Takut Diputus Pacar, Pria Ini Pura-Pura Kena Kanker dan Telan 20 Pil Sehari

Endah Wijayanti15 Agu 2020, 13:45 WIB
pria tertekan

Fimela.com, Jakarta Saat menjalin sebuah hubungan, wajar bila muncul perasaan takut kehilangan. Banyak di antara kita yang tak ingin hubungan dengan seseorang yang kita cinta berakhir dengan perpisahan. Tapi jangan sampai kita malah melakukan kebohongan besar dan membahayakan diri sendiri karena takut diputus pacar, seperti yang dilakukan pria ini.

Kevin Bevis dari Siitingbourne di Kent berbohong kepada pacarnya, Karen Gregory karena takut diputus. Melansir laman metro.co.uk, Kevin berbohong dirinya mengidap kanker perut kronis supaya tidak ditinggalkan oleh pacarnya. Bahkan dirinya menelan 20 pil sehari untuk memoles kebohongannya supaya tampak lebih meyakinan. Tak hanya itu saja, Kevin bahkan meminta Karen menemaninya ke kunjungan dokter bohong-bohongan dan memanipulasi teman-teman Karen yang kemudian melakukan penggalangan dana untuknya. Wah, kok bisa sampai segitunya, ya?

Pada Akhirnya Putus Juga

Ilustrasi Sidang Cerai
(ilustrasi)

Pada akhirnya Karen minta putus juga. Setelah tiga tahun menghadapi perilaku yang terlalu banyak mengatur dan mengalami kekerasan fisik berupa cekikan oleh Kevin, Karen mengakhiri hubungan mereka pada bulan Desember lalu. Kini, Kevin mendapat hukuman 18 bulan penjara setelah dinyatakan bersalah atas dua serangan menggunakan kekerasan dan satu perilaku koersif.

Pada tahun 2018 sebenarnya Karen dan Kevin sudah hampir putus karena perilaku buruk Kevin. Namun, ketika Kevin bilang dirinya mengindap kanker, Karen merasa ia harus tetap berada di sisinya. Kevin melakukan kebohongan dengan cara yang cukup cerdik. "Saat aku menjemputnya, dia akan keluar dengan perban dan menceritakan segala hal tentang perawat di sana. Dia pun membawa obat-obatan, sekotak penuh pil yang dibawa sepanjang hari," papar Karen menceritakan bagaimana Kevin meyakinkan dia soal penyakitnya. Setiap kali pergi ke dokter, Kevin tidak pernah mengajak Karen ikut masuk dengan alasan tak tega membiarkan Karen melihat kondisinya. Saat berjalan-jalan di taman, Karen membantu Kevin mengenakan tongkat. Ketika kebohongan Kevin terungkap, barulah Karen tahu bahwa pil yang dibawa-bawa Kevin hanyalah vitamin dan suplemen.

Saat Kevin mengelabuhi Karen dengan penyakitnya, Karen merasa bersalah dan tak bisa meninggalkannya begitu saja. Karena pun berupaya menghiburnya dengan memberinya lebih banyak perhatian dan seks. Bahkan Karen mengambil lebih banyak pekerjaan supaya Kevin bisa meninggalkan pekerjaannya. Pengadilan juga mengungkap bahwa Karen dipaksa berhubungan seks dengan pria lain oleh Kevin. Puncaknya adalah ketika Karen dicekik oleh Kevin pada bulan Desember lalu. Karen mengmpulkan keberaniannya untuk melaporkan tindak kekerasan Kevin ke pihak yang berwajib. Kini Kevin harus menerima hukuman atas perbuatannya tersebut.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓