Kendala Berobat ke Malaysia di Tengah Pandemi Corona

Karla Farhana13 Agu 2020, 19:30 WIB
[Fimela] Ilustrasi rumah sakit

Fimela.com, Jakarta Pandemi Covid-19 yang melanda banyak negara di dunia memang memberikan dampak besar bagi berbagai sektor. Tak hanya sektor ekonomi, kebijakan beberapa negara guna menghambat penyebaran virus Corona juga ikut memberikan dampak pada sisi medis, dimana masyarakat merasa kesulitan untuk menjalani pengobatan di luar negeri, termasuk warga Indonesia.

Salah satu destinasi favorit warga Indonesia untuk mendapatkan pelayanan medis di luar negeri dengan kualitas yang mumpuni adalah pulau Penang, Malaysia. Setidaknya, ada beberapa rumah sakit seperti RS Island Penang, Gleneagles Penang, dan Loh Guan Lye Specialist Centre yang kerap menjadi tujuan warga Indonesia menjalani perawatan untuk berbagai penyakit yang diderita. Sayangnya, pandemi virus Corona membuat hal tersebut menjadi sulit.

Adanya Kebijakan Movement Control Order yang ditetapkan otoritas Malaysia sejak 18 Maret 2020 lalu guna menanggulangi penyebaran virus Corona nyatanya turut menghambat pasien-pasien asal Indonesia untuk melakukan pengobatan di Penang. Banyak pasien dari Rumah Sakit Island Hospital, Gleneagles Hospital Penang, atau Loh Guan Lye kebingungan dengan aturan ini karena banyak di antara mereka yang harus kontrol atau melanjutkan pengobatan sebelumnya, jadi tidak bisa berangkat.

Tentu saja hal ini dapat menghambat dari proses pemulihan dari penyakit atau bahkan mengganggu pemeriksaan gejala awal yang diderita.

Kewajiban Pasien untuk Berobat di Penang

[Fimela] Ilustrasi rumah sakit
ilustrasi rumah sakit | pexels.com/@pranidchakan-boonrom-101111

Memang, Movement Control Order sempat direlaksasi oleh otoritas Malaysia dalam dua fase, yaitu 1A dan 1B. Aturan baru ini membuat Rumah Sakit Penang hanya menerima pasien yang didatangkan dengan keadaan kritis menggunakan pesawat evakuasi atau charter.

Sebelum keberangkatannya pun, pasien diwajibkan untuk mendapatkan persetujuan dari dokter yang menangani di tempat asal sebelum melanjutkan penanganan di Rumah Sakit Penang. Selain itu mereka juga memerlukan persetujuan dari pihak Malaysia Healthcare Travel Concil.

Pemberlakuan relaksasi movement control order fase 1A dan 1B ini nyatanya juga tidak bisa memberikan jalan keluar bagi kebanyakan pasien. Pasalnya, biaya penggunaan pesawat evakuasi atau charter memakan biaya yang sangat tinggi. Alhasil, bagi pasien umum yang akan melakukan pemeriksaan atau medical check up di rumah Sakit Penang masih perlu menunggu hingga pemberitahuan selanjutnya dari pemerintah Malaysia.

Alasan Pulau Penang Malaysia menjadi tempat favorit warga Indonesia untuk menjalani pengobatan terkait berbagai penyakit yang diderita memang dipengaruhi banyak faktor.

Jika dibandingkan dengan beberapa rumah sakit di Singapura, warga Tanah Air mengaku biaya pengobatan di Penang memang jauh lebih terjangkau. Selain itu, para dokter serta perawat juga kebanyakan bisa menggunakan bahasa Indonesia sehingga mempermudah saat komunikasi terjalin.

Tak jarang, rumah sakit di Penang, Malaysia menjadi second opinion untuk WNI yang divonis mengidap suatu penyakit guna memastikan kesahihannya atau sekedar melakukan medical check up. Bahkan banyak pula yang beranggapan, apapun penyakitnya, rumah sakit di Penang bisa menjadi solusi terbaik untuk proses penyembuhan.

Simak Video Berikut

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by