Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut Beserta Klasifikasi Kelasnya

Imelda Rahma15 Agu 2020, 09:35 WIB
Tumbuhan Lumut

Fimela.com, Jakarta Ada banyak jenis makhluk hidup yang bisa kamu pelajari dalam Ilmu Biologi, selaku cabang ilmu yang mempelajari tentang kehidupan organisme hidup di muka bumi. Kamu bisa mempelajari seluk beluk manusia, hewan, dan juga tumbuhan. Semakin kamu mengenalnya, kamu akan bertemu dengan hal-hal menarik yang sebelumnya tidak pernah kamu tahu.

Contohnya, kamu bisa mendapatkan pengetahuan bahwa setiap makhluk hidup memiliki kenis dan klasifikasinya masing-masing. Jika hewan masuk ke dalam Kingdom Animalia, tumbuhan termasuk dalam Kingdom Plantae. Kingdom Plantae adalah salah satu kingdom yang mempunyai banyak sekali anggota. Beragam tumbuhan dalam ilmu biologi diklasifikasikan menjadi sejumlah divisi.

Divisi dibagi kembali menjadi tingkatan yang lebih rendah meliputi kelas, bangsa, suku, marga, dan jenis. Ada 2 divisi dalam kingdom plantae, yaitu tumbuhan tidak berpembuluh dan tumbuhan berpembuluh. Contoh tumbuhan tidak berpembuluh yaitu lumut yang memiliki nama latin Bryophyta.

Nah, Fimela.com kali ini akan mengulas secara spesifik mengenai tumbuhan lumut selaku jenis tumbuhan yang paling mudah dan sering ditemukan. Adapun bahasannya mengenai ciri-ciri tumbuhan lumut beserta klasifikasi kelasnya. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut

Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut
Ilustrasi Tumbuhan Lumut Credit: unsplash.com/Madina

Tumbuhan lumut yang biasa ditemui di kehidupan sehari-hari, mungkin seringkali dianggap tidak berguna. Namun, tumbuhan lumut memiliki karakteristik khusus yang sangat unik. Untuk itu, kamu harus mengetahui ciri-cirinya yang telah dirangkum berikut ini:

Habitat

Ciri-ciri tumbuhan lumut bisa dilihat dari habitatnya. Lumut biasanya tumbuh di tempat lembab seperti di lantai dasar hutan, di batang pohon, dinding sumur, tebing, kulit kayu yang lembab, atau permukaan batu bata. Bahkan, lumut pun bisa tumbuh di dinding rumahmu yang kebetulan kekurangan asupan sinar matahari sehingga keadaannya lembab. Tumbuhan lumut paling suka dengan tempat-tempat lembab.

Gametofit

Struktur tubuh lumut mempunyai generasi gametofit. Gametofit adalah sebuah fase metagenesis yang merupakan pergiliran keturunan. Gametofit tumbuhan lumut tumbuh dari spora yang disebarkan sporogonium yang dibawa sporofit.

Ukuran

Tumbuhan lumut sebagian besar berukuran kecil. Kebanyakan tidak sampai 1 atau 2 cm. Namun, beberapa tumbuhan lumut ditemukan tumbuh hingga 20 cm.

Warna

Ciri-ciri tumbuhan lumut yang paling kentara adalah warnanya. Tumbuhan lumut berwarna hijau karena mengandung klorofil yang digunakan untuk fotosintesis (autotrof) sehingga bisa memproduksi makanannya sendiri.

Pembuluh

Tumbuhan lumut tidak memiliki pembuluh seperti xylem dan floem. Jaringan pengangkut lumut berupa jaringan empulur. Penyerapan air dilakukan oleh rizoid dengan cara ambibisi, kemudian didistribusikan ke seluruh bagian tubuh melalui proses difusi.

Dinding Sel

Ciri-ciri tumbuhan lumut adalah dinding selnya yang terdiri atas selulosa. Namun, dinding tersebut tidak diperkuat oleh lignin seperti pada tumbuhan darat pada umumnya.

Daun

Jika dilihat dari kejauhan, mungkin kamu akan menebak bahwa lumut tidak memiliki daun seperti kebanyakan tumbuhan. Namun, daun tumbuhan lumut tersusun atas selapis sel berukuran kecil, sempit, panjang, serta mengandung kloroplas yang tersusun seperti jala.

Lapisan Pelindung

Tumbuhan lumut mempunyai lapisan pelindung berupa kutikula dan gametangia. Dua lapisan tersebut berupa lapisan berlilin yang berfungsi untuk menahan masuknya air. Selain itu, lapisan tersebut juga mampu mengurangi penguapan.

Akar

Meski tumbuhan lumut kebanyakan tumbuh di permukaan vertikal, namun lumut tetap memiliki akar. Akar lumut berupa rizoid alias akar semu yang terdiri atas beberapa lapis sel parenkim yang berbentuk serabut seperti benang. Akar tersebut berperan untuk melekatkan lumut pada permukaan yang ditumbuhi.

Sel Kelamin

Ciri-ciri tumbuhan lumut selanjutnya adalah sel kelamin. Sperma tumbuhan lumut diproduksi oleh anteridium. Sedangkan ovum diproduksi oleh arkegonium.

Klasifikasi Kelas Tumbuhan Lumut

Klasifikasi Kelas Tumbuhan Lumut
Ilustrasi Tumbuhan Lumut Credit: unsplash.com/Micahela

Selain memiliki ciri-ciri yang unik, tumbuhan lumut juga dibedakan sesuai dengan klasifikasi kelasnya. Berikut klasifikasi tumbuhan lumut berdasarkan kelasnya:

Kelas Hepaticopsida (Lumut Hati)

Kamu bisa melihat lumut hati di tempat yang basah. Struktur tubuh lumut hati berupa higromorf. Ada juga yang hidup di tempat-tempat yang sangat kering, seperti di kulit pohon, di atas tanah, atau batu cadas sehingga tubuhnya berstruktur xeromorf. Di dalam tubuh lumut terdapat alat penyimpan air sehingga dalam keadaan kekeringan tidak mengakibatkan lumut mati.

Kelas Anthoceropsida (Lumut Tanduk)

Anthocerotales (lumut tanduk) biasa hidup melekat di atas tanah dengan perantara rizoidnya. Lumut yang satu ini punya talus yang sederhana dan hanya punya satu kloroplas pada tiap selnya. Pada bagian bawah talus terdapat stoma dengan dua sel penutup. Lumut tanduk juga mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) ketika fase sporofit dan fase gametofit terjadi secara bergiliran.

Kelas Bryopsida (Lumut Sejati)

Lumut sejati juga disebut dengan lumut daun. Kurang lebih ada 12 ribu jenis lumut daun yang ada di bumi. Lumut daun bisa tumbuh di tanah-tanah gundul yang secara periodik mengalami kekeringan, di atas pasir bergerak, di antara rumput-rumput, di atas batu cadas, batang pohon, di rawa-rawa, dan sedikit yang terdapat di dalam air.

Lanjutkan Membaca ↓