Ini Kisahku Melunasi KPR, Yuk Segera Lunasi Kredit Rumahmu!

Endah Wijayanti24 Sep 2020, 11:45 WIB
Diperbarui 24 Sep 2020, 11:45 WIB
melunasi kpr

Fimela.com, Jakarta Ada yang bilang uang bukan segalanya. Hanya saja uang tetaplah kita butuhkan dalam kehidupan. Mengatur keuangan, membuat rencana keuangan untuk jangka waktu tertentu, mewujudkan impian melalui perencanaan finansial yang baik, rencana investasi dan membeli rumah, hingga pengalaman terkait memberi utang atau berutang pasti pernah kita alami. Banyak aspek dalam kehidupan kita yang sangat erat kaitannya dengan uang. Nah, dalam Lomba Share Your Stories September 2020: Aku dan Uang ini Sahabat Fimela semua bisa berbagi tulisan terkait pengalaman, cerita pribadi, kisah, atau sudut pandang terkait uang. Seperti tulisan berikut ini.

***

Oleh: Ranti Uli 

Ketika menikah, aku dan suami punya impian besar, yakni memiliki rumah sendiri. Dulu hal itu terasa mustahil karena ketika kami menikah, suami sedang melanjutkan pendidikan. Otomatis, penghasilannya tidak penuh karena ada potongan dari instansi tempatnya bekerja. Namun, kami justru tertantang untuk mewujudkan impian itu.

Setelah melangsungkan pesta pernikahan, kami menyewa rumah di klaster kecil. Sejak saat itu pula kami mulai giat menabung untuk mengumpulkan uang muka pembelian rumah. Dengan berhemat sana-sini, kami berhasil mengumpulkan DP untuk membeli rumah setelah dua tahun. Kami menemukan rumah yang cocok untuk keluarga kecil kami. 

Perjalanan kredit pemilikan rumah (KPR) kami pun dimulai pada 2015. Oleh pihak bank, kami harus membayar cicilan sekian juta rupiah selama 25 tahun. Aku dan suami suka berkelakar bahwa sampai anak kami lulus kuliah, kami masih harus membayar cicilan KPR. Padahal saat itu, kami belum punya anak.

Usai menandatangani akad jual beli rumah, kami memperketat keuangan karena harus membayar cicilan tiap bulan. Lalu, kami menyadari suatu realita pahit bahwa bunga cicilan KPR cukup besar. Jadi, cicilan yang kami bayarkan tiap bulan tidak dialokasikan untuk mengurangi jumlah pinjaman, melainkan untuk membayar bunga KPR.

Strategi Melunasi KPR

melunasi kpr
Melunasi KPR./Copyright dok. Ranti Uli

Dari situ kami ubah strategi untuk segera melunasi KPR. Logikanya, semakin cepat kami melunasi kredit rumah, semakin sedikit bunga yang harus kami bayarkan pada bank. Aku juga berkaca dari pengalaman temanku yang sudah membayar cicilan KPR selama 5 tahun, tapi nilai pinjaman di bank hanya berkurang sedikit. Cicilan yang dia bayar, dialokasikan bank untuk pembayaran bunga KPR.

Beberapa hal yang kami lakukan untuk berhemat ialah sering masak di rumah, jarang makan di restoran, tidak membeli minuman di kedai kopi ternama, dan mengurangi frekuensi jalan-jalan ke mall. Berbagai upaya kami membuahkan hasil. Dalam empat tahun kami sudah melunasi KPR. 

Banyak keuntungan yang kami rasakan dengan cepat melunasi KPR. Pertama, kami tidak terbeban lagi membayar cicilan dan bunga di bank. Kedua, kami bisa fokus mencapai tujuan keuangan keluarga lainnya, seperti fokus menyiapkan dana pendidikan anak, dana pensiun, dan dana liburan.

Setelah melewati pengalaman KPR ini, aku selalu menyemangati teman-teman untuk segera melunasi KPR. Lebih baik berhemat sekarang daripada membayar bunga KPR yang tinggi dan harus membayar cicilan selama bertahun-tahun.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓