Mengelola Uang di Masa Sulit ala Freelancer

Endah Wijayanti23 Sep 2020, 11:20 WIB
Diperbarui 23 Sep 2020, 11:20 WIB
bekerja di rumah

Fimela.com, Jakarta Ada yang bilang uang bukan segalanya. Hanya saja uang tetaplah kita butuhkan dalam kehidupan. Mengatur keuangan, membuat rencana keuangan untuk jangka waktu tertentu, mewujudkan impian melalui perencanaan finansial yang baik, rencana investasi dan membeli rumah, hingga pengalaman terkait memberi utang atau berutang pasti pernah kita alami. Banyak aspek dalam kehidupan kita yang sangat erat kaitannya dengan uang. Nah, dalam Lomba Share Your Stories September 2020: Aku dan Uang ini Sahabat Fimela semua bisa berbagi tulisan terkait pengalaman, cerita pribadi, kisah, atau sudut pandang terkait uang. Seperti tulisan berikut ini.

***

Oleh: K

Bulan ini tepat setahun aku menjadi freelancer penuh waktu. Belum khatam beradaptasi dengan dunia freelancer, pandemi virus corona datang dan membawa perubahan dalam hidupku.

Terasa berat, tentu saja. Aku rasa semua orang merasakan dampak pandemi dari segala sisi kehidupan. Tapi selalu ada ujung yang terang di depan sana. Pandemi ini membuat lebih banyak lagi kegiatan online yang bisa dikerjakan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Mulai dari lomba menulis, job menulis konten, berkontribusi di kelas online, hingga mengikuti aneka giveaway.

Kegiatan #dirumahaja juga memberi lebih banyak waktu untuk menambah keterampilan baru. Seperti berkebun memanfaatkan lahan kosong di rumah. Lumayan, dengan menanam cabai, tomat, terong, dan sawi, bisa berhemat juga lho untuk belanja dapur. Bahkan saking banyaknya hasil panen, bisa berbagi juga ke tetangga sekitar rumah.

Selain menambah pos pemasukan, tentunya aku juga perlu merestrukturisasi pos-pos pengeluaranku. Kebutuhan primer tentu tidak bisa diganggu gugat. Kebutuhan sekunder dan tersier yang kuutak-atik agar bisa lebih berhemat.

Mengelola Uang dengan Lebih Bijak

Ilustrasi meja kerja
Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

Sesungguhnya karena pandemi banyak pengeluaran yang bisa ditekan, meski beberapa pengeluaran di sektor lain bertambah sih. Misalnya anggaran liburan bisa dihapus, namun anggaran komunikasi dan hiburan di rumah justru bertambah seperti untuk internet dan nonton di platform digital. Anggaran belanja dapur juga meningkat karena lebih aman masak sendiri di rumah. Tapi dengan begitu aku bisa menekan pos jajan di luar. Yang ternyata bisa jauh lebih hemat ya dengan masak sendiri!

Untuk penghasilan yang rutin, aku alokasikan ke pengeluaran rutin yang cukup besar nilainya. Sedangkan untuk penghasilan yang nilainya lebih kecil dan random, aku alokasikan untuk biaya hidup sehari-hari. Pastinya aku juga getol berburu diskon dan promo cashback saat belanja online. Tapi tentu saja tetap berbelanja yang bijak sesuai kebutuhan agar anggaran belanja tetap aman.

Aku juga tidak melupakan untuk menambah saldo tabungan. Justru di masa krisis seperti ini, kebutuhan uang kas sangat penting. Usahakan punya simpanan yang mudah dicairkan, agar sewaktu diperlukan bisa segera digunakan. Untuk pos investasi belum aku tambahkan lagi. Masih belum berani karena memilih lebih fokus di dana cadangan saja.

Di masa sulit seperti ini juga membuatku menyadari, betapa Tuhan selalu menyertaiku. Terkadang, menurut perhitunganku sebagai manusia tidak cukup. Tapi tak terasa satu bulan berlalu tanpa kesulitan yang berarti. Entah darimana, ada saja rezeki datang lewat saudara, tetangga, dan handai taulan. Aku jadi merasa malu kalau mau mengeluh, karena yakinlah Tuhan pasti menolongku.  

Semoga pandemi ini segera usai, dan kita semua bisa kembali beraktivitas dengan tenang seperti sedia kala. Semangat buat kita semua!

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓