Menabung Hingga Mengalokasikan Dana untuk Liburan Itu Sama Pentingnya

Endah Wijayanti25 Sep 2020, 07:15 WIB
Diperbarui 25 Sep 2020, 07:15 WIB
mengatur anggaran

Fimela.com, Jakarta Ada yang bilang uang bukan segalanya. Hanya saja uang tetaplah kita butuhkan dalam kehidupan. Mengatur keuangan, membuat rencana keuangan untuk jangka waktu tertentu, mewujudkan impian melalui perencanaan finansial yang baik, rencana investasi dan membeli rumah, hingga pengalaman terkait memberi utang atau berutang pasti pernah kita alami. Banyak aspek dalam kehidupan kita yang sangat erat kaitannya dengan uang. Nah, dalam Lomba Share Your Stories September 2020: Aku dan Uang ini Sahabat Fimela semua bisa berbagi tulisan terkait pengalaman, cerita pribadi, kisah, atau sudut pandang terkait uang. Seperti tulisan berikut ini.

***

Oleh: Yola Widya

Ada masanya ketika aku begitu teratur dalam mengelola uang. Setiap gajian tiba pasti uang langsung dibagi-bagi ke dalam beberapa amplop. Uang itu tidak boleh diambil walau apa pun yang terjadi, kecuali sesuai dengan tujuannya. Uang untuk belanja, ya khusus untuk belanja. Uang untuk kesehatan, ya khusus untuk kesehatan. Jadinya aku tidak memberikan tolerir pada diri sendiri untuk mengambil uang yang bukan berdasar tujuannya.

Jadi ketika uang diterima itu yang pertama kali aku lakukan adalah seperti beberapa hal berikut.

  • Menabung 10 persen dari gaji bulanan.
  • Memisahkan uang untuk SPP anak.
  • Memisahkan uang untuk kesehatan.
  • Memisahkan uang untuk biaya bulanan rumah tangga seperti air, listrik, dan sampah.
  • Memisahkan uang untuk belanja bulanan.
  • Memisahkan uang untuk refreshing.

Mengapa menabung harus 10 persen dari gaji? Soalnya, jangan sampai kita lebih banyak menyimpan uang tetapi kebutuhan yang lain jadi tidak terpenuhi. Sangat lucu jadinya kalau kita jadi harus berutang kemana-mana karena uangnya banyak ditabung.

Lalu untuk resfreshing juga selalu ada posnya. Tetapi bukan untuk hal-hal yang malah jadi sumber pemborosan. Dana untuk jalan-jalan juga biasanya yang murah saja. Yang penting aku dan anak bisa ganti suasana dan memberi hadiah pada diri sendiri. Kebiasaan seperti ini juga akan meningkatkan rasa senang dalam diri kita. Rasa senang berdasar penelitian erat hubungannya dengan kesehatan. Jadinya imunitas kita meningkat dan tidak mudah sakit. Bukankah hal ini baik untuk menghemat dana kesehatan?

Untuk menambal biaya lain-lain seperti uang jajan anak, atau keperluan ongkos naik kendaraan umum, aku melakukan hal lain. Kebetulan aku termasuk yang rajin membuat camilan dan menitipkannya ke warung. Jadilah hasil penjualan camilan itu uang tambahan yang lumayan.

Aku dan anak-anak juga tidak terbiasa boros pada saat hari raya. Bagi kami baju baru dan makanan tidak melulu identik dengan hari raya. Jadinya setiap tahun uang THR bisa ditabung dan berguna untuk biaya pendidikan anak. Seperti daftar ulang dan membeli buku paket. Karena kebetulan anak-anak sekolah di swasta, jadinya membutuhkan biaya ekstra setiap kenaikan kelas.

Mengelola Uang dan Mengatur Anggaran

Menabung
Ilustrasi menabung/copyright shutterstock

Aku memang termasuk yang teratur dalam urusan uang. Tetapi, itu ketika aku masih awal bekerja dan giat-giatnya menyusun rencana masa depan. Setelah berbagai macam kejadian aku jadi belajar memaksimalkan uang dengan cara yang lebih bijaksana. Ada beberapa poin yang aku tambahkan di susunan rencana keuangan seperti berikut ini.

  • Uang bulanan untuk orangtua.
  • Uang bulanan untuk anak yatim.
  • Uang untuk sedekah mingguan dan harian.
  • Uang untuk zakat harta.

Beberapa poin tambahan itu aku tuliskan sebelum poin menabung. Karena poin-poin tambahan itu dianjurkan untuk memaksimalkan fungsi uang itu sendiri. Selalu ada sebagian rezeki orang lain di rezeki yang kita terima. Karenanya, sudah sewajarnya kita memberikan hak mereka. Toh, hal itu tidak membuat uang kita berkurang. Justru sebaliknya, rezeki kita berlimpah dan tidak melulu berbentuk uang. Bisa saja berbentuk kesehatan dan banyaknya pertolongan dari orang sekitar kita.

Ketika memahami konsep mengoptimalkan uang seperti di atas hidupku jadi jauh lebih ringan dan indah. Sekarang pun aku yang sudah tidak memiliki pekerjaan tetap masih menjalankan poin-poin tambahan di atas itu. Bisa kamu bayangkan bagaimana pusingnya mengatur keuangan yang tidak berupa gaji utuh tiap bulannya?

Pastinya dag dig dug jantung ada karena pendapatan yang tidak pasti. Hal itu yang aku rasakan sekarang. Pendapatanku tidak menentu karena sekarang jadi freelancer. Tetapi, sekali lagi cara mengatur uangku selain menyisihkan untuk kewajiban, juga dengan cara menyisihkan untuk poin tambahan itu. Hasilnya, walaupun tidak sebesar uang gaji bulanan, tapi tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, sedekah-sedekah yang kita berikan berbuah hal lain yang lebih besar. Seperti kesehatan yang berlimpah. Bukankah kesehatan apabila diuangkan jumlahnya akan sangat berlimpah? Hal-hal seperti ini yang akhirnya aku dapatkan dan diterapkan dalam mengelola uang hingga kini. Fungsi uang sebagai alat tukar dan pembayaran bisa kita optimalkan agar jadi lebih berkah. Ternyata hidup berkah dan sehat itu nilainya lebih segalanya dari nilai nominal uang yang kita tabung.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓