sebagai Tracheophyta atau tumbuhan berpembuluh karena memiliki pembuluh pengangkut. Tumbuhan paku masuk dalam divisi kingdom plantae yang anggotanya memiliki akar, batang, daun sejati, dan pembuluh pengangkut.

Berikut ciri-ciri dari tumbuhan paku yang perlu kamu tahu:

  • Sebagian besar tumbuhan paku hidup di kawasan tropis basah
  • Secara umum, tumbuhan paku dikenal dengan daunnya tumbuh dari tunas yang menggulung dan memiliki rambut halus.
  • Dapat bereproduksi secara vegetatif dengan pembentukan gemmae dan reproduksi generatif dengan peleburan gamet jantan dan gamet betina.
  • Tidak menghasilkan bunga dan buah, melainkan spora untuk berkembang biak.
  • Memiliki sistem pembuluh angkut baik pada akar, batang, dan daun. Tumbuhan paku secara anatomi sudah memiliki pembuluh angkut, yaitu xilem yang berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari akar menuju daun untuk proses fotosintesis, dan floem yang berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
  • Tumbuhan paku dapat berbentuk pohon yang biasanya tidak bercabang, semak, epifit, tumbuhan merambat, mengapung di air, hidrofit, atau berupa terna dengan rimpang yang menjalar di tanah atau humus.

Struktur Tubuh Tumbuhan Paku

Struktur Tubuh Tumbuhan Paku
Ilustrasi Tumbuhan Paku Credit: unsplash.com

Sama seperti tumbuhan lain, tumbuhan paku juga memiliki struktur tubuh yang kokoh walaupun terkesan lunak. Tumbuhan paku terdiri dari akar, batang, dan daun. Untuk lebih jelasnya, berikut rincian struktur tubuh dari tumbuhan paku:

  • Akar

Sama seperti tumbuhan yang memiliki akar serabut, akar tumbuhan paku ujungnya juga dilindungi oleh kaliptra.

  • Batang

Batang tumbuhan paku jika muncul di atas permukaan hanya berkisar antara 0,5m. Sebagian jenis tumbuhan paku umumnya juga tidak tampak, namun justru di dalam tanah berupa rimbang. Namun begitu ada juga jenis tumbuhan paku yang tingginya dapat mencapai 5m. Tumbuhan paku tersebut adalah paku pohon atau paku tiang. Dalam jenis tumbuhan paku juga terdapat tumbuhan paku yang bercabang, yaitu Cyathea dan Alsophilla.

  • Daun

Pada usia muda daun tumbuhan paku akan menggulung dan melingkar. Berdasarkan ukuran dan susunannya daun tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi epidermis, daging daun, dan tulang daun. Daun tumbuhan paku dibagi menjadi dua, yaitu Makrofil dan Mikrofil.

Makrofil adalah daun yang bentuknya besar, bertulang daun, bertangkai, serta bercabang. Pinna merupakan keseluruhan daun dalam satu tangkai daun dalam tumbuhan paku. Daun ini sudah memperlihatkan diferensiasi sel. Sedangkan mikrofil adalah daun yang berbentuk kecil seperti rambut, tidak bersisik, tidak bertulang daun, dan tidak bertangkai. Daun ini belum dapat memberlihatkan diferensiasi sel.

Dilihat dri fungsinya, tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sporofil dan tropofil. Tropofil merupakan daun yang berfungsi khusus untuk fotosintesis. Daun ini tidak memiliki sorus namun banyak mengandung korofil. Oleh karena itu daun ini disebut dengan daun steril namun berfungsi untuk program fotosintesis. Sedangkan daun sporofil merupakan daun yang menghasilkan spora. Daun ini juga dapat disebut sebagai troposporofil karena juga dapat melakukan proses fotosintesis.

Klasifikasi Tumbuhan Paku

Klasifikasi Tumbuhan Paku
Ilustrasi Tumbuhan Paku Credit: unsplash.com/Nikita

Terakhir, tumbuhan paku juag ternyata terbagi dalam beberapa klasifikasi. Lebih tepatnya, tumbuhan paku dibagi ke dalam 4 kelas. Kelas tersebut adalah Lycopodiinae (Paku Kawat), Psilophytinae (Paku Purba), Filicinae (Paku Sejati), Equisetinae (Paku Ekor Kuda). Berikut penjabarannya:

1. Lycopodiinae (Paku Kawat)

Ciri-ciri tumbuhan paku kawat biasanya berdaun kecil dengan susunan spiral. Sesuai dengan Namanya, batang ciri-ciri tumbuhan paku ini berbatang seperti kawat. Umumnya tumbuhan ini hidup di darat dan sporangiumnya muncul di ketiak daun membentuk strobilus.

2. Psilophytinae (Paku Purba)

Bisa dikatakan bahwa tumbuhan paku jenis ini terancam punah. Hal ini disebabkan karena pada masa sekarang hanya ditemukan tumbuhan paku jenis ini dalm bentuk fosil. Ciri-ciri tumbuhan paku jenis ini memiliki daun yang kecil bahkan kadang tidak berdaun. Spesies dari tumbuhan ini yang masih tersisa adalah Psilotum.

3. Filicinae (Paku Sejati)

Ciri-ciri tumbuhan paku sejati ini dapat dilihat dari daun yang berukuran besar, sporangium terdapat pada sporofil, dan daun mudanya menggulung. Tumbuhan ini juga disebut sebagai pakis. Berdasarkan tempat hidupnya, habitat tumbuhan paku ini dibagi menjadi 3, yaitu tumbuhan yang menempel pada tumbuhan lain, tumbuhan yang tumbuh di perairan, dan tumbuhan yang hidup di tanah.

4. Equisetinae (Paku Ekor Kuda)

Ciri-ciri tumbuhan paku ekor kuda memiliki daun tunggal dengan ukuran kecil dan tersusun secraa spiral. Batangnya berwarna hijau dan beruas. Letang sporangiumnya berada di strobilus.

Lanjutkan Membaca ↓