Cara Membuat Portofolio yang Ideal dan Profesional

Imelda Rahma12 Agu 2020, 16:35 WIB
Portofolio

Fimela.com, Jakarta Dalam dunia profesional, salah satu syarat administrasi yang biasanya diminta oleh perusahaan saat proses rekrutmen berlangsung ialah portofolio. Portofolio sering dianggap sebagai dokumen yang sama dengan riwayat hidup atau curriculum vitae (CV) padahal keduanya berbeda.

Perbedaannya terletak pada isi yang dicantumkan pada tiap-tiap dokumen. CV biasanya berisi data-data diri, mulai dari riwayat sekolah sampai pengalaman kerja. Sedangkan portofolio lebih berfokus pada hasil-hasil kerja yang pernah kamu lakukan sebelumnya sehingga yang ada di portofolio itu bukan data diri lagi, melainkan karya atau pekerjaan apa yang pernah kamu lakukan di perusahaan sebelumnya.

Mulai dari perbedaan tersebut, kamu mendapatkan informasi mengenai isi dari portofolio yang ternyata sangat penting dan akan menentukan keberhasilan lamaranmu. Pihak yang melakukan rekrutmen nantinya bisa memberikan penilaian serta pertimbangan melalui hasil karya atau kerja kamu sebelumnya yang dicantumkan pada portofolio.

Nah, maka dari itu, penting bagi kamu untuk tahu cara membuat dan menyusun portofolio. Untuk itu, Fimela.com kali ini akan mengulas cara membuat portofolio yang ideal dan profesional. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Melampirkan CV atau Membuat Resume dalam Format yang Menarik

Melampirkan CV atau Membuat Resume dalam Format yang Menarik
Ilustrasi CV Credit: pexels.com/Lukas

Cara membuat portofolio yang pertama ialah menyiapkan CV atau resume dalam format yang menarik untuk dilampirkan pada portofolio. Jelas hal ini menjadi pembeda antara CV dan portofolio. Kamu bisa melampirkannya CV secara langsung atau merubahnya dalam bentuk resume dengan format yang lebih menarik.

Jika kamu ingin mengubahnya menjadi resume dan membuatnya tampak lebih menarik, kamu bisa menggunakan aplikasi-aplikasi edit yang ada di internet. Salah satu aplikasi yang banyak digunakan untuk mengedit resume ialah Canva. Pada aplikasi Canva, kamu dapat melihat berbagai desain resume yang bisa kamu jadikan contoh dan referensi untuk digunakan.

Mendeskripsikan Tujuan dan Capaian

Mendeskripsikan Tujuan dan Capaian
Ilustrasi CV Credit: pexels.com/Lukas

Berikutnya, cara kedua untuk membuat portofolio yang ideal dan profesional ialah dengan mendeskripsikan tujuan dan capaianmu dalam hidup. Tujuan dan capaian ini tentu berisi keinginan utama kamu untuk mendapatkan pekerjaan tersebut, bisa juga visi misi hidup. Sedangkan capaian maksudnya adalah hal atau prestasi apa saja dalam pekerjaanmu sebelumnya yang sudah pernah kamu raih.

Untuk tujuan, kamu perlu menyebutkannya dalam dua bagian. Tujuan pertama adalah tujuan jangka pendek sedangkan yang kedua adalah tujuan jangka panjang. Melalui pemaparan tujuan tersebut, pihak rekrutmen dan perusahaan akan tahu apa yang memotivasi kamu untuk melamar sebuah pekerjaan.

Mendeskripsikan Pengalaman

Mendeskripsikan Pengalaman
Ilustrasi Menyusun Portofolio Credit: pexels.com/Vlada

Selanjutnya, bagian yang tidak boleh terlupakan saat membuat portofolio ialah mendeskripsikan pengalaman. Bagian ini merupakan bagian yang penting dari portfolio yakni,  pengalaman profesional serta keterampilan dan kemampuan yang kamu miliki. Tambahkan dan jelaskan sepenuhnya kemampuan untuk bekerja pada suatu pekerjaan.

Jika perlu, buatlah daftar keterampilan profesional dan pengalaman kerja yang pernah kamu lakukan sebelumnya. Hal ini akan memberi pengetahuan dan informasi bahwa kamu berkontribusi secara formal dan informal pada kemampuanmu untuk bekerja.

Melampirkan Hasil Karya Pekerjaan

Melampirkan Hasil Karya Pekerjaan
Ilustrasi Hasil Karya Pekerjaan Credit: pexels.com/PicJumbo

Cara membuat portofolio yang keempat ialah dengan melampirkan hasil karya atau hasil pekerjaan yang pernah kamu buat pada pekerjaan kamu sebelumnya. Kamu bisa memformatnya dalam satu file atau dokumen yang bisa dicetak. Contoh dari hasi karya misalnya, poster, artikel, desain gambar, logo, foto, dan masih banyak lagi.

Susun hasil karyamu dengan format yang rapi, unik, dan menarik sehingga pihak rekrutmen akan terkesan dengan hasil kerja yang pernah kamu buat. Pastinya ketika mereka terkesan maka peluangmu untuk diterima bekerja juga semakin besar.

Melampirkan Sertifikat Penghargaan atau Piagam Sertifikasi Pelatihan

Melampirkan Sertifikat Penghargaan atau Piagam Sertifikasi Pelatihan
Ilustrasi Sertifikat Penghargaan Credit: unsplash.com/marjanblan

Terakhir, cara membuat portofolio yang ideal ialah melampirkan sertifikat penghargaan atau piagam sertifikasi pelatihan. Sertifikat penghargaan maksudnya adalah sertifikat karena hasil pencapaian atau prestasi, biasanya ketika kamu memenangkan lomba. Sedangkan piagam sertifikasi pelatihan ialah dokumen yang membuktikan bahwa kamu pernah memiliki pengalaman pelatihan secara profesional.

Bisa dikatakan dua dokumen tersebut merupakan dokumen pendukung yang juga akan menjadi nilai tambah dalam proses penilaian dan pertimbangan untuk masuk ke dalam sebuah perusahaan. Pastinya setiap perusahaan menginginkan karyawan yang berbakat serta memiliki prestasi yang dapat dibanggakan.

Lanjutkan Membaca ↓