Sukses

Lifestyle

Tak Miliki Hostpot untuk Belajar, 2 Siswa Terpaksa Belajar di Luar Restoran Cepat Saji

Fimela.com, Jakarta Pendidikan sangatlah penting bagi sebagian besar orang. Dimana setiap orang akan belajar untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang lebih dalam tentang berbagai pelajaran untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di masa pandemi ini, hampir seluruh kegiatan pendidikan dilakukan di rumah.

Para siswa dapat belajar dan mengerjakan tugas melalui daring. Ini berarti mengharuskan para siswa memiliki perangkat digital dan koneksi internet yang memadai untuk sarana belajar. Tetapi sebagian siswa mungkin tidak dapat menggunakan koneksi internet dengan berbagai alasan. Seperti berita baru-baru ini, dua siswa di California menggunakan koneksi internet dari restoran untuk mengerajakan tugas sekolah mereka.

Melansir dari people.com (10/9), sebuah sekolah di California telah turun tangan setelah dua gadis menjadi viral setelah foto keduanya tersebar. Mereka terlihat duduk di luar sebuah restoran cepat saji, Taco Bell untuk menggunakanWiFi gratis restoran untuk menyelesaikan tugas mereka.

Sejak pertama kali foto tersebut dibagikan ke Instagram, telah membuat banyak orang menyebutnya sebagai contoh mengejutkan dari adanya kesenjangan digital yang berkembang dan perjuangan yang dihadapi banyak orang Amerika di tengah pandemi yang telah memaksa sekolah-sekola di seluruh negeri untuk beralih ke pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran daring.

Rela Duduk di Pinggir Jalan Hanya untuk Belajar

Dalam foto tersebut, kedua anak tersebut duduk di tepi jalan di luar Taco Bell di Salinas dengan membawa pensil, buku catatan dan laptop saat kedua karyawan berbicara kepada mereka. Foto tersebut juga mengejutkan, dengan Luis Alejo, seorang supervisor yang memberikan tanggapan melalui twitter, ia mengatakan bahwa kita harus berbuat lebih baik dan menyelesaikan kesenjangan digital ini untuk semua siswa yang ada di California.

Pada akhirnya pihak Sekolah Dasar Kota Salinas, mengindentifikasi para siswa dan keluarga mereka untuk mendapatkan bantuan hotspot sehingga anak-anak dapat mengakses instruksi pembelajaran dari guru mereka secara daring. Gebin, juru bicara sekolah mengatakan bahwa distrik sekolah tersebut saat ini menunggu pengiriman 2.500 hotspot tambahan untuk diberikan kepada keluarga yang kurang mampu untuk mengatasi kesenjangan digital.

Ketika pandemi virus corona melanda Amerika Serikat pada musim semi ini, hampir semua sekolah terpaksa beralih ke pembelajaran jarak jauh, dengan siswa mengandalkan laptop dan internet rumah untuk mengakses pelajaran mereka. Namun, studi bulan Juni dari Common Sense Media dan Boston Consulting Group menemukan bahwa 25% siswa K-12 tidak memiliki aksesi internet yang memadai di rumah dan 17% tidak memiliki perangkat yang layak untuk pembelajaran jarak jauh.

Menurut Alejo, banyak anak bahkan ribuan anak lain mengalami situasi serupa. Di Salinas, ada banyak orangtua yang bahkan tidak tahu cara menggunakan komputer atau cara kerja hotspot. Gebin mengatakan bahwa distriknya juga memiliki saluran dukungan teknis untuk membantu keluarga atau orangtua memahami teknologi.

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading