Mengatur Keuangan di Masa Pandemi bagi Mahasiswa

Endah Wijayanti15 Sep 2020, 07:15 WIB
guru hebat

Fimela.com, Jakarta Ada yang bilang uang bukan segalanya. Hanya saja uang tetaplah kita butuhkan dalam kehidupan. Mengatur keuangan, membuat rencana keuangan untuk jangka waktu tertentu, mewujudkan impian melalui perencanaan finansial yang baik, rencana investasi dan membeli rumah, hingga pengalaman terkait memberi utang atau berutang pasti pernah kita alami. Banyak aspek dalam kehidupan kita yang sangat erat kaitannya dengan uang. Nah, dalam Lomba Share Your Stories September 2020: Aku dan Uang ini Sahabat Fimela semua bisa berbagi tulisan terkait pengalaman, cerita pribadi, kisah, atau sudut pandang terkait uang. Seperti tulisan berikut ini.

***

Oleh: Devi Novianawati

Di masa pandemi, semuaka langan terdampak. Mahasiswa pun juga. Untuk mahasiswa rantau, jika mendapat induk semang (bapak kos atau ibu kos) yang baik tentu akan lebih berhemat untuk uang kos juga untuk uang transportasi jika memutuskan untuk pulang kampung dan mengakses kuliah dari rumah. Namun biaya internet untuk mengaksesnya pun tidak murah.

Mahasiswa yang bertahan di tanah rantau karena jauh atau keadaan memang tidak memungkinkan (di daerah zona merah) dan tidak sanggup untuk melakukan rapid test atau swab test mungkin akan berhemat uang mudik yang biasanya memakan jutaan rupiah. Biaya internet pun dapat diminimalisir dengan mengakses internet kampus dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Pada beberapa kasus, mahasiswa yang pulang ke rumah kemudian orangtuanya juga terdampak pada akhirnya tidak diberi uang saku. Mereka makan tidur ditanggung orangtua. Lalu bagaimana jika mereka sekedar ingin jajan atau membeli keperluan pribadi? Mencari pekerjaan sambilan adalah solusinya.

Lebih Peka terhadap Situasi

mengatur uang
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/mimi thian

Meski saat ini lapangan pekerjaan juga sedikit. Beberapa sektor usaha mulai tidak dapat bertahan. Namun ada juga beberapa perusahaan membuka lowongan. Sektor makanan yang begitu diperlukan di masa pandemi masih membutuhkan karyawan. Sektor BUMN milik pemerintah juga butuh regenerasi karyawan karena sistem konrak atau karyawan purnanya yang harus diganti.

Bagaimana teknis mengatur keuangan ala mahasiswa di masa pandemi? Kuncinya adalah mengatur sebisa yang dimampu. Jika si mahasiswa tidak mendapat uang saku, ia bisa mencari pekerjaan sambilan. Selain ikut di perusahaan, membuka usaha kecil atau sekadar berjualan tanpa modal misalnya menggunakan sistem dropship atau marketer saat ini mudah dijalani. 

Untuk mahasiswa yang tetap di rantau dan tetap mendapat jatah dari orangtua, tetap menggunakan uang seperlunya namun juga tetap menjaga kewarasan adalah solusi. Menjaga kewarasan agar tetap on the track, tidak homesick dengan rajin menghubungi keluarga, tetap bersua dengan sahabat dekat dan mengakses konten hiburan dari rumah melalui smartphone. Cara mudah lainnya adalah tetap terhubung dengan warga sekitar kos, mengikuti perkembangan dan update pasien positif maupun ODP di daerah rantau dan kampusnya agar tetap waspada.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓