Unsur Intrinsik yang Wajib Ada di Dalam Sebuah Drama

Kezia Prasetya Christvidya12 Agu 2020, 17:35 WIB
drama-kezo

Fimela.com, Jakarta Drama merupakan sebuah pertunjukan dari karya seni, yang divisualisasikan dengan kata-kata dan gerakan. Drama memiliki struktur yang penting yaitu prolog yang merupakan awalan atau pengenalan tokoh, dialog yang merupakan isi cerita, dan epilog yang merupakan akhiran cerita.

Seperti karya sastra pada umumnya, drama memiliki beberapa unsur yang wajib ada dalam pembuatan drama, yaitu karya intrinsic dan ekstrinsik. Jika salah satu unsur tidak ada di dalam drama, maka karya tersebut tidak bisa disebut drama.

Dengan adanya unsur-unsur yang terdapat di dalam drama, penampilan drama tersebut bisa dinikmati oleh penonton, dan drama tersebut bisa menjadi seni drama yang indah, dan memiliki cerita yang jelas.

Berikut unsur-unsur intrinsik yang harus ada di dalam drama, agar menjadi sebuah kisah yang indah, dilansir dari berbagai sumber:

Tema

ilustrasi unsur intrinsik drama/pexels
ilustrasi unsur intrinsik drama/pexels

Tema adalah sebuah gagasan pokok atau ide, yang merupakan unsur paling utama di dalam sebuah drama. Tema merupakan sebuah dasar sebuah karya, agar menjadi sebuah karya yang indah dan terstruktur.

Tema yang diangkat dalam sebuah drama ada bermacam-macam, seperti drama bertema patriotisme, kemanusiaan, kemiskinan, keluarga ataupun tentang social. Tema drama bisa diambil dari sebuah cerita fiksi, yang ditulis dari imajinasi atau khayalan penulis, maupun cerita non fiksi yang diambil dari kisah nyata.

Tokoh dan Penokohan

Tokoh dan penokohan sangat penting dalam sebuah drama. Tokoh merupakan seseorang yang menjadi pemeran drama. Sedangkan penokohan adalah watak atau kepribadian tokoh dalam sebuah drama.

Tokoh berkaitan dengan nama, peran tokoh, dan juga sifat tokoh seperti protagonis, antagonis dan tritagonis. Sedangkan penokohan berkaitan dengan  usia, jenis kelamin, tipe fisik, jabatan, dan keadaan kejiwaan.

Alur

ilustrasi unsur intrinsik drama/pexels
ilustrasi unsur intrinsik drama/pexels

Agar cerita di dalam drama lebih menarik, sehingga unsur alur harus ada di dalam sebuah drama. Alur cerita merupakan peristiwa secara kronologis, saling berkaitan antara cerita awal hingga cerita akhir. Alur di dalam drama dibagi menjadi dua jenis, yaitu berdasarkan pola plot dan waktu.

Berdasarkan pola plot, ada alur drama episodik yang ceritanya terpisah-pisah dan bertemu pada akhir cerita. Lalu alur melingkar yang hanya membahas satu peristiwa saja, dan alur erat yang memiliki alur urut dari awal hingga akhir.

Sedangkan berdasarkan waktu, ada alur drama yang maju yaitu menceritakan cerita dari awal hingga akhir, lalu alur mundur yang menceritakan alur balik ke masa sebelumnya, dan alur campuran yang alurnya dari cerita tengah kembali ke awal dan ke akhir.

Dialog

Di dalam sebuah drama, harus ada unsur intrinsik berupa dialog. Karena dialog sangat berkaitan dengan percakapan para aktor di atas panggung. Dialog memiliki fungsi penting untuk memperjelas alur, gerak aktor dan juga penokohan.

Dialog yang dibuat harus mencerminkan percakapan sehari-hari. Dialog di dalam drama juga harus menggunakan bahasa lisan yang komunikatif, agar mudah dimengerti penikmat drama. Dialog juga harus menggunakan kata yang berhubungan dengan konflik dan plot.

Untuk membuat dialog drama, kamu juga harus menggunakan bahasa bersifat estetis, yang artinya memiliki bahasa yang indah. Dialog juga harus disesuaikan dengan tokoh serta penokohan yang dibawakan.

Latar

ilustrasi unsur intrinsik drama/pexels
ilustrasi unsur intrinsik drama/pexels

Di dalam sebuah unsur intrinsik drama, harus ada latar atau setting yang bisa membantu memperindah cerita drama, seperti latar tempat, latar waktu dan latar suasana.

Latar tempat merupakan tempat terjadinya cerita dalam drama. Latar waktu merupakan waktu yang ditunjukan dalam drama untuk memperjelas alur. Sedangkan latar suasana merupakan latar pendukung seperti cahaya, untuk membuat suasana sedih, senang atau suasana pendukung lainnya.

Konflik

Sebelum drama berakhir biasanya ada adegan konflik, yang bisa membuat penonton lebih tertarik saat menikmati drama. Konflik adalah unsur intrinsik dalam drama yang penting. Dengan adanya konflik, penonton bisa lebih tegang dan tertanang saat menikmati drama.

Di dalam drama terdapat konflik eksternal, yang merupakan konflik antara tokoh dengan sesuatu di luar dirinya. Sedangkan konflik internal, adalah konflik yang terjadi antara tokoh dengan dirinya sendiri.

Amanat

Unsur instrinsik dalam drama yang terakhir adalah unsur amanat. Amanat merupakan sebuah pesan moral, yang ingin disampaikan penulis drama kepada penonton drama. Amanat dalam drama bisa dilihat secara eksplisit maupun implisit dalam pementasan.

Lanjutkan Membaca ↓