5 Cara Menyikapi Sifat Pasangan yang Keras Kepala dan Emosional

Imelda Rahma24 Sep 2020, 13:35 WIB
Diperbarui 24 Sep 2020, 13:35 WIB
Pasangan

Fimela.com, Jakarta Mempunyai pasangan yang keras kepala dan emosional menjadi tantangan sendiri untukmu dalam menyikapinya. Tentunya kedua sifat ini akan memengaruhi dinamika hubunganmu, bahkan kemungkinan terburuknya adalah perpisahan yang terjadi akibat kamu tidak bisa menanggapi sifat keras kepala dan emosional dari pasanganmu.

Ada dua pilihan yang bisa kamu ambil ketika memiliki pasangan yang keras kepala dan emosional. Pilihan yang pertama ialah berusaha mengubah sifat tersebut secara perlahan tetapi tetap dengan kesepakatan yang telah dibangun bersama. Pilihan kedua, membiarkan sifat itu terus ada sembari kamu berusaha untuk mencari cara yang tepat dalam menyikapinya.

Namun, satu hal yang yang perlu kamu pertanyakan ulang pada pasanganmu yakni, seberapa besar perbedaan rasa cinta dan ego yang ada pada dirinya di hubungan kalian. Melalui pertanyaan tersebut kamu bisa membayangkan apa yang sebaiknya kamu lakukan ketika pasanganmu begitu keras kepala dan emosional. Jika dia amat mencintaimu, maka sifatnya itu tidak akan menjadi masalah, namun beda cerita jika pasanganmu menjawab kebalikannya.

Nah, Fimela.com kali ini akan membagikan tips 5 cara menyikapi sifat pasangan yang keras kepala dan emosional. Pasti tips ini akan sangat berguna untukmu yang sedang mengalami bimbang akibat pasangan yang tidak bisa kamu ajak kompromi. Simak tips selengkapnya berikut ini.

Diajak Berdiskusi dengan Kepala Dingin

Diajak Berdiskusi dengan Kepala Dingin
Ilustrasi Pasangan Credit: unsplash.com/Jonathan

Pertama, cara menyikapi sifat pasangan yang keras kepala dan emosional harus didahului dengan cara yang lembut. Caranya adalah dengan mengajak diskusi dan membicarakannya secara baik-baik. Jika kamu berusaha untuk berdiskusi dengannya dari hati ke hati, dia pun akan lebih mengerti dan menyadari bahwa kamu cukup bijak dalam menyikapi egonya.

Hindari ikut terpancing emosi jika pasanganmu sedang menunjukkan sifat buruknya karena emosi tidak akan membuahkan solusi. Bukannya makin membaik, membalas sifat pasangan dengan keras justru akan berimbas pada konflik yang jauh lebih besar lagi.

Fokus Pada Solusi Bukan Emosi

Fokus Pada Solusi Bukan Emosi
Ilustrasi Pasangan Credit: pexels.com/cottonbro

Kedua, cara menyikapi sifat pasangan yang keras kepala dan emosional ialah dengan berfokus pada solusi bukan pada emosi. Jika kamu sudah memahami bahwa pasanganmu adalah orang yang sangat keras kepala dan pemarah, maka yang perlu kamu lakukan adalah mengimbanginya dengan cara menemukan solusi dari konflik yang tengah kalian ributkan berdua.

Berfokus pada emosi dan masalah hanya akan memperburuk keadaan dan membuat segalanya jadi buram. Maka dari itu, biar kamu saja dulu yang mengalah dengan mengubah alur topik obrolan menjadi pembicaraan tentang penyelesaian masalah sehingga ia akan terbawa dan ikut berpikir untuk memperbaikinya.

Genggam Tangannya dan Berikan Pelukan Hangat

Genggam Tangannya dan Berikan Pelukan Hangat
Ilustrasi Pasangan Credit: unsplash.com/Candice

Ketiga, cara menyikapi sifat pasangan yang keras kepala dan emosional ialah dengan menggenggam tangannya dan memberikan pelukan hangat. Kamu perlu memahami bahwa orang yang cepat marah dan keras kepala sebenarnya adalah perwujudan sikap yang ingin ia tunjukkan bahwa sebenarnya ia kurang cinta dan kasih sayang.

Dengan memeluknya, dia akan menyadari bahwa kamu amat menyayanginya sekalipun dia terus keras kepala dan bersikap emosional. Sesuatu yang keras tidak harus dibalas dengan keras pula, apalagi jika sebenarnya pasangamu masih bisa diajak untuk berkompromi. Padamkan api amarahnya dengan kekuatan cinta yang kamu miliki.

Mendiamkannya Beberapa Hari

Mendiamkannya Beberapa Hari
Ilustrasi Mendiamkan Pasangan Credit: unsplash.com/Anthony

Keempat, cara menyikapi sifat pasangan yang keras kepala dan emosional ialah dengan mendiamkannya selama beberapa hari. Hal ini tentu saja baru bisa kamu lakukan setelah kamu sudah mencoba 3 hal yang disarankan sebelumnya. Apabila pasanganmu sudah tidak bisa mengontrol sifatnya dan juga tidak bisa diajak bicara secara baik-baik, maka diamkan.

Ini merupakan langkah tegas darimu tanpa perlu menggunakan kekerasan. Sifat pasangan yang keras kepala dan emosional memang amat mengesalkan, jika kesabaranmu sudah habis, lebih baik diamkan saja pasanganmu selama beberapa hari agar ia menyadari kesalahannya. Kadang seseorang baru menganggap pasangannya berarti setelah ia benar-benar merasa kehilangan.

Memberi Ketegasan dan Membuat Pilihan

Memberi Ketegasan dan Membuat Pilihan
Ilustrasi Pasangan Credit: unsplash.com/August

Terakhir, cara menyikapi sifat pasangan yang keras kepala dan emosional ialah dengan memberinya ketegasan dan membuat pilihan. Cara ini merupakan cara terakhir yang kamu lakukan untuk menanggapi sifatnya yang keras kepala dan pemarah. Jika sudah keterlaluan, permasalahannya bukan lagi cinta tetapi harga diri.

Berikan ketegasan pada pasanganmu, bahwa hanya karena kamu mencintainya bukan berarti dia bisa seenaknya menumpahkan amarahnya padamu dan hubungan kalian. Setelahnya, beri pasanganmu pilihan, apakah ia mau mengubah sifatnya demi kebaikan kalian berdua atau tetap memertahankan egonya. Selebihnya, keputusan ada ditanganmu untuk tetap melanjutkan atau melepaskan.

Lanjutkan Membaca ↓