Alami Fobia Makanan, Gadis Berusia 10 Tahun Ini Hanya Makan Roti Panggang Setiap Hari

Gayuh Tri Pinjungwati23 Sep 2020, 11:46 WIB
Diperbarui 23 Sep 2020, 11:46 WIB
Makan

Fimela.com, Jakarta Food phobia atau dalam medis disebut neophobia  sebenarnya adalah ketakutan akan makanan. Orang dengan neophobia sering menghindari makanan dan minuman karena mereka takut pada makanan itu sendiri. Ketakutan ini mungkin khusus untuk satu jenis makanan, seperti musalnya makanan yang mudah busuk atau lainnya. Seperti berita baru-baru ini, seorang anak berusia 10 tahun, mengalami fobia pada makanan. Hal ini membuatnya harus mengonsumsi roti setiap harinya.

Melansir dari foxnews.com (23/9), seornag siswi dengan fobia makanan yang berarti dia hanya makan roti panggang putih telah sembuh setelah dihipnotis. Martha Davies, gadis berusia 10 tahun ini akan muntah jika dia mencoba makanan apa pun selain roti panggang yang lembut dan pringle barbekyu. Bahkan makan malam Natalnya adalah roti panggang berukuran sedang dari Warburtons Blue dengan segelas air putih.

Dia mengembakan rasa takutnya padamakanan yang dikenal sebagai neophobia ketika berusia 18 bulan dan terus mengunyah potongan roti panggang setiap hari. Ibu Julie Davies dan ayah Chris Davies, keduanya berusia 43 tahun, akhirnya menghabiskan sedikit uang untuk membeli roti dan keripiki setiap minggu dan tidak pernah memasak makam malam hangat untuk Martha dalam hidupnya.

Dari kecil hingga Martha berusia 18 bulan dia makan dengan normal, seperti bayi pada umumnya yang makanan lembut. Kemudian ia berteriak dan menyingkirkan makanan. Sang ibu tetap memaksanya untuk makan tetapi tampaknya menjadi buruk dari waktu ke waktu. Ibunya juga mengira masalahnya akan hilang dengan sendirinya.

Melakukan Terapi, Gadis Ini Mulai Membaik

makan
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Alena Ozerova

Saat Martha mulai bersekolah, alih-alih menjadi lebih baik tetapi malah semakin buruk. Dalam sehari Martha hanya makan dua potong roti bakar mentega untuk sarapan dan tiga potong untuk makan malam. Bahkan Martha juga membawa bekal makan ke sekolah dengan Pringles dan boskuit seperti krim mustard atau roti jahe. Natal tahun lalu dia menjadi sedikit lebih baik dan makam roti gulung dengan sedikit sosis, padahal selama bertahun-tahun dia hanya memakan roti panggang.

Karena putus asa, sang ibu menghubungi Cognitive Behavioral Hypnotherapist David Kilmurry untuk meminta bantuannya. Ia menghipnotis Martha saat itu Martha menyantap pizza yang dimasak untuk pertama kalinya. Tetapi Martha hanya makan bagain roti dari pizza tersebut. Seiring berjalannya waktu ketakutan itu hilang dan dia sekarang makan roti kering. Tetapi tetap saja Martha masih saja sulit makan.

Martha mengatakan dia tidak tahu mengapa dirinya takut untuk mencoba makanan baru. Namun, saat ini Martha telah mencoba untuk mengonsumsi makanan lain seperti chicken nugget dan pasta, tetapi tetap saja roti panggang adalah menu yang paling utama.

Terapis Kilmurry spesialis dalam mengobati orang yang susah makan, mengatakan Martha datang padanya dengan neophobia ekstim. Kini Martha masih terus melakukan terapi untuk mengatasi masalah yang dia hadapi.

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓