Penelitian Mengungkapkan Teknologi Plasmacluster Dapat Cegah Covid-19

Anisha Saktian Putri23 Sep 2020, 15:30 WIB
Diperbarui 23 Sep 2020, 15:30 WIB
kacamata-pexels

ringkasan

  • Untuk menurunkan risiko penularan Covid-19 tersebut bisa menggunakan kemampuan teknologi Plasmacluster yang telah lolos uji coba
  • Dalam penelitian virus corona baru yang melayang di udara disinari oleh ion Plasmacluster selama sekitar 30 detik
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) virus corona jenis SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 melalui airborne atau penyebaranudara.

Walaupun belum dapat dipastikan secara valid, namun kemungkinan penyebaran ini tetap dapat terjadi jika keadaan lingkungan mendukung terhadap perkembangan virus tersebut. Misalnya kualitas udara yang buruk akibat sirkulasi udara yang tidak baik.

Untuk menurunkan risiko penularan Covid-19 tersebut bisa menggunakan kemampuan teknologi Plasmacluster yang telah lolos uji coba.

"Plasmacuster sudah teruji dalam menurunkan risiko penularan Covid-19 melalui udara pertama di dunia. Ini merupakan kontribusi yang dapat dilakukan oleh Sharp dalam membantu menjaga kesehatan konsumen setianya di seluruh dunia”, ungkap Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia dalam acara SHARP.

 

Penelitian

Sharp
Air Purifier besutan Sharp yang sudah mendukung teknologi plasmacluster. (Dok. Sharp)

Sharp Corporation bersama dengan Profesor Jiro Yasuda dari Pusat Penelitian Nasional untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, Institute of Tropical Medicine, Universitas Nagasaki, Professor Asuka Nanbo (anggota Dewan Perkumpulan Virologi Jepang) Universitas Nagasaki, dan Profesor Hironori Yoshiyama dari Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Shimane melalui perangkat uji virus yang dilengkapi dengan teknologi Plasmacluster dari Sharp.

Dalam penelitian ini virus corona baru yang melayang di udara disinari oleh ion Plasmacluster selama sekitar 30 detik, hasilnya menunjukan bahwa titer infeksi virus dapat berkurang lebih dari 90%.

Pada tahun 2004, Sharp sudah membuktikan keefektifan dari teknologi Plasmacluster terhadap virus corona yang menyebar melalui kucing, anggota keluarga Coronaviridae. Pada tahun berikutnya, ditahun 2005, kembali Sharp membuktikan keefektifannya terhadap virus asli SARS coronavirus, yang menyebabkan wabah (2002-2003) dan secara genetik mirip dengan novel coronavirus (SARS-CoV-2).

Dan di tahun 2020 Sharp telah memastikan bahwa Ion Plasmacluster yang dimilikinya juga efektif melawan Covid-10 yang mengambang di udara.

"Dengan penelitian ini dapat dipastikan jika teknologi Plasmacluster terbukti dapat menonaktifkan virus corona jenis baru yang tersuspensi di udara, sehingga diharapkan dapat menurunkan resiko terinfeksi virus tidak hanya di rumah, perkantoran, kendaraan, tetapi juga di ruang fisik seperti institusi medis," ujar Dr. Jiro Yasuda, Profesor, Pusat Penelitian Nasional untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, Universitas Nagasaki  selaku kepala dalam penelitian.

Hanya perlu diketahui, penelitian ini masih dilakukan dalam kondisi terkontrol. Proses uji coba dilakukan dalam kondisi yang sudah ditentukan.

Salah satunya adalah penyinaran ion plasmacluster dalam uji coba ini mencapai 100 ribu ion. Sementara produk konsumen plasmacluster Sharp saat ini memiliki kemampuan menembakkan 10 ribu ion plasmacluster.

Selain itu, penyebaran virus juga dilakukan dalam ruang tertutup, tidak sepenuhnya di udara bebas. Hal itu dilakukan mengingat virus penyebab Covid-19 ini berbahaya dan belum ada vaksinnya.

SHARP sendiri memiliki lini Plasmacluster yang hadir di air purifier, AC, kulkas, maupun ion generator.

 

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓