BERANI BERUBAH: Lepas Kemudi Pesawat, Pilot Ini Dalami Bisnis Kuliner

Vinsensia Dianawanti15 Sep 2020, 15:30 WIB
BERANI BERUBAH: Lepas Kemudi Pesawat, Pilot Ini Dalami Bisnis Kuliner

Fimela.com, Jakarta Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang cukup signifikan bagi dunia penerbangan. Seluruh maskapai harus mengurangi jumlah rute penerbangan hingga jumlah penumpang pesawat untuk mematuhi protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Akibatnya, sejumlah pilot kehilangan jam terbang yang membuat mereka harus dirumahkan. Salah satunya Alfonsus Krisjulianto Prabowo yang akrab disapa Alfi harus dirumahkan selama kurang lebih dua bulan di awal pemberlakuan kebijakan PSBB oleh pemerintah.

Alfi sadar bahwa ia harus berbuat sesuatu untuk mengisi waktu luangnya. Berbekal ilmu perhotelan yang ia miliki semasa kuliah, ia bersama sang istri Maria Cynthia Ayu Pratiwi yang akrab disapa Cynthia mulai mencoba berbagai macam kue kering dan roti sobek.

"Aku suka dengan dunia bakery. Dan ingin suatu saat punya toko bakery. Sementara Alfi punya basic S1 perhotelan tapi dia tidak terlalu mendalami dunia bakery. Awanlnya iseng coba-coba aja bikin cookies dan coba resep sana sini," kata Cynthia saat dihubungi melalui telefon.

 

Mencoba beragam resep

Setelah melalui trial and error, ada seorang teman yang ingin mencicipi kue kering buatan Cynthia. Sejumlah kritik dan saran yang membangun pun membuat Cynthia dan Alfi berani untuk menjual kudapan manis dengan nama Sucretary Bake House.

Kue kering dan roti sobek menjadi menu andalan Sucretary Bake House yang cukup digemari oleh kalangan kerabat dan pelanggan setianya. Terlebih, Alfi melihat adanya peluang yang cukup baik untuk membuka bisnis kuliner ketika semua orang melakukan pekerjaannya dari rumah.

"Market-nya ada dengan orang-orang di rumah. Kembali basic human needs itu makanan. Mereka yang lebih suka ke mall pada saat PSSB harus di rumah saja. Kita melihat kesempatan kira-kira apa yang bisa dibuat dan orang-orang suka. Akhirnya kita dapat roti dan cookies. Orang-orang pasti suka roti. Momentumnya dapet, kita berani," ungkap Alfi.

Selain roti dan cookies, Sucretary Bake House kini juga mulai merambah ke menu pasta. Alfi yang cukup menyukai makanan barat menggunakan kemampuannya untuk membuat kreasi pasta yang lezat.

 

Merambah ke pasta

Ide menambah menu pasta sendiri juga berangkat dari kondisi yang tidak diduga. Di tengah perjalanan mengembangkan roti dan kue keringnya, mixer yang menjadi alat utama pun rusak. Akhirnya pasangan suami istri ini harus berputar haluan untuk tetap bisa menyajikan produk yang disukai oleh banyak orang.

Perlahan tapi pasti, Sucretary Bake House semakin dikenal banyak orang. Ia cukup terkenal dengan kue kering, roti sobek, serta donat buatannya. Terbukti dengan banjiran pesanan di awal pandemi dan terus mengalir hingga kini.

Meski demikian, pencapaian Sucretary Bake House hingga saat ini bukan tanpa tantangan. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah ekspedisi. Karena tidak menggunakan bahan pengawet, Alfi dan Cynthia harus cari cara untuk membuat kemasan yang cukup aman untuk menjaga kualitas makanan ketika diantar menggunakan transportasi online.

Baik Alfi maupun Cynthia mematok sejumlah merek bakery terkenal sebagai kiblat bisnis mereka. Keduanya berusaha bagaimana caranya agar produk yang mereka buat memiliki kualitas serupa namun dibanderol dengan harga yang lebih terjangkau.

 

Ingin memiliki toko bakery sendiri

BERANI BERUBAH: Lepas Kemudi Pesawat, Pilot Ini Dalami Bisnis Kuliner
Simak cerita seorang pilot yang dirumahkan dan beralih ke bisnis kuliner (Foto: instagram/mscynthiayu)

Di sinilah ilmu perhotelan yang dimiliki Alfi digunakan. Ia tahu persis bagaimana harus menghitung modal dan bahan yang digunakan untuk kemudian mematenkan harga yang tepat untuk produknya.

"S1 Perhotelannya Alfi kepake banget di sini. Karena ada kalkulasi untuk bikin harga. Dari rumus itu kalau misal dihitung itu bisa jadi harga yang lebih murah," ungkap Cynthia.

Untuk kue kering seberat 30gram dijual seharga Rp15ribu. Sementara roti sobek dengan 16 potong dijual dengan harga Rp50ribu. Untuk pasta sendiri dijual Rp42.500 untuk ukuran kecil dan Rp150 ribu untuk ukuran medium sebesar 20x11cm.

Berawal dari merek bakery ini, Alfi dan Cynthia bisa memiliki toko sendiri. Ini menjadi mimpi dari pasangan suami istri yang memang suka dengan dunia kuliner.

"One stop shopping. Yang bisa orang datang dan take away. Dengan mempertahankan kualitas produk kita yang terpercaya," tutur Alfi.

Simak video berikut ini

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓