Tewas Akibat Pelecehan Seksual, Keluarga Tetap Berjuang Dapatkan Keadilan di Tengah COVID-19

Vinsensia Dianawanti23 Sep 2020, 19:00 WIB
Diperbarui 23 Sep 2020, 19:00 WIB
pelecehan seksual

Fimela.com, Jakarta Kasus pelecehan seksual masih terus terjadi di sejumlah wilayah. Tak terkecuali Amerika Serikat. Seorang penulis bernama Marienna Pope-Weidemann bercerita soal sepupunya bernama Gaia Pope yang meninggal setelah menjadi korban pelecehan seksual.

Ia beserta keluarga menghadiri peninjauan pra-pemeriksaan untuk mendengarkan penyebab kematian sepupunya yang mengerikan. Weidemann merasa marah, sedih, dan takut mengetahui begitu banyak cerita beredar soal sepupu kesayangannya di luaran. ini menjaddi kenyataan yang dihadapi oleh ribuan penyintas pelecehan seksual di seluruh muka bumi.

Pada Desember 2015, ibu Weidemann menelepon bahwa Gaia berada di rumah sakit. Setelah satu tahun bungkam seribu bahasa, Gaia akhirnya mengungkapkan bahwa dirinya telah diperkosa oleh pelaku kejahatan seksual. Sang pelaku pun mengancam akan membunuhnya jika Gaia berbicara. Trauma begitu besar bisa Weidemann rasakan dari sepupunya hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Gaia adalah sepupu kesayangannya sehingga Weidemann akan melakukan apapun, termasuk berurusan dengan polisi dan mencoba mendapatkan bantuan. Ia melakukan terapi seni improvisasi dan pergi ke kelas bela diri bersama.

 

Terjadi pelecehan seksual

Pelecehan Seksual
Ilustrasi/copyright shutterstock

Seluruh keluarga pun melakukan yang terbaik untuk membantu Gaia sembuh. Namun itu tidak bisa menggantikan perawatan profesional yang sebenarnya ia butuhkan.

Trauma yang dihadapi Gaia mengubahnya dari sosok perempuuan cerdas dan peduli dengan orang lain menjadi orang yang penuh dengan kecemasan. Bahkan ia kerap memohon untuk menyelamatkan hidupnya.

Pada awal 2017 pelaku pun dibebaskan lebih dari awal dari penjara. Ini memicu peristiwa pelecehan seksual yang lebih parah. DI mana di rumah sakit, Gaia malah dilecehkan secara seksual oleh pasien lain. Hingga akhirnya Gaia menghilang pada 7 November 2017.

Hari di mana Gaia menghilang, sebenarnya ia memiliki dua janji pertemuan. Satu dengan dokter umum untuk meminta dukungan kesehatan mental dan yang lainnya dengan polisi Dorset untuk pemanggilan pertama kali sejak kasus pemerkosaannya dibatalkan.

 

Mencari keadilan di tengah COVID-19

Pelecehan Seksual
Ilustrasi pelecehan seksual/copyright shutterstock

Gaia menghilang dalam kondisi yang sangat tertekan sehingga ia tidak akan bisa menjaga dirinya sendiri. Akhirnya, Gaia ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Dokumen pun mengatakan bahwa Gaia telah meninggal akibat hipotermia. Sejak saat itu, sulit bagi keluarga Gaia untuk mendapatkan pertanggungjawaban atas kesedihan yang dialami keluarga.

Namun tiga tahun kemudian, keluarga akhirnya menceritakan sebagian dari kisah mengerikan ini. Meski dalam posisi yang aneh karena harus meminta penundaan persidangan. COVID-19 membuat pengadilan sulit melakukan penyelidikan yang dibutuhkan.

"Kami ingin semua ini berakhir, tetapi kebenaran dan keadilan lebih penting, terutama karena pandemi ini memperbesar risiko bagi korban dan penyintas dan mengancam kemajuan hak-hak perempuan. Ini juga memperparah layanan publik karena adanya penghematan pemerintah," ungkap Marienna Pope-Weidemann.

Masih banyak cerita yang belum terungkap tentang apa yang terjadi pada Gaia. Keluarga terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan keadilan tetap ditegakkan. Meski Gaia sendiri kini sudah tiada.

Simak video berikut ini

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓