Kisah Rehan, Bocah 9 Tahun yang Jadi Badut Jalanan Demi Nasi Bungkus

Karla Farhana21 Sep 2020, 19:00 WIB
Diperbarui 21 Sep 2020, 19:00 WIB
[Fimela] Rehan, Bocah Badut Ampang

Fimela.com, Jakarta Bagi sebagian orang, atraksi badut jalanan merupakan sebuah hiburan yang mampu mengusir rasa suntuk dan kantuk ketika berada tengah perjalanan ke suatu tempat. Apalagi, biasanya badut jalanan akan muncul ketika lalu lintas cukup padat, seperti di Jalan Gatot Subroto. 

Di antara badut-badut jalanan di sepanjang jalan tersebut, Rehan, bocah 9 tahun menyusuri lalu lintas yang kerap kali merayap itu sembari mencari rezeki. Setiap hari, Rehan harus bangun pagi-pagi sekali agar atraksinya dapat disaksikan para pekerja kantoran dan warga di sekitar jalan Gatoto Subroto. 

Meski lelah, Rehan tetap bertahan berjalan di tengah terik matahari menggunakan kostum badut yang begitu berat dan panas. Tidak jarang Rehan harus beristirahat di pinggir jalan dan bahkan hingga tertidur di selasar. Baginya, keputusan menjadi badut jalanan didasari oleh motif ekonomi, agar dia bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Ibunya bekerja serabutan dan hanya mampu membayar uang sewa kontrakan. Sementara, Rehan sekeluarga masih kesulitan untuk mencari makan. Untuk itu, Rehan memutuskan bekerja menjadi badut jalanan. 

Demi Nasi Bungkus

View this post on Instagram

EDISI KEHIDUPAN.... Setiap hari, Rehan harus bangun pagi-pagi betul agar atraksinya bisa disaksikan oleh para pekerja kantoran dan warga disekitar jalan Gatot Subroto... Bagi sebagian orang, atraksi badut jalanan yang disuguhkan Rehan dinilai ampuh untuk mengusir rasa suntuk di tengah padatnya jalan Gatot subroto. Namun, ada beberapa hal penting yang luput dari pikiran mereka. Pertunjukkan yang mereka anggap menarik itu sebetulnya dilakukan oleh anak di bawah umur, bahkan termasuk dalam kategori eksploitasi anak. Menurut pengakuan Rehan, keputusannya menjadi Badut jalanan didasari oleh motif ekonomi agar ia bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ibunya yang bekerja serabutan hanya mampu mengumpulkan uang untuk membayar biaya sewa kontrakan. Jika ada rejeki berlebih, uang tersebut sengaja disisihkan untuk biaya sekolahnya. “Uangnya lumayan. Bisa buat beli Nasi bungkus untuk dibawa pulang ke rumah,” tutur Rehan Agar atraksinya menarik perhatian banyak orang, Rehan memperlihatkan jogetan kecilnya. Sementara untuk urusan kostum dan kepala boneka, Rehan mengaku selalu mengganti kostumnya setiap hari. Sang penyedia kostum juga menyediakan beberapa pilihan kepala boneka yang didesain menyerupai tokoh-tokoh kartun, mulai dari Dora the Explorer, Upin dan Ipin, hingga Spongebob Squarepants. Kepala dan bajunya saya sewa. Saya tidak tahu biayanya, karena ibu yang membayar,” ungkap Rehan sembari menyeka keringat yang menetes di kelopak matanya. Setiap hari Rehan memang sengaja berangkat pagi-pagi buta, bahkan sebelum mentari pagi bersinar. Selain mengincar mobil-mobil yang terjebak macet, ia ingin menyisihkan waktu di sore hari untuk bermain bola di rumah. Lepas Sholat Isya saya biasanya langsung pulang ke rumah bersama ibu setelah ibu selesai beberes kebersihan halaman Alfamart jl. Gatot subroto kata Rehan Namun saat ditanya, apakah ia dan ibunya nyaman dengan profesi mereka saat ini, Rehan mengaku senang dapat membantu memberikan uang tambahan kepada ibunya. Kendati demikian, Rehan tidak memungkiri bahwa terkadang ia merasa lelah karena harus berjalan hingga sejauh 10 km dari rumahnya.

A post shared by KONTEN INSPIRATIF (@rhmadii__) on

“Uangnya lumayan. Bisa buat beli nasi bungkus untuk dibawa pulang ke rumah,” tutur Rehan, dilansir dari Netshark. 

Rehan menyewa baju badut yang dia kenakan. Meski lelah dan perut kerap kali terasa lapar, Rehan rela berangkat bekerja pagi sebelum matahari terbit. Pasalnya, bocah tangguh ini mengincar mobil-mobil yang terjebak macet. Selain itu, siasat ini dia pilih agar bisa selesai bekerja lebih cepat dan dapat bermain bola sore hari di dekat rumahnya. 

Meski berat, Rehan mengaku senang dapat membantu memberikan uang tambahan kepada sang ibu, meski dia kerap kali merasa lelah karena harus berjalan sejauh 10 km dari rumahnya demi nasi bungkus. Video dan kisah Rehan ini kemudian diungguah di Instagram oleh pemilik akun bernama @rhmadii__/. 

#ChangeMaker

Simak Video Berikut

Lanjutkan Membaca ↓