Memaknai Hari Kemerdekaan dengan Cara Berbeda

Endah Wijayanti12 Agu 2020, 10:15 WIB
menulis jurnal

Fimela.com, Jakarta Kita semua pasti punya pengalaman tak terlupakan terkait negeri kita tercinta Indonesia. Ada kebanggaan yang pernah kita rasakan sebagai bagian dari Indonesia. Kebanggaan terhadap keindahan alam Indonesia, kekayaan tradisi dan budaya, kecintaan terhadap masyarakat Indonesia, dan lain sebagainya. Kita pun punya cara tersendiri dalam mengartikan kebanggaan terhadap tanah air ini. Melalui Lomba Share Your Stories Bulan Agustus: Bangga Indonesia ini, Sahabat Fimela bisa berbagi cerita, pengalaman, dan sudut pandang tentang hal tersebut.

***

Oleh: Sutianingsih

Hari kemerdekaan adalah salah satu momen yang ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat Indonesia. Memang apa yang paling ditunggu? Ya tentu saja kebersamaan dan keunikan perlombaan yang ada dan menjadi salah satu tradisi masyarakat Indonesia ketika hari kemerdekaan tiba. Perlombaan seperti panjat pinang, makan kerupuk, memasukkan  kelereng sampai perlombaan balap karung yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. 75 tahun Indonesia merdeka, merdeka dengan segala hal indah di dalamnya. Selain perlombaan-perlombaan unik yang ada, momen kebersamaan bersama keluarga besar, tertawa, berbagi cerita dan menyantap makanan ala kadarnya namun istimewa.

Sudah lima tahun, hari kemerdekaan menjadi salah satu hari atau perayaan yang sudah tidak terlalu ditunggu bagiku dan mungkin juga keluarga besarku. Ada sesuatu yang hilang, hilang yang bukan hanya sesaat namun selamanya. Dia adalah pemimpin keluarga yang biasanya sudah membangunkan anaknya pagi-pagi sekali untuk kerja bakti memasang bendera merah-putih bersama warga sekitar dan bergotong royong bersama sampai malam tiba. Banyak yang memiliki nasib sama seperti aku, namun kita sama-sama menyembunyikan rasa rindu akan kehadirannya, mendengar tawanya dan petuah singkat namun mengikat.

Berbeda, hari ini bisa kukatakan berbeda. Sudah lama meninggalkan keluarga untuk merantau di sebuah daerah yang bisa dibilang semua ras ataupun suku berada di dalamnya. Jakarta, kota dengan berbagai macam kesemerawutan dan keindahan tersembunyi yang belum banyak diketahui penghuni asli dan pendatang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Merantau untuk bekerja dan menempuh pendidikan lanjutan menjadi salah satu hal istimewa yang aku jalani pada masa Kemerdekaan tiba.

Ada yang Berbeda

menulis jurnal
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Vanatchanan+Buahom

Banyak hal yang berbeda, mulai dari orang sampai dengan tradisi yang ada. Kemerdekaan menjadi semakin berbeda antara kampung dan kota. Sudah tidak ada lagi pemasangan bendera secara gotong royong namun sudah terpasang secara rapi oleh orang-orang pemerintah yang diberikan tugas langsung tanpa adanya melibatkan masyarakat sekitar untuk memasang disekitar tempat tinggal. Malam yang biasanya aku tunggu untuk bercengkrama dengan warga, namun sudah tidak ada lagi dan sirna secara sengaja ditelan waktu. Kebersamaan bukan lagi hal yang istimewa bagi lingkunganku yang baru. Namun di sisi lain, tradisi ini masih terjaga, dan belum sirna seutuhnya.

Tradisi kemerdekaan, belum sirna seutuhnya, masih banyak masyarakat yang menjaga tradisi dari turun-temurun agar tidak luntur selamanya. 75 tahun Indonesia merdeka dengan berbagai culture, tradisi, kemerdekaan yang ada. Kemerdekaan menjadi salah satu hal yang memang bukan lagi hal yang ditunggu bagi sebagian orang, namun masih ditunggu oleh seluruh masyarakat Indonesia. Walaupun berbeda, sudah tidak ada lagi perlombaan, upacara dan pertemuan secara fisik lainnya yang tergantikan oleh media daring karena sebuah pandemi Covid-19. Kemerdekaan yang penuh keunikan dengan cara yang berbeda, masih tetap ada dan akan selalu ada walaupun dengan suasana yang berbeda.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓