Faktanya, Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Pelecehan Meningkat Selama Pandemi Corona

Gayuh Tri Pinjungwati15 Sep 2020, 11:55 WIB
kdrt

Fimela.com, Jakarta Di seluruh dunia, ketika kota-kota kecil mengalami lockdown untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Tetapi ada banyak masalah lain muncul selama pandemi berlangsung, masalah ekonimi juga dapat berdampak pada hubungan bagi rumah tangga. Banyak perempuan dan anak-anak yang hidup dengan kekerasan rumah tangga. Mereka bahkan mungkin juga mengalami pelecehan selama karantina. Seperti berita baru-baru ini, banyak kekerasan dalam rumah tangga meningkat selama pandemi corona.

Melansir dari people.com (15/9), di Amerika Serikat, sekitar 24 orang per menit dianiaya secara fisik oleh pasangannya, menurut National Domestic Violence Hotline. Dan sejak lockdown dimulai karena virus corona, para ahli di seluruh dunia mengatakan krisis ini semakin memburuk. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, kasus kekerasan dalam rumah tangga telah meningkat karena telah banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. Sebagian besar orang kehilangan pekerjaan dan penghasilan.

KDRT Terjadi di Beberapa Negara di Dunia

KDRT
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Laporan kekerasan dalam rumah tangga di provinsi Hubei China tiga kali lipat selama lockdown. Kasus meningkat 35% di Paraguay pada Maret 2020 dibandingkan dengan Maret 2019. Di Prancis, lonjakannya adalah 30% dalam dua minggu pertama lockdown. Sementara di Lebanon, juga 54% perempuan rentan melaporkan peningkatan kekerasan dan pelecehan selama pandemi, dan mereka merasa kurang aman selama di rumah.

Dr. Amanda Stylianou, direktur peningkatan kualitas di Pusat Perawaran Kesehatan Universitas Rutgers, sebelumnya mengatakan bahwa ketakutan akan virus corona adalah penyalahgunaan taktik yang digunakan sebagai alat untuk untuk mengendalikan korban, seperti misalnya, mengancam akan mengusir mereka dari rumah di saat krisis. Isolasi juga memperburuk situasi, karena para korban yang sebelumnya bergantung pada keterhubungan sosial, sebagai tali penyelamat mendapati diri mereka terputus dari faktor-faktor perlindungan tersebut. Ia juga menambahkan bahwa penurunan ekonomi juga menjadi penyebabnya, karena kesulitan keuangan dapat menyulitkan mereka.

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓