Mencintai Produk Makanan dalam Negeri, Semakin Bangga Terlahir di Indonesia

Endah Wijayanti12 Agu 2020, 12:15 WIB
camilan dalam negeri

Fimela.com, Jakarta Kita semua pasti punya pengalaman tak terlupakan terkait negeri kita tercinta Indonesia. Ada kebanggaan yang pernah kita rasakan sebagai bagian dari Indonesia. Kebanggaan terhadap keindahan alam Indonesia, kekayaan tradisi dan budaya, kecintaan terhadap masyarakat Indonesia, dan lain sebagainya. Kita pun punya cara tersendiri dalam mengartikan kebanggaan terhadap tanah air ini. Melalui Lomba Share Your Stories Bulan Agustus: Bangga Indonesia ini, Sahabat Fimela bisa berbagi cerita, pengalaman, dan sudut pandang tentang hal tersebut.

***

Oleh: Ratna Heryani

Awalnya aku sendiri tidak menyadari kalau kampung halamanku ini cukup dikenal dengan olahan belut goreng. Ketika aku mencoba membawakan panganan ini sebagai buah tangan seorang teman, baru aku menyadari betapa belut goreng ini terkenal di kalangan penikmat jajanan terutama cemilan. Aku tinggal di Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Nah, di Kecamatan Godean inilah bahan pangan belut diolah sedemikian rupa sehingga bisa dijajakan dan menjadi makanan oleh-oleh dari para pendatang yang berkunjung atau sekedar mudik ke Godean.

Aku sendiri sebagai penikmat jajanan kekinian yang beraneka ragam, bisa tetap menikmati camilan belut goreng, selain karena renyah juga terasa gurih dan lezat. Tidak kalah dengan jajanan kota apalagi dari Korea Selatan atau Jepang. Hal ini yang akhirnya membuatku bangga menjadi warga Negara Indonesia, dengan keanekaragaman budaya dan makanan khas tiap daerahnya.

Awal mula aku mengenal belut goreng ini sendiri ketika aku masih di bangku sekolah menengah atas yang notabene letak sekolahku dekat dengan Pasar Godean sebagai sentra belut. Waktu itu aku masih sangat kurang tahu juga dengan makanan olahan belut, dan merasa kurang tertarik karena masih kalah dengan camilan atau snack yang dijajakan di toko atau supermarket. Namun makin ke sini dengan banyaknya informasi, baik dari segi budaya dan nutrisi ternyata belut bukan makanan sembarangan. Makin meyakinkanku kalau daerahku sendiri juga memiliki makanan khas sama seperti kota-kota lain yang juga memiliki makanan khas daerah masing-masing sebagai ciri dan budaya sebagai keanekaragaman Bhinneka Tunggal Ika.

 

 

Daerahku sebagai Sentra Belut Goreng

belut goreng
ilustrasi belut goreng/copyright Shutterstock

Begitu bangganya aku hingga aku bisa ikut mempromosikan kepada beberapa rekan dan teman baru kalau daerahku ini memiliki makanan khas berupa belut goreng yang mana bisa dibeli di pusat jajanan Pasar Godean. Kadang aku bawakan beberapa camilan belut goreng sebagai buah tangan kepada  teman-teman di kota atau kantor ketika aku pulang kampung. Tak disangka respons dan tanggapan mereka sangat positif dan sampai membuat ketagihan.

Di bulan Agustus ini, aku sebagai warga negara Indonesia ingin mengucapkan Dirgahayu Bangsaku, aku bangga menjadi bagian dari republik ini. Tidak perlu pergi jauh keliling dunia untuk mencari makanan enak, di sini di bumi pertiwi ini sendiri ada banyak sekali macam kuliner yang tidak kalah lezat dari negeri orang. Cintailah dulu produk dan makanan dari negeri sendiri sebelum kamu mulai mencintai produk atau makanan luar negerimu.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓