Fimela Fest 2020: Jadi Penyintas Pelecehan Seksual, Perempuan Ini Dirikan Organisasi Kesehatan Mental

Vinsensia Dianawanti23 Sep 2020, 16:40 WIB
Diperbarui 23 Sep 2020, 16:53 WIB
Fimela Fest 2020: Jadi Penyintas Pelecehan Seksual, Perempuan Ini Didirikan Organisasi Kesehatan Mental

Fimela.com, Jakarta Pelecehan seksual menjadi pengalaman yang menghancurkan setiap perempuan. Termasuk Hauwa Ojeifo, seorang perempuan asal Nigeria yang berakhir dengan pengalaman trauma mental akibat pelecehan seksual yang dialaminya.

Trauma mental selalu menghantui Ojeifo akibat pelecehan seksual yang dialaminya. Ia tidak pernah mengira bahwa menulis blog bisa menyelamatkan dirinya. Ia pun tidak menyangka bahwa tulisannya justru menjadi lebih sekadar tulisan.

Dengan nama blog She Writes Woman, kini menjadi sebuah organisasi yang membantu perempuan dalam kesehatan mental di Nigeria. Mengandalkan teleterapi dan kelompok dukungan virtual. Organisasi ini melayani ribuan orang yang selamat dari kekerasan berbasis gender dan mereka yang hidup dalam kondisi kesehatan mental.

"Melakukan pekerjaan ini, itu suli. Itu membutuhkan tingkat disilpin dan keteguhan, perlu semangat yang membara dalam dirimu setiap hari," ungkap Hauwa Ojeifo.

 

Mendapat penghargaan

Fimela Fest 2020: Jadi Penyintas Pelecehan Seksual, Perempuan Ini Didirikan Organisasi Kesehatan Mental
Simak kisah Hauwa Ojeifo yang jadi penyintas pelecehan seksual dan mendirikan organisasi yang fokus pada kesehatan mental (Foto: instagram/hauwa_ojeifo)

Meski telah mendapat penghargaan The Changemaker Award by Goalkeepers dari Bill & Melinda Gates Foundation, Ojeifo merasa ia harus melakukan lebih dari apa yang telah ia lakukan di organisasinya.

"Kami membutuhkan lebih banyak percakapan tanpa rasa malu. Kami perlu membuka pintu kesehatan mental dan mulai memastikan bahwa kami mengizinkan orang untuk bersandar pada percakapan itu. Dan saya melakukannya dengan menempatkan diri saya di luar sana dan menggunakan cerita saya untuk memanggil orang lain dengan pengalaman yang sama," cerita Ojeifo.

Sebagai penyintas pelecehan seksual, Hauwa Ojeifo memulai She Writes Woman setelah ia berjuang dengan kesehatan mentalnya sendiri. Ia harus berjuang melawan ketidakmampuan untuk mempertahankan hubungan hingga upaya bunuh diri.

Awalnya, Ojeifo tidak menyadari bahwa apa yang ia alami memiliki konsekuensi terhadap kesehatan mentalnya. Namun ternyata hal tersebut merupakan akumulasi dari waktu ke waktu dan ingatan itu ada di alam bawah sadar.

 

Mendirikan organisasi kesehatan mental

Saat itu hampir tidak ada sarana yang fokus pada kesehatan mental untuk Ojeifo. Sehingga ia beralih ke media sosial serta blognya untuk mencari hiburan.

Pada April 2016, ia merasa mengalmai gangguan di pekerjaannya sebagai bankir investasi. Hingga akhirnya ia berhenti dari pekerjaannya dan berkomitmen penuh menjadikan She Writes Woman sebagai organisasi kesehatan mental.

Masih jelas di ingatan Ojeifo ketika ia merasa butuh pertolongan namun rasanya tidak ada sarana yang pas untuk dihubungi. Ia terus merasa pasti ada cara untuk berbicara dengan seseorang ketika saya merasa ingin bunuh diri tanpa harus membuat khawatir keluarga. Hingga akhirnya ia memiliki inisiatif untuk membentuk saluran bantuan dan layanan terapi.

"Ini bukan hanya tentang kesehatan mental, ini juga tentang beberapa nada adama dan budaya yang harus dijelajahi sebagai seorang perempuan," tutup Hauwa Ojeifo.

Ke depan, ia akan fokus pada memperjuangkan undang-undang dan kebijakan kesehatan mental di Nigeria. Mendorong negara tersebut memprioritaskan pembuatan RUU kesehatan mental dan hak asasi manusia di Nigeria.

Untuk tahu lebih lanjut topik seputar ini, daftarkan dirimu di sini dan dapatkan info terupdate FIMELA FEST 2020. Jangan sampai terlewat ya.

Simak video berikut ini

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓