Cari Pekerjaan Itu Harus Etis, Jangan Pakai Jalur Belakang dengan Uang

Endah Wijayanti16 Sep 2020, 10:15 WIB
bekerja usia 30 40

Fimela.com, Jakarta Ada yang bilang uang bukan segalanya. Hanya saja uang tetaplah kita butuhkan dalam kehidupan. Mengatur keuangan, membuat rencana keuangan untuk jangka waktu tertentu, mewujudkan impian melalui perencanaan finansial yang baik, rencana investasi dan membeli rumah, hingga pengalaman terkait memberi utang atau berutang pasti pernah kita alami. Banyak aspek dalam kehidupan kita yang sangat erat kaitannya dengan uang. Nah, dalam Lomba Share Your Stories September 2020: Aku dan Uang ini Sahabat Fimela semua bisa berbagi tulisan terkait pengalaman, cerita pribadi, kisah, atau sudut pandang terkait uang. Seperti tulisan berikut ini.

***

Oleh: Alfi Salamah

Uang adalah suatu benda yang memiliki nilai tukar. Uang dianggap sebagai simbol kekayaan. Menarik jika kita membahas seputar uang, karena bahasan terkait uang tak pernah habis dari zaman dahulu hingga sekarang. Benarkah segalanya dapat dibeli dengan uang? Itu kembali ke pilihan masing-masing individu. Segala pilihan memiliki konsekuensi yang nantinya harus dipertanggung jawabkan masing-masing.

Miris rasanya saat mendengar cuitan dari dari banyak orang, bahwasanya “Halah itu gampang, dia pakai jalur belakang dengan uang”. Itulah fenomena yang dari dulu hingga sekarang banyak terjadi dalam kehidupan kita. Hampir di semua hal cuitan seperti itu sudah biasa terjadi. Betapa hal tersebut kini telah menjadi rahasia umum. Sebagai contoh dalam hal seleksi lowongan pekerjaan, seleksi masuk sekolah dan berbagai ranah lain yang berhubungan dengan uji kompetensi individu. Apakah yang harus kita lakukan sekarang?

Menjadi Diri Sendiri

Tutup mata dan telinga adalah solusi terbaik menghadapi permasalahan tersebut. Hal tersebut sebagai upaya agar tidak mudah tergiur. Berapa pun harganya, sebuah kejujuran akan tetap bernilai tinggi dibanding uang. Meskipun banyak orang beranggapan segalanya dapat dibeli dengan uang, namun sejatinya uang tersebut tidak akan memberi manfaat untuk diri sendiri.

Menjadi diri sendiri untuk tampil beda adalah cara aman dalam menghadapi situasi tersebut. Meskipun sekilas terlihat mengalami kekalahan karena persaingan uang tersebut, namun sejatinya sikap seperti itu adalah sikap seorang pemenang sejati.

Uang yang Bermanfaat

perubahan prioritas dan uang
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/miya227

Uang yang bermanfaat adalah uang yang di dalamnya memberi nilai manfaat pada pemiliknya. Sedikit atau pun banyak itu tergantung penggunaan masing-masing individu. Dengan uang yang bermanfaat, maka kebaikan akan hadir membersamai setiap langkah. Kebahagian yang hakiki akan didapatkan bersama uang yang sehat pula.

Aku dan Uang

Mulailah menjadi pribadi yang memiliki prinsip yang kuat dan teguh. Apa pun yang akan dunia tawarkan harus menjadi pribadi “Aku dan uang bagaikan teman”. Teman dalam artian saling memberi manfaat satu dengan lainnya, bukan menjadi budak uang yang harus rela mempergunakan segala cara untuk mendapatkan sesuatu.

Semoga semakin banyak memberikan inspirasi di tengah musim pandemi yang mana semua berlomba mendapatkan uang lebih gigih. Mari berteman dengan uang, dengan cara menjadi pribadi yang selalu optimis menggapai mimpi. Yakini bahwa uang yang sehat akan hadir bersama pemikiran yang sehat. Biarlah orang lain memakai cara kotor, namun mulailah dari sendiri untuk mengajak pada perubahan.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓