Meski Perayaan Kemerdekaan Tahun Ini Berbeda, Nuansa Kekeluargaan Tetap Terjaga

Endah Wijayanti15 Agu 2020, 07:15 WIB
perayaan kemerdekaan tahun ini

Fimela.com, Jakarta Kita semua pasti punya pengalaman tak terlupakan terkait negeri kita tercinta Indonesia. Ada kebanggaan yang pernah kita rasakan sebagai bagian dari Indonesia. Kebanggaan terhadap keindahan alam Indonesia, kekayaan tradisi dan budaya, kecintaan terhadap masyarakat Indonesia, dan lain sebagainya. Kita pun punya cara tersendiri dalam mengartikan kebanggaan terhadap tanah air ini. Melalui Lomba Share Your Stories Bulan Agustus: Bangga Indonesia ini, Sahabat Fimela bisa berbagi cerita, pengalaman, dan sudut pandang tentang hal tersebut.

***

Oleh: Kartika Sari

Tahun ini perayaan 17-an agak sedikit berbeda di kampungku. Tapi tentu saja kami sepakat tidak ingin melewatkan keseruan acara yang hanya ditemui setahun sekali. Ada beberapa rangkaian acara yang harus ditiadakan mengingat imbauan menghindari kerumunan dan menjaga jarak. Tapi beberapa acara kami pertahankan agar tidak mengurangi semangat merayakan Dirgahayu ke-75 Republik Indonesia.

Sejak akhir bulan Juli, rangkaian acara menyambut 17-an sudah dimulai. Kami mengadakan kerja bakti dan lomba menghias antar RT. Untuk tetap menaati protokol kesehatan, kerja bakti diadakan di rumah dan halaman masing-masing. Meski mengerjakan “area” masing-masing, tetap saja dilakukan bersama-sama di waktu yang sudah ditentukan.

Kami berinisiatif untuk membuat potluck ala-ala di depan rumah. Para ibu menyediakan kue-kue dan aneka minuman segar di depan rumah. Sementara para bapak sibuk mencabut rumput, mengecat jalan di depan rumah, dan memasang bendera dan lampu hiasan.

Keakraban dan Kekeluargaan yang Terjaga

gulai kambing muda
Ilustrasi gulai kambing./Copyright shutterstock.com/g/oduaimages

Bayangkan, masing-masing rumah di satu blok mengeluarkan aneka hidangan andalannya. Siapa saja peserta kerja bakti boleh menikmati. Ada yang menyediakan buah-buahan segar, aneka kue basah, gorengan, sampai heboh membuat gulai kambing berikut ketupatnya. Mumpung daging kurban masih ada katanya, hihihi.

Semakin termotivasilah para bapak untuk segera menyelesaikan tugas sebelum matahari semakin naik. Dan tentu saja, agar segera bisa menikmati hidangan utama gulai kambing dan ketupat. Tentu acara makan tetap diadakan di rumah masing-masing. Tapi ide kebersamaan inilah yang indah. Ada saja ide-ide baru agar kebersamaan bisa tetap ada.

Sungguh, suasana beginilah yang kurindukan kala merantau. Suasana keakraban dan kekeluargaan yang kita miliki, orang Indonesia. Saling berbagi, bahu membahu, dan tolong menolong dalam kesulitan. Meski kadang dengan keakraban ini sering terjadi gesekan juga, namun tetap lebih menyenangkan karena rasa saling memiliki seperti keluarga sendiri adalah yang paling kita butuhkan di kala merantau. Dan benar kata pepatah, tetangga adalah keluarga terdekat yang kita miliki.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-75.

Jaya selalu Indonesiaku!

Aku bangga menjadi orang Indonesia!

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by