Uang Tak Bisa Menawar Kematian, Ada Hal dalam Kehidupan yang di Luar Kuasa Manusia

Endah Wijayanti14 Sep 2020, 13:20 WIB
kisah cinta masa lalu

Fimela.com, Jakarta Ada yang bilang uang bukan segalanya. Hanya saja uang tetaplah kita butuhkan dalam kehidupan. Mengatur keuangan, membuat rencana keuangan untuk jangka waktu tertentu, mewujudkan impian melalui perencanaan finansial yang baik, rencana investasi dan membeli rumah, hingga pengalaman terkait memberi utang atau berutang pasti pernah kita alami. Banyak aspek dalam kehidupan kita yang sangat erat kaitannya dengan uang. Nah, dalam Lomba Share Your Stories September 2020: Aku dan Uang ini Sahabat Fimela semua bisa berbagi tulisan terkait pengalaman, cerita pribadi, kisah, atau sudut pandang terkait uang. Seperti tulisan berikut ini.

***

Oleh: Flora Awoitauw

Normalnya, hampir semua orang dewasa membutuhkan uang, itulah sebabnya setiap orang akan berusaha mendapat atau melakukan pekerjaan yang memberikan jaminan hidup mereka menjadi berkecukupan secara materi yang distandarkan pada sisi keuangan.

"Memang uang bukan segalanya akan tetapi uang dapat membeli segalanya." Ungkapan ini saya pribadi tidak setuju walaupun kata-kata ini sudah populer dan mungkin sebagian besar orang menerimanya. Mengapa? Sebab tidak akan pernah dengan teknologi secanggih apa pun yang diciptakan oleh tangan dan otak manusia dapat menciptakan nyawa juga tidak dapat memberikan nafas kehidupan apalagi umur panjang.   

Beberapa pekan lalu saudara perempuan saya bercerita tentang kakek dari ayah saya. Kakek saya adalah seorang pemimpin dalam suku biasa disebut kepala suku sekaligus dia pun adalah pemimpin atau kepala dari kepala-kepala suku yang ada di kampung kami yang bisa kami sebut ondoafi. Karena posisi ini seperti warisan turun temurun maka ayah dari ayah saya ini sudah dilengkapi dengan kekuatan alam, kekuatan roh nenek moyang yang membuat semua rakyatnya tunduk dan sangat menghormatinya.

Tak Semua Hal Bisa Dibeli dengan Uang

Join Grup WhatsApp Fimelahood dan Dapakan THR Pulsa Total Rp1 Juta
Ilustrasi. (Shutterstock)

Dengan kekuatannya itu ia mampu melakukan apa saja, seperti berkebun berhektar-hektar sendiri, menangkap ikan tanpa bantuan apa-apa, berjalan berkilo-kilometer dalam sekejap, membuat semua hasil tangannya sangat subur dinikmati banyak orang, rajin serta cerdas dan tajam dalam berbicara dan masih ada lagi. Namun, yang ingin saya tekankan di sini bahwa kakek saya ini bisa melakukan semua kecuali satu yang ia tidak bisa dan hal itu sering ia sampaikan kepada anak-anaknya, yaitu tidak dapat menyelamatkan atau mebghidupkan rakyatnya yang meninggal. Sekalipun kakek saya telah memberi persembahan berupa sesuatu benda yang berharga atau makanan-makanan khusus kepada roh-roh penguasa alam atau istilahnya dewa-dewa tersebut, bila kita kaitkan dengan kehidupan sekarang ini biasanya dalam bentuk uang. 

Di sisi lain, mari kita sisihkan waktu sejenak dengan mengunjungi rumah sakit dan pekuburan umum untuk melakukan sedikit pengamatan agar dapat memahami seberapa besar pengorbanan berupa uang yang dikeluarkan orang hanya untuk bertahan hidup, hanya untuk kembali sehat dan hanyak untuk bernapas dengan baik. Tetapi ada yang tetap meninggal dan jenasahnya dibawa untuk dikuburkan walaupun ada juga yang sembuh, mereka kembali menikmati hidup namun akhirnya meninggal juga. Dari fakta ini jelas menyampaikan bahwa kematian dan kehidupan bukan kedaulatan uang tetapi kedaulatan Tuhan Sang pencipta segalanya.

Mungkin kita terus beralasan dengan ribuan kenyataan dan juga teori-teori ekonomi yang mendukung bahwa uang dapat memberikan segalanya hingga kepuasaan dan kebahagiaan. Namun ketika kita pada posisi akhirnya menjadi orang kaya apakah kita merasa bahagia? Apakah kita merasa sudah cukup senang dengan hidup ini? Jadi akhirnya, tidak ada sesuatu pun yang dapat membeli segalanya di dunia ini, uang pun tidak mampu mencukupkan semuanya.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓