Menghadapi Perubahan Karier saat Pandemi, Tak Mudah tapi Aku Tetap Bertahan

Endah Wijayanti25 Sep 2020, 10:45 WIB
Diperbarui 25 Sep 2020, 10:45 WIB
kerja keras bagai kuda

Fimela.com, Jakarta Ada yang bilang uang bukan segalanya. Hanya saja uang tetaplah kita butuhkan dalam kehidupan. Mengatur keuangan, membuat rencana keuangan untuk jangka waktu tertentu, mewujudkan impian melalui perencanaan finansial yang baik, rencana investasi dan membeli rumah, hingga pengalaman terkait memberi utang atau berutang pasti pernah kita alami. Banyak aspek dalam kehidupan kita yang sangat erat kaitannya dengan uang. Nah, dalam Lomba Share Your Stories September 2020: Aku dan Uang ini Sahabat Fimela semua bisa berbagi tulisan terkait pengalaman, cerita pribadi, kisah, atau sudut pandang terkait uang. Seperti tulisan berikut ini.

***

Oleh: Anita Kasifah

Well, as a person kita pasti memiliki target pencapaian masing-masing untuk masa depan kita. Hidup itu cuma sekali, we should do the best for our life. I do believe that kehidupan kita tidak akan menjadi lebih baik jika kita sendiri tidak berusaha mengubahnya. So, that’s why saya tidak ingin terus menerus berada di zona nyaman dan searching for another opportunity. Bukan berarti saya tidak mensyukuri pekerjaan yang saya jalani saat ini, tetapi saya memiliki banyak alasan sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan perubahan karir. Pekerjaan yang saya jalani saat ini tidak membuat saya berkembang dalam banyak hal, work life balance yang tidak baik dan toxic environment adalah beberapa alasannya.

Dalam memilih dan menerima pekerjaan, banyak sekali faktor yang perlu dipertimbangkan oleh setiap orang.  Mulai dari salary, location, lingkungan kerja, dan lain-lain. But, for me the most important thing that I want to develop myself to be a better version dengan meningkatkan skill, menambah pengalaman dan relasi sebanyak mungkin. Because I want to achieve more.

Ketika saya sedang memulai langkah saya, tiba-tiba muncul pandemi Covid-19. Apa yang telah saya rencanakan terkait perubahan karir saya menjadi sulit terlaksana. At the end, manusia hanya bisa berencana dan Tuhan yang menentukan. 

Tetap Bersyukur dengan Semua yang Ada

kerja keras bagai kuda 1
Ilustrasi./Copyright pexels.com

As we know, tidak sedikit perusahaan yang gulung tikar dan memberhentikan sebagian karyawannya karena dampak yang timbul karena pandemi Covid-19 ini. Pandemi ini telah menyebabkan gangguan sosioekonomi global. Saya sangat merasakan sekali dampaknya, Ketika saya harus tetap bekerja 8 jam selama 5 hari kerja dan 7 jam kerja pada hari Sabtu dengan jobdesk yang banyak meskipun gaji yang dibayarkan dibawah UMR kota saya tinggal. Should I say that my salary isn’t covering my daily expenses?  And should I say that my boss doesn’t pay my overtime?

Well, terlepas dari pandemi yang sedang melanda saya tetap bersyukur masih memiliki pekerjaan di saat banyak karyawan di luar sana yang diberhentikan, tetapi saya tetap berpikir positif dan tetap fokus pada perubahan karir meski di tengah pandemi. Masa depan tidak selalu ada pada saat-saat terbaik, apalagi dimasa pandemi. Kita hanya perlu fleksibel, mampu beradaptasi, kreatif, dan pintar membaca peluang. Dan jangan lupa untuk sesekali berdiskusi dan meminta saran dari keluarga dan orang-orang terdekat. Semoga dalam waktu dekat, saya bisa mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓