3 Cara Mengelola Keuangan untuk Mendorong Pertumbuhan Bisnis

Gayuh Tri Pinjungwati27 Sep 2020, 20:15 WIB
Diperbarui 27 Sep 2020, 20:15 WIB
keuangan

Fimela.com, Jakarta Uang selalu menjadi prioritas utama bagi pengusaha dan pemilik bisnis. Sebagian dari mereka tidak mengerti bagaimana uang mengalir masuk dan keluar. Mereka terjebak berusaha untuk tetap bertahan alih-alih meningkatkan pendapatan. Mereka bekerja keras, tetapi kerja keras saja tidak akan menumbuhkan bisnis. Dengan membuat beberapa perubahan pola pikir kritis dan mengambil kendali atas pengelolaan uang mereka akan keluar dari kebiasaan buruk. Berikut ini adalah tiga langkah untuk menciptakan pendekatan yang berfokus pada pertumbuhan untuk mengelola keuangan.

Ubah Pola Pikir

Pikiran, keyakinan dan emosi apa yang dirimu miliki tentang uang? Jika dirimu mengasosiasikan uang dengan rasa takut dan stress, mungkin dirimu hanya fokus pada keluar dari utang atau menghindari melihat keuangan perusahaanmu sama sekali. Tetapi, jika dirimu mendekati keuangan dengan sikap terbuka dan keingintahuan, dirimu akan dapat melihat banyak kesempatan untuk melajar membangun kekayaan dan tumbuh. Biarkan dirimu bermimpi besar dan kelilingin dirimu dengan orang-orang yang memiliki pola pikir yang sama.

Buat Rencana

keuangan
Ilustrasi/copyrightshutterstock/sitthiphong

Pengusaha sukses disiplin dengan uang mereka. Mereka tahu berapa banyak uang yang mereka miliki sekarang dan dapat membuat prediksi yang akurat tentang masa depan. Yang terpenting, mereka membuat anggaran terperinci untuk menetapkan tujuan, mengatasi masalah dan memantau kesehatan keuangan bisnis mereka, ini adalah sebuah langkah yang dilewati banyak pemilik bisnis. Jika dirimu tidak memiliki keterampilan dalam perencanaan keuangan, tidak ada salahnya untuk membutuhkan bantuan seseorang yang ahli dalam bidang tersebut.

Tingkatkan Nilai Tambah

Dalam bisnis, apakah dirimu menukar waktu untuk uang? Para pemilik bisnis, terutama para solopreneur, seringkali terjebak dalam perangkap ini. Dirimu menguasai perdagangan atau mengembangkan keahlian tertentu, kemudian memulai bisnis di mana pelanggan membayarmu untuk jumlah jam kerja. Masalah dengan struktur ini adalah dirimu akan selalu bersaing dengan bisnis lain hanya dengan soal harga.

Jika ingin menghasilakan lebih banyak, jangan menuntut lebih banyak uang dari pelanggan untuk jumlah pekerjaan yang sama. Pikirkan tentang bagaimana dirimu dapat menambahkan lebih banyak nilai untuk mereka dan pada akhirnya dirimu akan mendapatkan bayaran lebih banyak. Bagaimana dirimu dapat meningkatkan keterampilan atau layanan untuk memberikan hasil yang terbaik.

Jika pengelolaan keuangan adalah tugas yang ditakuti dan dihindari, inilah saatnya mengubah pola pikir dan kebiasaanmu. Keluar dari rutinitas lama yang tidak menguntungkanmu, dan persiapkan keuangan perusahaan untuk berkembang.

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓