Menilik Pengertian, Unsur, dan Fungsi Manajemen sebagai Seni Dalam Penataan

Imelda Rahma12 Agu 2020, 09:35 WIB
Manajemen

Fimela.com, Jakarta Istilah manajemen seringkali dihubung-hubungkan dengan matematika atau sebuah perhitungan bisnis, padahal arti manajemen secara lebih luas tidak hanya itu. Orang-orang yang bekerja pada sektor manajemen justru akan berkutat dengan hal yang lebih komprehensif dari sekedar menghitung.

Contohnya, pekerjaan seperti merencanakan target, mengatur organisasi, dan lain sebagainya. Bisa dikatakan bahwa manajemen akan selalu dibutuhkan pada semua bidang karena merupakan seni dalam menata atau mengatur sesuatu agar menjadi lebih tertata, teratur, dan rapi. Untuk dunia kerja, jelas bahwa manajemen atau orang yang ahli dalam bidang manajemen akan sangat dibutuhkan untuk mengatur ritme pekerjaan dalam kantor.

Manajemen juga kerap disebut dengan strategi karena tujuan dari manajemen sendiri adalah tercapainya target yang ingin diraih berkat perencanaan dan pengaturan yang telah dibuat. Maka dari itu, tidak heran jika manajemen sering disamakan dengan ‘the way of’ atau cara/strategi untuk menggapai tujuan.

Nah, manajemen ini salah satu pengetahuan yang penting untuk kamu, apalagi jika kamu sekarang sudah bekerja atau sedang memasuki masa kuliah. Untuk itu, Fimela.com kali akan memberikan ulasan yang mendalam mengenai manajemen sebagai seni dalam penataan, beserta pengertian, unsur, dan fungsinya. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Pengertian Manajemen

Pengertian Manajemen
Ilustrasi Agenda Rapat Credit: unsplash.com/CampaignCreators

Secara etimologis, manajemen merupakan seni untuk melaksanakan dan mengatur. Manajemen ini juga dilihat sebagai ilmu yang mengajarkan proses mendapatkan tujuan dalam organisasi, sebagai usaha bersama dengan beberapa orang dalam organisasi tersebut sehingga ada orang yang merumuskan dan melaksanakan tindakan manajemen yang disebut dengan manajer.

Selain itu, manajemen juga banyak disebutkan berbagai sumber sebagai suatu seni dalam ilmu dan pengorganisasian seperti menyusun perencanaan, membangun organisasi dan pengorganisasiannya, pergerakan, serta pengendalian atau pengawasan.

Bisa juga diartikan bahwa manajemen merupakan suatu ilmu pengetahuan yang sistematis agar dapat memahami mengapa dan bagaimana manusia saling bekerja sama agar dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain maupun golongan tertentu dan masyarakat luas.

Dalam buku karya T. Hani Handoko (Manajemen) disebutkan bahwa  ada tiga alasan utama mengapa manajemen diperlukan:

  • Manajemen diperlukan agar tujuan pribadi dan organisasi dapat tercapai
  • Berikutnya, manajemen juga diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara tujuan-tujuan, sasaran, dan kegiatan, yang saling bertentangan dari pihak yang punya kepentingan dalam organisasi.
  • Manajemen dibutuhkan untuk mencapai efisiensi dan efektivitas suatu kerja organisasi.

Fungsi Manajemen

Fungsi Manajemen
Ilustrasi Agenda Rapat Credit: unsplash.com/YouXVentures

Sebagai sebuah seni dalam penataan dan pengaturan, fungsi manajemen adalah sebagai elemen dasar yang harus melekat dalam manajemen sebagai acuan manajer (seseorang yang mengelola manajemen) dalam melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan dengan cara merencanakan, mengorganisir, mengordinasi, dan mengendalikan. Adapun beberapa fungsi manajemen yang penting yakni:

1. Perencanaan (Planning)

Perencanaan adalah bagian terpenting dalam sebuah manajemen bisnis. Seorang manajer yang mengelola manajemen dalam perusahaan atau bisnis akan merencanakan dan mengevaluasi setiap tindakan yang sudah dan yang belum ditindaklanjuti dalam bisnis.

2. Pengorganisasian (Organizing)

Fungsi manajemen dalam bisnis yang kedua adalah sebagai pengorganisasian dengan membagi kegiatan besar menjadi beberapa kegiatan kecil atau serangkaian kegiatan. Tujuannya adalah untuk mempermudah manajer melakukan pengawasan yang lebih efektif  dan menentukan sumber daya yang dibutuhkan untuk setiap kegiatan yang sudah dibagi menjadi lebih efisien.

3. Penempatan (Staffing)

Mirip dengan organizing, namun penggunaannya lebih luas. Bila organizing lebih memperhatikan manajemen sumber daya manusia, maka staffing lebih memperhatikan sumber daya secara umum. Beberapa sumber daya tersebut diantaranya; peralatan, perlengkapan, dan inventaris yang ada pada sebuah organisasi.

4. Pengarahan (Directing)

Fungsi manajamen dalam bisnis yang terakhir adalah sebagai suatu tindakan yang mengupayakan agar setiap anggota bisnis atau kelompok mampu mencapai sasaran dan target sesuai prosedur manajerial yang sudah direncanakan. Seorang manajer akan melakukan pengarahan jikalau terjadi masalah atau jika apa yang dikerjakan tidak sesuai dengan yang direncanakan.

5. Pengawasan (Controlling)

Dari serangkaian rencana dan tindakan yang sudah dijalankan, perlu adanya pengawasan atau controlling. Fungsi manajemen bisnis dalam hal ini adalah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja sumber daya perusahaan. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan bahwa strategi pelaksanaan sudah dijalankan sesuai dengan perencanaan.

Unsur-Unsur Manajemen

Unsur-Unsur Manajemen
Ilustrasi Agenda Rapat Credit: unsplash.com/YouXVentures

Dalam penerapannya, untuk membentuk sistem manajerial yang baik dibutuhkan unsur-unsur manajemen di dalamnya. Semua unsur tersebut saling melengkapi satu sama lain, dan jika salah satu unsur tersebut tidak ada maka berimbas pada hasil keseluruhan pencapaian suatu organisasi. Berikut ini adalah unsur-unsur manajemen tersebut:

  • Manusia (Human)

Faktor yang paling menentukan dalam manajemen adalah manusia. Dalam praktiknya, manusia atau orang yang membuat tujuan dan melakukan proses pencapaian tujuan tersebut. Dengan kata lain, proses kerja tidak akan terjadi bila terdapat unsur manusia didalamnya.

  • Uang (Money)

Uang merupakan unsur manajemen yang sangat berpengaruh karena hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah yang beredar di suatu perusahaan. Unsur uang dapat menjadi alat dalam proses pencapaian tujuan dengan penggunaannya yang diperhitungkan secara rasional. Penggunaan uang dalam suatu perusahaan adalah untuk biaya operasional, seperti gaji pegawai, pembelian dan perawatan peralatan kantor, dan peralatan lainnya yang dibutuhkan oleh perusahaan.

  • Materials (Bahan)

Bahan ini terdiri dari raw material (bahan setengah jadi) dan bahan jadi. Unsur material merupakan faktor penting dalam dunia usaha karena hasil yang baik hanya bisa dicapai bila terdapat material yang baik.

  • Mesin (Machines)

Mesin sangat dibutuhkan manusia untuk melakukan pekerjaan yang sulit menjadi lebih mudah dan cepat. Penggunaan mesin akan meningkatkan hasil dan keuntungan serta membuat proses kerja menjadi lebih efektif dan efisien.

  • Metode (Methods)

Proses pelaksanaan kerja hanya dapat berjalan dengan efektif dan efisien bila dilakukan dengan metode yang tepat. Suatu metode kerja harus mempertimbangkan sasaran, fasilitas, waktu, uang, dan kegiatan bisnis. Selain itu, metode yang tepat dan baik juga harus dipahami oleh manusia yang menjalankannya. Dengan kata lain, sebuah metode hanya bisa berjalan dengan baik bila manusia terlibat di dalamnya.

  • Pasar (Market)

Proses pemasaran produk merupakan unsur manajemen yang sangat krusial bagi sebuah perusahaan. Jika tidak ada pemasaran maka barang tidak akan laku terjual.

Lanjutkan Membaca ↓