Semarang Kota Aneka Rasa, Aku Bangga Pernah Tinggal di Sana

Endah Wijayanti13 Agu 2020, 09:45 WIB
di kota semarang

Fimela.com, Jakarta Kita semua pasti punya pengalaman tak terlupakan terkait negeri kita tercinta Indonesia. Ada kebanggaan yang pernah kita rasakan sebagai bagian dari Indonesia. Kebanggaan terhadap keindahan alam Indonesia, kekayaan tradisi dan budaya, kecintaan terhadap masyarakat Indonesia, dan lain sebagainya. Kita pun punya cara tersendiri dalam mengartikan kebanggaan terhadap tanah air ini. Melalui Lomba Share Your Stories Bulan Agustus: Bangga Indonesia ini, Sahabat Fimela bisa berbagi cerita, pengalaman, dan sudut pandang tentang hal tersebut.

***

Oleh: Puji Khristiana Dyah Nugrahaini

Semarang kota aneka rasa. Termasuk rasa yang pernah ada. Iya. Semarang memang bukan kota kelahiranku. Tapi di kota ini tersimpan ribuan kenangan yang nyaris tak pernah bisa dilupakan. Termasuk kenangan pertemuan dengan laki-laki kurus berstatus mahasiswa bertampang pas-pasan, irit bicara, dan sangat kesulitan ketika harus menyatakan cinta pada seorang wanita. Laki-laki yang sekarang berstatus sebagai suamiku.

Tapi baiklah. Di sini aku tidak akan bercerita bagaimana kisah romansa pertemuan pertama dengan suamiku dulu, karena itu sama saja dengan menulis sebuah buku novel dengan tebal minimal 300 halaman. Kali ini aku akan mengajak kalian untuk sekadar berekreasi menikmati kuliner dari kota terbesar sekaligus ibu kota Jawa Tengah ini.

Jangan mengatakan pernah ke Semarang kalau belum mencicipi camilan tradisional khas kota ini, yaitu lumpia rebung. Semacam rollade yang diisi dengan berbagai macam isian seperti rebung, ayam cincang, telur, dan udang. Kuliner hasil perpaduan antara cita rasa kuliner Indonesia dan Tionghoa sangat cocok dipadukan dengan saus, acar ketimun, dan cabe rawit. Bisa ditemui di berbagai sudut kota Semarang atau pusat oleh-oleh yang terletak di Jalan Pandanaran pusat Kota Semarang.

Setelah puas menikmati lumpia yang gurih, wisata kuliner di Semarang bisa dilanjutkan dengan mencicipi wingko babat. Terbuat dari campuran tepung ketan, kelapa muda parut, gula pasir, telur dan margarin membuat kudapan khas kota atlas ini terasa manis, gurih, dan legit ketika mendarat di lidah. Selain rasa original, wingko babat juga diproduksi dengan banyak varian rasa seperti coklat, pandan, nangka, dan durian. Sama seperti lumpia, wingko babat juga banyak ditemukan di pusat oleh-oleh Jalan Pandanaran Kota Semarang.

Banyak Hidangan dan Jajanan yang Menggugah Selera

wingko babat
Ilustrasi wingko babat./Copyright shutterstock.com/g/Sriyana

Tak hanya kaya akan produk jajanan atau kudapan. Jika perut terasa lapar dan perlu asupan makanan berat, bisa mencoba kuliner tahu gimbal ala Semarang. Perpaduan tahu goreng dan gimbal udah sebagai komposisi utama akan terasa nikmat dengan tambahan kubis dan siraman saus kacang. Aneka rempah yang ada di dalam saus kacang inilah yang akan membuat tahu gimbal terasa sangat istimewa. Agar rasa kenyang lebih paripurna, bisa ditambah irisan lontong atau nasi sesuai selera. 

Lalu di mana bisa ditemukan warung tahu gimbal yang legendaris ini? Mudah saja. Kuliner ini banyak tersedia di berbagai sudut kota Semarang. Mulai dari warung lesehan di depan Masjid Baiturrahman kawasan Simpang Lima, sampai warung di gang-gang kecil perkampungan penduduk. Tapi jika masih ingin mencari warung tahu gimbal yang laing legendaris, cobalah datang di Tahu gimbal Pak Edi di Taman Indonesia Kaya. 

Masih mencari kuliner mengenyangkan lainnya? Cobalah datang ke Jl. Stadion Selatan, Karangkidul, Kecamatan Semarang Tengah. Di sana ada warung nasi goreng babat yang cukup terkenal. Namanya warung nasi goreng babat Pak Taman. Seperti namanya, nasi goreng ini disajikan dengan potongan daging babat yang empuk. Salah satu keunikan nasi goreng babat Pak Taman dibanding dengan yang lain adalah adanya campuran telur bebek pada nasi gorengnya. Cita rasa yang pedas, manis dan gurih cukup layak untuk menuntaskan selera makan siang yang sangat mengenyangkan.

Hanya itu saja? Tidak. Masih banyak kuliner khas Semarang yang bisa dinikmati saat berkunjung ke kota ini. Seperti soto bangkong, nasi gandul, garang asem, leker Pak Paimo, bandeng duri lunak Juwana, aneka kuliner di toko Oen, dan kuliner lain khas kota ini. Silakan berkunjung ke Semarang dan rasakan keramahan warga dan kelezatan rasa kulinernya. Aku bangga pernah jadi warga Semarang, dan aku bangga dengan Indonesia.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓