Dari Hobi Makan Permen, Pria Ini Tewas Seketika di Restoran Cepat Saji

Vinsensia Dianawanti24 Sep 2020, 13:00 WIB
Diperbarui 24 Sep 2020, 13:00 WIB
permen

Fimela.com, Jakarta Dengan rasa yang cenderung manis, permen kerap menjadi kudapan favorit di sela-sela jam makan. Bahkan beberapa orang mengandalkan permen untuk menunda lapar berkat kandungan gula yang dimilikinya.

Namun siapa sangka jika permen justru mengakibatkan kematian seseorang. Hal terjadi pada seorang pekerja konstruksi di Massachusetts, Amerika Serikat yang meninggal secara mendadak.

Pria berusia 54 tahun ini meninggal di sebuah restoran cepat saji saat makan setelah mengonsumsi satu setenagh kantong licorice hitam selama beberapa minggu. Kasus inipun dicatat dalam sebuah studi yang diterbikan oleh The New England Journal of Medicine.

"Dia memiliki pola makan yang buruk, terdiri dari beberapa paket permen setiap hari. Tiga minggu sebelumnya, ia telah mengganti jenis permen yang dia makan menjadi black licorice," ungkap jurnal tersebut.

 

Efek kelebihan gula

Mengunyah Permen Karet
Ilustrasi Mengunyah Permen Karet Credit: freepik.com

Dari studi yang sama disebutkan bahwa asam glycyrrhizic licorice yang biassa ditemukan dalam ekstrak permen dapat menyebabkan kortisol secara terus menerus. Menyebabkan hipertensi, hipokalemia, alkalosis metabolik, aritmia yang fatal, dan gagal ginjal.

"Efek toksik metabolik, ginjal, vaskular, dan jantung dari kelebihan mineralokortikoid yang tampak karena konsumsi licorice," ungkap Dr. Elazer R. Edelman, seorang dokter yang dikutip dalam penelitian.

Pria pekerja konstruksi tersebut mendadak gemetar seluruh tubuh dan kehilangan kesadaran. Jauh sebelum kematiannya, pria tersebut juga merokok sebanyak satu bungkus sehari selama 36 tahun. Sehingga ia memiliki riwayat kesehatan seperti gangguan penggunaan heroin dan infeksi irus hepatitis C yang tidak diobati.

Sebelumnya, seorang warga di New York berusia 73 tahun mendadak mengalami masalah jantung setelah mengonsumsi permen licorice hitam. Setelah melalui proses pengadilan, kasus inipun akhirnya diberhentikan.

Pada 2017, FDA pun mengeluarkan peringatan terkait penggunaan glycyrrhizin sebagai senyawa pemanis pada black licorice. FDA mengklaim dapat menurunkan kadar kalium yang menyebabkan masalah jantung.

Simak video berikut ini

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓